Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gus Ipul Apresiasi Sumedang, Sekolah Rakyat Capai 98 Persen

4 min read
Gus Ipul Apresiasi Sumedang, Sekolah Rakyat Capai 98 Persen
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan arahan dalam kegiatan Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). (dok. Kementerian Sosial)
  • Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Sumedang telah mencapai 98 persen dan ditargetkan rampung dalam beberapa bulan; alokasi siswa SD juga terpenuhi.

  • Gus Ipul menilai siswa Sekolah Rakyat Sumedang berkembang setelah setahun, terlihat dari peningkatan kepercayaan diri, kesehatan, kemampuan akademik, dan kedisiplinan.

  • Lebih dari 50 persen warga Sumedang terdaftar Perlinsos Digital, sementara 120 rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat disetujui untuk renovasi mulai November 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat dan pengembangan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.

Gus Ipul mengatakan Sumedang menjadi salah satu daerah yang mampu memenuhi alokasi siswa Sekolah Rakyat, khususnya pada jenjang sekolah dasar (SD). Ia juga menyoroti pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Sumedang yang kini telah mencapai 98 persen.

“Saya terima kasih kepada Pak Bupati, tidak semua kabupaten/kota itu bisa memenuhi alokasi untuk SD. Tapi alhamdulillah, di Kabupaten Sumedang ini, Bupatinya kerja keras, sehingga siswa siswi SD-nya mencukupi alokasinya,” kata Gus Ipul saat memberikan arahan dalam kegiatan Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).

  1. 1. Gedung Sekolah Rakyat Sumedang capai 98 persen

    6ddbde9c-d3e3-42ca-a52e-9692b917933a.jpeg
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan arahan dalam kegiatan Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). (dok. Kementerian Sosial)

    Gus Ipul mengatakan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Sumedang saat ini telah mencapai 98 persen. Ia menargetkan pembangunan tersebut dapat rampung dalam beberapa bulan ke depan.

    “Seperti di sini (Sumedang) yang sekarang sudah 98 persen ini. Insya Allah beberapa bulan ke depan sudah bisa 100 persen. Tanahnya ini disediakan oleh Pak Bupati. Pembangunannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Bapak Presiden Prabowo. Penanggungjawab operasionalnya adalah Kementerian Sosial dibantu dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” jelasnya.

    Selain pembangunan fasilitas, Gus Ipul menilai penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Sumedang mulai menunjukkan perkembangan pada siswa. Menurutnya, setelah setahun mengikuti pendidikan, siswa terlihat lebih percaya diri, baik dalam mengikuti kegiatan di depan publik maupun dari sisi kesehatan, kemampuan akademik, dan kedisiplinan.

    “Dulu setahun yang lalu ketika mereka masuk pertama kali di Sekolah Rakyat, mereka adalah siswa kurang percaya diri, tidak berani tampil di depan publik, di depan masyarakat, di depan audiens, kurang percaya diri. Tapi hari ini kita lihat anak-anak kita sudah tumbuh berkembang dengan baik dari sisi kesehatan, dari sisi kemampuan akademik maupun dari kedisiplinan,” ujarnya.

  2. 2. Lebih dari 50 persen warga Sumedang terdaftar Perlinsos Digital

    d2a4e7f4-cea2-4099-898b-afe817d80055.jpeg
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan arahan dalam kegiatan Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). (dok. Kementerian Sosial)

    Selain Sekolah Rakyat, Pemkab Sumedang juga mendapat apresiasi karena mendorong masyarakat mendaftar Perlinsos Digital. Gus Ipul mengatakan jumlah warga Sumedang yang telah terdaftar dalam Perlinsos Digital sudah mencapai lebih dari 50 persen.

    “Saya terima kasih, memang Sumedang selalu di depan. Sumedang sudah bisa mencapai target lebih dari 50 persen warganya sudah terdaftar di Perlinsos (Digital),” kata Gus Ipul.

    Menurutnya, digitalisasi perlindungan sosial dapat membantu pemerintah memperoleh data yang lebih akurat untuk mendukung penyaluran bantuan sosial.

    “Selama ini ditengarai bantuan sosial itu banyak yang tidak tepat sasaran. Dengan adanya digitalisasi bansos lewat salah satu strateginya adalah perlinsos atau pelindungan sosial dengan menggunakan teknologi ini bisa menjangkau lebih banyak lagi, dan mampu memberikan data-data yang lebih akurat untuk bisa disalurkan bantuan-bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

    Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan pihaknya melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk memperbanyak Agen Perlinsos. Mereka antara lain berasal dari kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, aparat pemerintah, pendamping PKH, penyuluh agama, camat, hingga perangkat desa, RT, dan RW.

    “Kita mobilisasi, orkestrasi, termasuk akademisi, bisnis, komunitas, government, semuanya dilibatkan untuk memperbanyak agen. Disamping agen dari pendamping PKH, penyuluh agama, seluruh pimpinan SKPD jadi agen juga, para camat jadi agen, desa, RT dan RW,” kata Dony.

  3. 3. 120 rumah orang tua siswa akan direnovasi

    c4bd89ca-d93e-42c1-84eb-98146e17e522.jpeg
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan arahan dalam kegiatan Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). (dok. Kementerian Sosial)

    Dukungan Pemkab Sumedang terhadap Sekolah Rakyat juga menyasar kondisi tempat tinggal keluarga siswa. Dony mengatakan sebanyak 150 kepala keluarga (KK) orang tua siswa Sekolah Rakyat telah diajukan untuk memperoleh bantuan renovasi rumah tidak layak huni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Dari jumlah tersebut, sebanyak 120 rumah telah disetujui dan ditargetkan mulai dibangun pada November 2026.

    “Alhamdulillah, orang tua siswa Sekolah Rakyat, 150 KK, sudah mengusulkan untuk rumah tidak layak huni, untuk rutilahu dari BSPS. Dan 120 rumahnya (di antaranya) telah disetujui. Insya Allah Pak Menteri, November ini 120 rumah akan dibangun bagi orang tua siswa Sekolah rakyat,” pungkasnya.

    Keterlibatan Pemkab Sumedang tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus penguatan perlindungan sosial di tingkat masyarakat. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More