Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Inha University, Kampus Korea Selatan dengan Program Global
Inha University (inha.ac.kr)
  • Inha University di Incheon berdiri pada 1954, berawal sebagai institut teknologi, dan namanya menghubungkan Incheon dengan Hawaii sebagai penghormatan pada komunitas Korea di sana.
  • School of Global Convergence Studies menawarkan program International Business and Trade, Integrated Systems Engineering, serta Korean Language and Culture, dengan peluang pertukaran ke universitas mitra luar negeri.
  • Mahasiswa internasional dapat mengakses beasiswa berdasarkan kemampuan bahasa dan prestasi akademik, sementara sejumlah idol K-Pop seperti Chanyeol, Suho, dan Siwon tercatat sebagai alumni.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Korea Selatan punya banyak universitas yang menarik perhatian mahasiswa internasional, salah satunya Inha University yang berada di Incheon. Kampus ini punya sejarah panjang, program pendidikan dengan perspektif global, hingga berbagai fasilitas dan peluang beasiswa yang bisa dipertimbangkan calon mahasiswa asing.

Buat kamu yang sedang mencari kampus di Korea Selatan, mengenal universitasnya secara lebih dekat tentu penting sebelum menentukan pilihan. Dirangkum dari informasi resmi Inha University dan beberapa sumber terkait, berikut fakta menarik tentang Inha University yang bisa kamu ketahui sebelum mendaftar.

1. Inha University punya sejarah yang berkaitan dengan imigran Korea di Hawaii

Inha University (inha.ac.kr)

Inha University resmi berdiri pada 1954 dan sejarahnya berkaitan erat dengan komunitas Korea di Hawaii. Nama "Inha" merupakan gabungan "In" dari Incheon dan "Ha" dari Hawaii, sebagai penghormatan terhadap hubungan keduanya sekaligus semangat meningkatkan kemampuan industri dan teknologi Korea.

Pada awalnya, Inha bernama Inha Institute of Technology dengan enam jurusan teknik, yaitu Metalurgi, Mesin, Pertambangan, Listrik, Perkapalan, dan Teknik Kimia. Kampus ini kemudian berkembang hingga pada 1971 resmi berubah menjadi Inha University setelah mendapat persetujuan untuk naik status menjadi universitas.

2. Punya kesempatan mengikuti pertukaran pelajar

Inha University (inha.ac.kr)

Mahasiswa School of Global Convergence Studies (SGCS) juga memiliki kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar ke universitas mitra Inha University di luar Korea Selatan. Program ini memungkinkan mahasiswa belajar selama satu atau dua semester di kampus mitra sekaligus mendapatkan pengalaman akademik dan budaya di negara lain.

Untuk SGCS, mahasiswa dapat mendaftar setelah menempuh lebih dari lima semester dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk ketentuan IPK dan kemampuan bahasa Inggris. Program ini bisa menjadi salah satu kesempatan menarik bagi mahasiswa internasional, termasuk mahasiswa asal Indonesia, yang ingin memperluas pengalaman studi selama berkuliah di Korea.

3. Punya tiga jurusan dengan fokus yang berbeda

Inha University (inha.ac.kr)

School of Global Convergence Studies (SGCS) menjadi salah satu bagian menarik dari Inha University karena menawarkan tiga jurusan dengan bidang yang cukup beragam, yaitu International Business and Trade (IBT), Integrated Systems Engineering (ISE), serta Korean Language and Culture (KLC). Pilihan tersebut memungkinkan mahasiswa memilih bidang sesuai minat, mulai dari bisnis internasional, teknologi dan teknik, hingga bahasa serta budaya Korea.

Ketiga program tersebut ditempuh selama empat tahun dengan pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan dasar dan mata kuliah sesuai bidang masing-masing. Khusus mahasiswa IBT dan ISE, tersedia pula Program Bahasa Korea SGCS selama dua tahun untuk membantu meningkatkan kemampuan bahasa Korea akademis sekaligus mendukung proses adaptasi dengan kehidupan dan budaya di Korea.

4. Menawarkan berbagai peluang beasiswa bagi mahasiswa internasional

Inha University (inha.ac.kr)

Beasiswa bisa menjadi pertimbangan penting bagi mahasiswa internasional yang ingin kuliah di luar negeri. Berdasarkan informasi SGCS, beasiswa tersedia berdasarkan kemampuan bahasa Korea atau Inggris, prestasi akademik, serta status mahasiswa, dengan bantuan berupa potongan hingga pembebasan biaya kuliah.

Untuk mahasiswa baru, misalnya, tersedia beasiswa berdasarkan skor TOEFL iBT, IELTS, atau TOPIK. Beberapa kategori mencantumkan pembebasan biaya kuliah hingga empat tahun dan tunjangan bulanan KRW300 ribu atau sekitar Rp3,8 juta. Karena ketentuannya dapat berubah, calon mahasiswa perlu mengecek panduan penerimaan terbaru SGCS.

5. Punya alumni dari kalangan idol K-Pop

Inha University (inha.ac.kr)

Inha University ternyata menjadi almamater sejumlah idol KPop. Beberapa di antaranya adalah Chanyeol dan Suho dari EXO, Choi Siwon dan Ryeowook dari Super Junior, Changmin TVXQ, serta No Min Woo. Mereka menempuh bidang studi yang beragam, mulai dari desain interior, teater dan film, hingga manajemen budaya.

Kehadiran para idol tersebut menjadi salah satu fakta menarik tentang Inha University. Hal ini juga menunjukkan bahwa kampus tersebut pernah menjadi pilihan bagi sejumlah figur dari industri hiburan Korea.

Dengan sejarah panjang dan berbagai program berorientasi global, Inha University bisa jadi salah satu pilihan menarik buat kamu yang ingin kuliah di Korea Selatan. Sebelum mendaftar, pastikan kamu mengecek persyaratan, beasiswa, biaya kuliah, dan biaya hidup terbaru agar pilihanmu makin mantap

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article