“Mahasiswa benar-benar membutuhkan sesuatu yang sesuai dengan diri mereka dan memberikan pendidikan berkualitas. Hal tersebut bergantung pada bidang yang ingin mereka tekuni serta layanan yang ditawarkan oleh kampus,” ujar Jeff Morgan.
Cara Mempersiapkan Diri Sebelum Kuliah Online, biar Gak Kaget!

Take a Deeper Reads

Kuliah online memang menawarkan fleksibilitas karena kamu bisa belajar tanpa harus selalu datang ke kampus. Namun, sistem ini tetap membutuhkan kesiapan karena sebagian besar proses belajar mengharuskan mahasiswa lebih mandiri dalam mengatur waktu dan mengikuti perkuliahan.
Sebelum mulai kuliah, ada beberapa hal yang bisa kamu persiapkan agar lebih siap menghadapi rutinitas belajar secara virtual. Mulai dari memahami program studi hingga memastikan perangkat dan jadwal belajar sudah siap, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yuk, cek!
1. Pahami jurusan dan program kuliah yang dipilih

ilustrasi bekerja depan laptop (pexels.com/oliadanilevich) Sebelum mendaftar kuliah online, pastikan jurusan yang dipilih memang sesuai dengan minat dan tujuanmu. Cari tahu mata kuliah yang akan dipelajari, kurikulum yang digunakan, serta keterampilan yang perlu dikuasai selama mengikuti program tersebut. Langkah ini penting agar kamu gak baru menyadari ketidaksesuaian jurusan setelah perkuliahan sudah berjalan.
Dikutip dari U.S. News & World Report, Jeff Morgan, associate provost yang mengawasi program online di University of Houston, mengatakan mahasiswa perlu memilih program yang sesuai dengan kebutuhan dan menawarkan pendidikan berkualitas. Karena itu, jangan hanya mempertimbangkan fleksibilitas kuliah online, tetapi perhatikan juga bidang studi, layanan kampus, serta pengalaman mahasiswa lain dari program tersebut.
2. Segera cari tahu siapa penasihat akademikmu

ilustrasi perempuan menggunakan laptop (pexels.com/zenchung) Penasihat akademik dapat membantu memahami mata kuliah yang perlu diambil dan menyusun rencana studi selama kuliah online. Karena itu, cari tahu kontak penasihat akademik sejak awal dan sampaikan latar belakang pendidikan, pekerjaan, serta waktu belajar yang tersedia agar sarannya sesuai dengan kondisimu.
Robert Voelker-Morris, interim director Office of the Provost's UO Online di University of Oregon, dikutip dari U.S. News & World Report, mengatakan penasihat akademik juga dapat membantu memahami tuntutan kuliah online. Jika pernah berkuliah sebelumnya, mereka dapat mengecek transkrip dan memastikan kamu mengikuti kurikulum yang tepat sehingga gak perlu mengurus proses akademik seorang diri.
“Seorang penasihat dapat memeriksa transkrip akademikmu, memastikan kamu mengikuti kurikulum yang tepat sehingga dapat menyelesaikan mata kuliah yang diperlukan, dan kamu gak perlu khawatir harus menjalani proses tersebut seorang diri,” ujar Kelley Bolden Bailey, dekan FAMU Online di Florida A&M University, dikutip dari laman yang sama.
3. Ikuti orientasi online sebelum kuliah dimulai

ilustrasi laptop (pexels.com/divinetechygirl) Kalau kampus menyediakan orientasi online, usahakan untuk mengikutinya meski sifatnya gak wajib. Kegiatan ini bisa menjadi kesempatan untuk mengenal sistem perkuliahan, pihak yang akan membantu selama studi, serta berbagai ekspektasi program. Kamu juga bisa memanfaatkan momen tersebut untuk menanyakan hal-hal yang masih belum jelas sebelum kelas dimulai.
Kelley Bolden Bailey menyebut orientasi sebagai salah satu cara terbaik untuk terhubung dengan penasihat akademik dan pihak-pihak yang mendukung mahasiswa. Sementara itu, Jeff Morgan mengatakan orientasi dapat membantu mahasiswa menyadari pertanyaan yang sebelumnya mungkin belum terpikirkan. Jadi, jangan menganggap orientasi sekadar kegiatan formal sebelum memulai kuliah.
“Di sanalah kamu akan bertemu dengan jajaran pimpinan akademik dari program yang ingin kamu ikuti, sekaligus mengenal semua pihak yang nantinya dapat membantu dan mendukungmu sebagai mahasiswa selama menjalani perkuliahan online,” ujar Kelley Bolden.
4. Kenali sistem kelas dan kebutuhan teknologinya

ilustrasi sekelompok orang melihat ke laptop (pexels.com/olly) Setiap kampus bisa memiliki sistem perkuliahan online yang berbeda, sehingga penting untuk mengetahuinya sejak awal. Cari tahu apakah kelas dilakukan secara sinkron dalam waktu nyata atau asinkron sesuai jadwal mahasiswa, terutama jika kamu juga bekerja. Pahami pula bagaimana ujian, tugas, dan penilaian akan dilakukan selama perkuliahan.
Selain sistem kelas, periksa perangkat yang dibutuhkan untuk mengikuti perkuliahan dengan lancar. Cari tahu spesifikasi komputer, kebutuhan perangkat lunak, kapasitas memori, kecepatan pemrosesan, serta koneksi internet yang diperlukan. Persiapan ini dapat membantumu menghindari kendala teknis ketika perkuliahan sudah dimulai.
5. Siapkan jadwal dan ruang belajar yang mendukung

ilustrasi wanita menatap fokus ke laptop (pexels.com/vladakarpovich) Kuliah online tetap membutuhkan komitmen waktu meskipun kamu gak perlu datang ke kampus setiap hari. Karena itu, tentukan waktu khusus untuk membaca materi, mengikuti kelas, mengerjakan tugas, dan belajar secara mandiri. Jika kamu juga bekerja atau memiliki kesibukan lain, sesuaikan jadwal kuliah dengan rutinitas tersebut agar waktu belajar tetap realistis.
Selain jadwal, siapkan tempat belajar yang nyaman dan minim gangguan. Pastikan meja, kursi, perangkat belajar, serta koneksi internet berada dalam kondisi yang mendukung aktivitas perkuliahan. Dengan persiapan tersebut, kamu bisa lebih mudah membangun rutinitas dan beradaptasi dengan pola belajar online sejak awal.
Dengan persiapan yang matang, kuliah online bisa terasa lebih terarah dan gak bikin kewalahan. Jadi, pastikan kamu sudah siap dari sisi akademik, teknis, hingga rutinitas belajar sebelum kelas dimulai.























