Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Buku yang Harus Kamu Baca Tahun 2026, Bakal Ubah Cara Pandangmu!
Cover buku "Women Living Deliciously" & "Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring" (foto via eBooks & Gramedia)

Tahun 2026 jadi momen yang pas untuk memperluas wawasan lewat buku-buku yang inspiratif dan relevan dengan perkembangan zaman. Di tengah derasnya informasi digital, membaca buku tetap menjadi cara terbaik untuk memahami sesuatu secara lebih mendalam, tenang, dan terarah.

Dari buku pengembangan diri, novel penuh makna, hingga karya nonfiksi yang membuka perspektif baru, semuanya bisa jadi bekal penting untuk menjalani tahun ini dengan lebih bijak. Berikut rekomendasi buku yang harus kamu baca tahun 2026.

1. "The Psychology of Money" by Morgan Housel

Cover buku "The Psychology of Money" (foto via Gramedia)

Buku ini membahas bagaimana cara seseorang memandang uang ternyata lebih dipengaruhi oleh pengalaman pribadi dibandingkan logika semata. Morgan Housel menjelaskan bahwa keputusan finansial sering kali tidak sepenuhnya rasional, melainkan dipengaruhi emosi, kebiasaan, dan latar belakang hidup.

Melalui berbagai cerita nyata, buku ini menunjukkan bahwa kesuksesan finansial bukan hanya soal seberapa pintar kamu menghitung, tetapi bagaimana kamu mengelola perilaku terhadap uang. Kesabaran, disiplin, dan kemampuan menahan diri menjadi kunci penting dalam perjalanan keuangan.

2. "Finding Your People" by Alexandra Hourigan & Sally McMullen

Cover buku "Finding Your People" (foto via Amazon)

Buku ini membahas pentingnya menemukan lingkungan dan orang-orang yang benar-benar cocok dengan diri kamu. Alexandra Hourigan dan Sally McMullen menjelaskan bahwa koneksi yang sehat bisa memberikan dampak besar pada kebahagiaan dan perkembangan diri.

Di dalamnya, kamu akan diajak memahami bagaimana membangun hubungan yang tulus, bukan sekadar relasi yang dangkal. Buku ini juga memberi panduan untuk keluar dari lingkungan yang tidak mendukung dan mulai mencari komunitas yang lebih positif.

3. "The Let Them Theory" by Mel Robbins

Cover buku "The Let Them Theory" (foto via Gramedia)

Buku ini mengajarkan konsep sederhana: biarkan orang lain melakukan apa yang mereka inginkan, tanpa harus kamu kendalikan. Mel Robbins menjelaskan bahwa banyak stres dalam hidup muncul karena kita terlalu peduli pada tindakan orang lain.

Dengan pendekatan yang praktis, buku ini membantu kamu melepaskan kebutuhan untuk selalu mengontrol situasi. Kamu akan belajar menerima bahwa tidak semua hal harus sesuai dengan keinginanmu.

Pesan utamanya adalah tentang kebebasan emosional. Ketika kamu berhenti mencoba mengatur orang lain, kamu justru bisa fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dalam hidupmu sendiri.

4. "Women Living Deliciously" by Florence Given

Cover buku "Women Living Deliciously" (foto via eBooks)

Buku ini mengajak perempuan untuk hidup dengan lebih bebas dan menikmati hidup tanpa tekanan dari standar sosial. Florence Given menekankan bahwa perempuan tidak perlu memenuhi ekspektasi orang lain untuk merasa berharga.

Melalui gaya bahasa yang berani dan jujur, buku ini membahas tentang kepercayaan diri, hubungan, dan cara mencintai diri sendiri. Pembaca diajak untuk berani mengatakan “tidak” pada hal-hal yang merugikan diri.

Di akhir, buku ini memberi pesan kuat bahwa hidup yang “lezat” adalah hidup yang dijalani dengan penuh kesadaran dan kebahagiaan versi diri sendiri. Kamu berhak menentukan jalan hidupmu tanpa rasa bersalah.

5. "Filosofi Teras" by Henry Manampiring

Cover buku "Filosofi Teras" (foto via Gramedia)

Buku ini memperkenalkan filosofi Stoikisme dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Henry Manampiring menjelaskan bagaimana ajaran ini bisa membantu kamu menghadapi stres, overthinking, dan emosi negatif.

Melalui contoh kehidupan sehari-hari, pembaca diajak memahami apa saja yang bisa dikontrol dan apa yang tidak. Fokus utama buku ini adalah mengelola pikiran agar tidak mudah terganggu oleh hal-hal di luar kendali.

Di bagian akhir, buku ini memberi panduan praktis untuk hidup lebih tenang dan rasional. Dengan memahami diri sendiri, kamu bisa menjalani hidup dengan lebih stabil dan tidak mudah goyah.

6. "The Age Of Magical Overthinking" by Amanda Montell

Cover buku "The Age Of Magical Overthinking" (foto via Gramedia)

Buku ini membahas fenomena overthinking di era modern yang penuh informasi. Amanda Montell menjelaskan bagaimana pikiran manusia sering kali terjebak dalam asumsi dan pola pikir yang tidak selalu benar.

Dengan pendekatan psikologi dan budaya pop, buku ini mengupas berbagai kebiasaan berpikir yang membuat seseorang mudah cemas. Pembaca diajak untuk menyadari bahwa tidak semua pikiran harus dipercaya. Pada akhirnya, buku ini membantu kamu untuk lebih sadar terhadap cara berpikir sendiri.

7. "Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring" by dr. Andreas Kurniawan

Cover buku "Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring" (foto via Gramedia)

Buku ini menceritakan perjalanan seseorang dalam menghadapi kehilangan dan rasa duka. Dengan cara yang sederhana, aktivitas sehari-hari seperti mencuci piring menjadi simbol proses penyembuhan.

Penulis menggambarkan bahwa duka tidak selalu harus dilawan, tetapi bisa dijalani perlahan. Setiap langkah kecil dalam rutinitas harian bisa membantu seseorang kembali menemukan keseimbangan hidup.

Di akhir, buku ini memberi pesan bahwa tidak apa-apa untuk merasa sedih. Yang terpenting adalah terus bergerak, sekecil apa pun langkahnya, untuk perlahan bangkit kembali.

 

8. "Good With Money" by Emma Edwards

Cover buku "Good With Money" (foto via Gramedia)

Buku ini membahas cara membangun hubungan yang sehat dengan uang tanpa tekanan berlebihan. Emma Edwards menekankan bahwa mengelola keuangan tidak harus rumit, yang penting konsisten.

Melalui panduan praktis, buku ini membantu pembaca memahami kebiasaan finansial yang baik, mulai dari menabung hingga mengatur pengeluaran. Fokusnya adalah membuat keuangan terasa lebih mudah dan realistis.

Di bagian akhir, buku ini mengajak kamu untuk melihat uang sebagai alat, bukan sumber stres. Dengan kebiasaan kecil yang tepat, kamu bisa mencapai stabilitas finansial secara bertahap.

Itulah buku yang harus kamu baca tahun 2026. Jadi, jangan ragu untuk mulai dari satu buku, lalu lanjut ke buku berikutnya. Jadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan, bukan beban. Karena dari halaman-halaman sederhana itulah, kamu bisa menemukan ide besar, pemikiran baru, dan semangat untuk terus melangkah maju.

Editorial Team