Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Info Rekrutmen Bintara PK TNI AU 2026, Catat Syarat dan Caranya!
Ilustrasi TNI. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
  • TNI Angkatan Udara membuka rekrutmen Bintara PK Gelombang II/A-58 Tahun Anggaran 2026 untuk lulusan SMA, MA, SMK, hingga D3 dari berbagai jurusan.
  • Pendaftaran berlangsung 18 Mei–20 Juni 2026 secara online di situs resmi TNI AU, dengan seleksi pusat dijadwalkan 7–27 Agustus 2026 di Lanud Adi Soemarmo.
  • Peserta yang lulus pendidikan di Skadik 402 (pria) dan Skadik 401 (wanita) akan dilantik sebagai Bintara PK TNI AU berpangkat Sersan Dua tanpa biaya pendaftaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

TNI Angkatan Udara resmi membuka rekrutmen Bintara PK Gelombang II/A-58 Tahun Anggaran 2026. Pendaftaran dibuka mulai 18 Mei hingga 20 Juni 2026 melalui situs resmi rekrutmen TNI AU. Kesempatan ini terbuka luas bagi lulusan SMA, MA, SMK, hingga D3 dari berbagai jurusan.

Kalau kamu punya impian berkarier di sini, jangan lewatkan kesempatan tersebut. Catat syarat dan cara pendaftarannya di bawah ini!

1. Persyaratan pendaftaran

Ilustrasi TNI (unsplash.com/Arkana Bilal)

Berikut adalah beberapa persyaratan yang wajib kamu penuhi jika tertarik mendaftar:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)

  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa

  • Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 2945

  • Lulusan D3 usia maksimal 25 tahun per 29 Agustus 2026

  • Lulusan SMA/MA/SMK usia minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 24 tahun per 29 Agustus 2026

  • Tidak memiliki catatan kriminal yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian NKRI

  • Sehat jasmani dan rohani

  • Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan

  • Lulus pendidikan pertama untuk membentuk prajurit siswa menjadi prajurit

2. Timeline pendaftaran

ilustrasi TNI AD (ANTARA FOTO/Fauzan)

Pendaftaran seleksi ini dibuka pada 18 Mei-20 Juni 2026. Dilanjutkan dengan seleksi tingkat pusat pada 7-27 Agustus 2026 di Lanud Adi Soemarmo. Pendidikan pertama akan dibuka pada 29 Agustus 2026.

Pendidikan dilakukan di Skadik 402 untuk laki-laki dan Skadik 401 untuk perempuan. Peserta yang berhasil lulus pendidikan akan diangkat menjadi Bintara PK TNI AU berpangkat Sersan Dua (Serda).

3. Tata cara pendaftaran

Ilustrasi TNI (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Pendaftaran dilangsungkan secara online lewat situs http://rekrutmen.tni-au.mil.id/. Ikuti langkah-langkahnya ini:

  • Silakan buat akun baru dengan mengisi data berupa data diri hingga jenjang pendidikan

  • Validasi akun dan silakan login menggunakan username dan password yang sudah terverifikasi

  • Lengkapi biodata berisi data pribadi, data pendidikan, data orangtua, dan prestasi

  • Cetak kartu daftar dalam bentuk PDF

  • Silakan daftar ulang ke Lanud tujuan

Sebagai informasi tambahan, seleksi ini tidak dipungut biaya. Informasi lebih detail bisa kamu lihat di https://rekrutmen.tni-au.mil.id/mn_bintara2#syarat. Selamat mencoba!

FAQ Seputar Info Rekrutmen Bintara PK TNI AU 2026

Apa saja syarat pendidikan dan usia minimal untuk mendaftar Bintara PK TNI AU 2026?

Pendaftaran terbuka bagi lulusan SMA/MA (IPA/IPS) atau SMK sederajat dengan batas usia minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama.

Bagaimana ketentuan tinggi badan minimal bagi calon pria dan wanita?

Calon Bintara PK pria diwajibkan memiliki tinggi badan minimal 163 cm, sedangkan untuk calon Bintara PK wanita (Wara) wajib memiliki tinggi badan minimal 157 cm dengan berat badan seimbang.

Di mana proses pendaftaran dilakukan dan apakah dikenakan biaya?

Pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui situs resmi rekrutmen TNI AU (diajurit.tni-au.mil.id), dilanjutkan dengan validasi fisik di Lanud terdekat, dan seluruh proses seleksi ini 100% gratis tanpa dipungut biaya apa pun.

Apa saja tahapan seleksi utama yang harus dilewati oleh setiap calon prajurit?

Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan (fisik luar dan dalam), uji kesamaptaan jasmani, tes psikologi, penelitian personel (litpers), hingga sidang pantukhir pusat.

Editorial Team