Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Perilaku Tidak Bertanggung Jawab saat Memelihara Binatang

6 Perilaku Tidak Bertanggung Jawab saat Memelihara Binatang
ilustrasi seekor kucing (pexels.com/Doğan Alpaslan Demir)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti berbagai bentuk perilaku tidak bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan, mulai dari pemberian makan yang salah hingga penelantaran saat bosan atau hewan sakit.
  • Ditekankan pentingnya tanggung jawab pemilik dalam memberi perawatan layak, termasuk pengobatan, pengawasan, serta menjaga agar hewan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
  • Tulisan menegaskan bahwa memelihara hewan bukan sekadar kesenangan sesaat, melainkan komitmen jangka panjang yang menuntut kesabaran dan kepedulian penuh terhadap kesejahteraan makhluk hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Binatang tidak punya banyak pilihan seperti manusia. Termasuk soal hidupnya sendiri. Walaupun hewan lebih suka hidup di alam bebas, jika ada manusia yang mengambilnya untuk dipelihara, tak dapat banyak melawan.

Kalau orang yang membawanya pulang ke rumah bertanggung jawab, tentu kehidupan binatang tersebut akan menjadi jauh lebih baik. Ia dirawat dengan sepenuh hati oleh pemiliknya. Akan tetapi, bila rasa tanggung jawab pemiliknya kurang sehingga bersikap asal-asalan, hewan apa pun dapat menderita di tangannya.

Beberapa orang memelihara binatang hanya untuk memenuhi rasa suka sesaat. Tanpa benar-benar menyayangi hewan tersebut, gak mau memikirkan kesejahteraannya. Perilaku tidak bertanggung jawab saat memelihara binatang berikut ini tidak patut ditiru.

1. Tidak memberi makan dengan layak

seekor kucing
ilustrasi seekor kucing (pexels.com/Emrecan Dora)

Gak kasih makan binatang peliharaan dengan layak bisa mengarah ke beberapa tindakan. Pertama, hewan kadang dikasih makan, kadang tidak. Kedua, binatang tetap diberi makanan setiap hari, tetapi tak sesuai dengan kebutuhannya.

Bahkan makanan yang diberikan dapat membahayakan kesehatannya. Misalnya, kucing dan anjing yang diberi berbagai makanan sisa dan hampir basi. Padahal, keduanya jelas bukan hewan pengurai sampah makanan.

Kalaupun kucing dikasih ikan, tepatnya bukan dagingnya, melainkan duri-duri yang sangat tajam dan berisiko melukai mulut, kerongkongan, hingga saluran cernanya. Tentu terkadang kucing makan tulang atau duri. Namun, hanya tulang yang tidak terlalu keras dan duri yang gak begitu tajam.

2. Kalau sudah bosan, terlalu banyak, atau sakit dibuang

anak anjing
ilustrasi anak anjing (pexels.com/Yusuf Gündüz)

Sikap tidak bertanggung jawab begini bukan hanya membuat hewan peliharaan telantar di jalan. Membuang binatang yang telah dirawat cukup lama bahkan dapat menyebabkan kematiannya. Pasalnya, hewan itu sudah terbiasa dengan perawatan manusia.

Bahkan bila di rumah manusia ia tak diberi makanan dengan kualitas terbaik, setidaknya gak kepanasan dan kehujanan sepanjang hari. Begitu binatang ini dibuang, ia sulit sekali beradaptasi dengan kehidupan yang jauh lebih keras. Kemampuannya bertahan hidup menjadi rendah.

Bahkan nalurinya untuk berburu makanan seperti tidak ada sebab hewan terbiasa diberi makanan oleh pemiliknya. Belum lagi ia bertemu berbagai predator. Misalnya, kucing kecil yang dibuang di got bertemu ular yang siap memangsanya.

3. Binatang sakit tak dibuang, tapi pengobatan gak diusahakan

seekor anjing
ilustrasi seekor anjing (pexels.com/Ayşe İpek)

Tidak semua pemilik membuang hewan peliharaannya ketika sakit. Akan tetapi, apakah di rumah binatang tersebut mendapatkan pengobatan serta perawatan yang memadai? Banyak orang belum tergerak untuk membawa hewan peliharaannya ke dokter ketika sakit.

Sering kali alasannya biaya. Namun, ada pula orang berpunya yang amat pelit pada binatang peliharaannya. Pikir mereka, masa habis uang sekian cuma buat mengobati hewan? Mending binatang dibiarkan saja.

Mereka terlalu yakin hewan selalu lebih tangguh daripada manusia sehingga bakal sembuh sendiri. Meski biaya pengobatan binatang sakit memang dapat mahal sekali, itulah risiko pemilik. Jangan sampai owner gak ada usaha sama sekali untuk menyembuhkannya.

4. Membiarkan hewan membuat warga sekitar tidak nyaman

seekor kucing
ilustrasi seekor kucing (pexels.com/İdil Çelikler)

Pemilik seperti ini memang tidak berbuat jahat pada binatang peliharaannya. Akan tetapi, tetap saja perilakunya menunjukkan rendahnya rasa tanggung jawab atas hewan tersebut. Parahnya, tindakannya yang abai menyebabkan orang-orang di sekitar dirugikan.

Contohnya, kotoran binatang peliharaan berceceran di mana-mana. Termasuk di halaman orang yang bikin bau dan kumuh. Dapat pula hewan peliharaan itu merusak tanaman tetangga atau sangat galak dan mengejar siapa pun yang lewat.

Orang yang sudah memutuskan untuk memelihara binatang kudu mampu menjaganya supaya tidak merugikan siapa-siapa. Pastikan hewan selalu ada di area dalam rumah. Kalaupun binatang perlu rutin jalan-jalan supaya tak stres, pemilik wajib menemaninya dan tidak membiarkannya mengganggu siapa pun atau merusak apa saja.

5. Meninggalkannya berhari-hari tanpa pengawasan

penelantaran anjing
ilustrasi penelantaran anjing (pexels.com/Dariusz Grosa)

Ketika ada binatang peliharaan apa pun di rumah, pemilik tidak boleh sembarangan meninggalkannya. Apalagi di rumah tak ada orang lain yang dapat mengawasi serta mengurusnya. Bahkan bila pemilik sudah menggunakan wadah makanan dan minuman otomatis, kebutuhan hewan bukan hanya itu.

Namanya saja binatang, terkadang ulahnya dapat di luar perkiraan. Meski ia telah lama tinggal di rumah, ketiadaan pemilik bisa membuatnya lebih penasaran tentang segala hal dan berujung pada bahaya. Contoh, binatang bermain-main dengan kabel sampai terjadi korsleting atau ia tersetrum.

Cara yang paling tepat agar binatang tetap aman ialah ditempatkan di tempat penitipan hewan. Biayanya memang gak murah. Namun, cara ini meminimalkan semua risiko, baik terkait keselamatan binatang itu sendiri maupun keamanan rumah dari potensi kejadian tak terduga.

6. Bersikap kasar pada hewan yang dianggap nakal

seekor kucing
ilustrasi seekor kucing (pexels.com/等等 等)

Memelihara binatang harus punya kesabaran yang tinggi. Di satu sisi, hewan peliharaan dapat membantu pemiliknya lebih sabar. Akan tetapi, sebaiknya orang yang hendak merawat hewan apa pun berlatih bersabar dulu.

Sebab kalau seseorang masih emosian, binatang di rumah bisa menjadi bulan-bulanan ketika ia kesal. Padahal, hewan dapat berulah macam-macam. Seperti buang kotoran di sembarang tempat walau sudah disediakan wadah khusus.

Terkadang binatang pun menabrak atau menjatuhkan berbagai barang di rumah. Juga merusak kursi, alas kaki, dan sebagainya. Belum lagi kalau sedang musim kawin, berisiknya minta ampun. Sering kali hewan yang sudah diberi makanan khusus yang mahal pun masih mencuri makanan manusia. Tanpa kesabaran, hewan dapat dianiaya oleh pemiliknya.

Memutuskan untuk memelihara binatang apa pun jangan hanya berdasarkan rasa suka yang dangkal dan sesaat. Pahami bahwa berurusan dengan makhluk hidup tidak semudah mengurus benda mati. Selain itu, jangan sampai kamu melakukan perilaku tidak bertanggung jawab saat memelihara binatang. Jika sikap masih sembrono, bahkan mengurus diri saja gak beres, lebih baik jangan memelihara binatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More