5 Rekomendasi Buku Bacaan Terbaik dari Zhafira Aqyla, Tambah Wawasan!

- Laut Bercerita, novel Leila S Chudori yang mengedukasi dan menyeramkan
- As Long As The Lemon Trees Grow, kisah perempuan kuat di bawah pemerintahan Suriah
- Yellowface, cerita kelam di dunia penerbitan yang menyenangkan dan menghibur
Siapa yang tidak kenal Zhafira Aqyla? Content Creator edukasi yang rajin menginspirasi para generasi muda yang ingin mengejar beasiswa di luar negeri. Zhafira, berhasil menamatkan studi S1 di Osaka University Jepang dan S2 di Harvard University di usia yang terbilang masih cukup muda. Tak pernah berhenti belajar, Zhafira juga senang menambah wawasan baru melalui koleksi buku bacaannya. Beberapa waktu lalu, ia pun sempat membagikan sejumlah buku terbaru yang ia baca, apa saja?
1. Laut Bercerita

Novel karya Leila S Chudori yang pertama kali terbit di tahun 2017 ini semakin banyak peminat di tahun 2025 lalu. Tak terkecuali dari Zhafira yang senang sekali bisa menamatkan novel berbahasa Indonesia setelah sekian lama. Novel ini bercerita mengenai sekumpulan keluarga, teman, sahabat, kekasih, yang kehilangan orang-orang tercinta tanpa sebab yang pasti.
Cerita antara makna menunggu dan mengikhlaskan saat harapan demi harapan untuk bertemu orang terkasih itu semakin nihil. Di mulai dari latar cerita di tahun 1998 dengan penuturan penuh sajak yang membuat pembaca tenggelam dalam kisah seru dan tidak terduga di dalamnya. Secara singkat, Zhafira menyiratkan jika Laut Bercerita menjadi novel yang ‘menyeramkan’, namun juga sangat mengedukasi.
2. As Long As The Lemon Trees Grow

Sebuah kisah tentang pertahanan diri di bawah Pemerintah Suriah yang diktator. Zhafira menyukai buku ini karena menggambarkan sosok perempuan berhijab yang sangat kuat. Di tengah cobaan hidup yang berat, perempuan ini tetap dapat berpegang teguh pada prinsip-prinsip agamanya. Ia pun mengaku membutuhkan banyak tisu dan suami, tatkala menangis saat membaca buku ini.
Novel ini berfokus pada perempuan bernama Salama, ia adalah mahasiswi farmasi yang masa muda dan ‘mungkin’ masa depannya juga seketika direnggut akibat Perang Suriah. Ia kehilangan keluarga hingga rumah tempatnya merasa aman. Di tengah situasi kacau itu Salama dihadapkan pada dua pilihan berat, pergi menyelamatkan diri dari kampung halaman yang penuh kenangan atau bertahan?
3. Yellowface

Yellowface bercerita tentang penulis kulit putih bernama June Hayward yang mencuri naskah novel tentang buruh Tiongkok. Ia mengetahu naskah itu baru saja selesai ditulis oleh temannya, Athena Liu, yang meninggal dunia secara misterius. Sebagian isi dari buku itu ia edit dan mengganti nama penulisnya menjadi Juniper Song.
Namun, hidup June tak tenang, bayang-bayang Athena seakan bisa kapan saja mencuri kesuksesnnya. Walaupun sinopsis novel ini sekilas terdengat berat, Zhafira menyebutkan ia menikmati Yellowface sebagai bacaan yang menyenangkan dan menghibur. Terutama, buat kamu yang ingin membaca tentang cerita kelam di dalam dunia penerbitan.
4. The Midnight Library

Buku fiksi satu ini menceritakan bagaimana jadinya jika kita diberi kesempatan untuk mencoba berbagai peluang skenario hidup yang berbeda-beda. Itulah yang Nora Seeds alami saat ia menemukan dirinya berada di The Midnight Library. Ia berpikir kesempatan berada di perpustakaan ajaib ini dapat membuatnya bisa memperbaiki keadaan. Setelah Nora berpikir hidupnya dipenuhi kesengsaraan dan penyesalan.
Nora pun mencoba menelusuri kembali apa saja yang dapat ia benahi di setiap perjalanan hidupnya dari waktu ke waktu. Apa yang seharusnya ia jalani dan apa yang seharusnya tidak ia jalani. Namun, faktanya perjalanan ini tidak seperti yang Nora bayangkan. Faktanya, hidupnya tak pernah benar-benar jadi berbeda dan lebih baik. Di ujung perjalanan panjang ini pun ia tiba pada sebuah pertanyaan besar.
5. The Hundred Years' War On Palestine

Zhafira merekomendasikan buku satu ini buat kamu yang ingin belajar lebih jauh mengenai sejarah perang yang terjadi antara Palestina dan Israel. Sejarah seratus tahun perang ini disampaikan oleh sejarawan terkemuka AS di Timur Tengah, melalui peristiwa-peristiwa penting dan sejarah keluarga.
Buku ini memanfaatkan kekayaan materi arsip yang belum dieksplorasi dan laporan dari generasi anggota keluarga, hakim, walikota, cendekiawan, diplomat, dan jurnalis. Pembahasan di buku ini juga mencakup gerakan kolonial terhadap Palestina yang pertama kali dilancarkan oleh Israel. Adapun gaya bahasa bukunya sendiri menggunakan gaya akademik literatur.
Ilmu pengetahuan, wawasan, dan sudut pandang baru mengenai dunia tak melulu harus diperoleh dari bangku pendidikan formal. Mengisi waktu luang dengan mengembangkan hobi membaca buku juga bisa menjadi salah satu jembatan yang membuka jendela dunia untukmu. Nah, agar ilmu yang kamu peroleh dari buku yang kamu baca tidak hilang begitu saja, kamu bisa merangkum pelajaran berharga yang kamu dapat dari buku tersebut ke dalam sebuah resensi, seperti Zhafira. Adakah dari buku di atas yang sudah kamu baca?


















