Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Pers Nasional 2026: Logo, Tema, dan Filosofinya

Ilustrasi pers jurnalis (pexels.com/Photo by Yunus Erdogdu)
Ilustrasi pers jurnalis (pexels.com/Photo by Yunus Erdogdu)

Hari Pers Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk kembali mengingat peran pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengawas, pendidik, dan jembatan komunikasi antara masyarakat dan berbagai pihak.

Di tengah arus informasi yang semakin cepat, keberadaan pers yang profesional dan beretika menjadi semakin dibutuhkan. Peringatan Hari Pers Nasional 2026 juga menjadi ruang refleksi bagi insan pers untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

1. Tema Hari Pers Nasional 2026

Tema Hari Pers Nasional 2026 (foto via ppid.serangkota.go.id)
Tema Hari Pers Nasional 2026 (foto via ppid.serangkota.go.id)

Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap 9 Februari, bertepatan dengan momentum berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada tahun 1946. Mengutip laman Portal Resmi Provinsi Banten, pada peringatan HPN 2026, tema yang diusung adalah “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, sebagai penegasan peran pers dalam mendukung kemandirian ekonomi dan ketahanan bangsa.

Pada tahun 2026, Provinsi Banten dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan Hari Pers Nasional. Rangkaian kegiatan HPN dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 9 Februari 2026 dan berpusat di Kota Serang, dengan melibatkan insan pers dari berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Kota Serang, peringatan HPN 2026 akan dimeriahkan dengan beragam agenda. Kegiatan tersebut meliputi seminar jurnalistik, forum kebangsaan, aksi sosial, pameran UMKM, serta pameran foto jurnalistik yang terbuka dan melibatkan partisipasi masyarakat luas.

2. Logo Hari Pers Nasional 2026

Logo Hari Pers Nasional 2026 (foto via bantenprov.go.id)
Logo Hari Pers Nasional 2026 (foto via bantenprov.go.id)

Berdasarkan informasi dari Portal Resmi Provinsi Banten, maskot yang diperkenalkan untuk peringatan Hari Pers Nasional 2026 adalah “Si Juhan”. Maskot ini dihadirkan sebagai simbol yang sarat makna dan mencerminkan karakter kuat dari perhelatan HPN tahun tersebut.

Sosok Badak Jawa yang tangguh dipadukan dengan nilai-nilai luhur masyarakat Baduy melambangkan semangat pers yang sehat, profesional, menjunjung kejujuran, serta memiliki keberpihakan kepada kepentingan publik. Makna ini menegaskan peran pers sebagai pilar penting dalam menjaga informasi yang bertanggung jawab dan berintegritas.

3. Filosofi logo Hari Pers Nasional 2026

Filosofi logo Hari Pers Nasional 2026 (foto via bantenprov.go.id)
Filosofi logo Hari Pers Nasional 2026 (foto via bantenprov.go.id)

Masih merujuk laman yang sama, maskot “Si Juhan” yang dihadirkan dalam peringatan Hari Pers Nasional tidak sekadar menjadi elemen visual semata. Setiap detail pada tampilan Si Juhan dirancang dengan filosofi yang kuat dan sarat makna, sebagai representasi nilai-nilai yang ingin dijunjung oleh dunia pers Indonesia.

Unsur budaya lokal dipadukan dengan simbol profesi jurnalistik untuk menggambarkan pers yang berakar pada kearifan lokal, namun tetap relevan dengan perkembangan zaman. Berikut ini adalah filosofi dan makna dari setiap elemen yang melekat pada sosok “Si Juhan” sebagai maskot Hari Pers Nasional.

  • Ikat kepala (lomar): melambangkan penghormatan terhadap tradisi dan leluhur, sekaligus mencerminkan integritas moral yang kuat dan prinsip yang tidak mudah goyah. 
  • Tangan melambai: menjadi simbol sikap ramah, terbuka, dan inklusif dalam menyambut kehadiran ribuan insan pers dari berbagai daerah di Banten. 
  • Ekspresi ceria dan mata yang ekspresif: menggambarkan karakter pers yang komunikatif, mudah didekati, serta memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. 
  • Pena dan buku catatan: merepresentasikan tugas utama jurnalis dalam mencatat fakta, menghimpun suara publik, dan merekam dinamika kehidupan sosial.
  • Pangsi hitam: mencerminkan kesederhanaan, kejujuran, serta kerendahan hati sebagai nilai dasar dalam menjalankan profesi pers.
  • Tas koja: menjadi metafora ruang untuk menghimpun informasi dan aspirasi masyarakat, dengan menjunjung nilai keberlanjutan dan keseimbangan.
  • Kartu pers di dalam tas: melambangkan identitas, legitimasi, serta profesionalisme insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Pada akhirnya, Hari Pers Nasional 2026 mengingatkan bahwa pers yang kuat adalah salah satu pilar utama demokrasi. Kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab, integritas, dan keberpihakan pada kebenaran. Dukungan masyarakat terhadap pers yang sehat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

6 Hal Kecil yang Menentukan Chemistry dalam Hubungan, Biar Langgeng!

09 Feb 2026, 12:15 WIBLife