Kehadiran media sosial tidak hanya mengubah cara manusia berkomunikasi, tetapi juga memberikan dampak besar pada perkembangan dunia sastra melalui fenomena yang dikenal sebagai instapoetry. Istilah ini merujuk pada jenis puisi pendek yang ditulis dan dibagikan secara visual melalui platform seperti Instagram untuk menjangkau audiens yang lebih luas secara instan.
Berbeda dengan puisi konvensional yang sering kali ditemukan dalam buku-buku tebal, instapoetry hadir dengan format yang lebih minimalis, lugas, dan sangat mengandalkan estetika visual. Perubahan ini memicu diskusi menarik di kalangan pecinta literasi mengenai bagaimana sebuah karya seni dapat beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan maknanya.
Di Indonesia sendiri, tren ini semakin menjamur dan menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk kembali mencintai dunia literasi dengan cara yang lebih modern.
