Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Cara Menata Lemari Pakaian agar Pagi Hari Gak Ribet Cari Outfit

7 Cara Menata Lemari Pakaian agar Pagi Hari Gak Ribet Cari Outfit
ilustrasi pakaian berantakan (pexels.com/ronlach)
Intinya Sih
  • Artikel membahas cara menata lemari agar lebih rapi dan efisien, dimulai dari menyortir pakaian yang masih digunakan hingga mengelompokkan berdasarkan kategori dan warna.
  • Ditekankan pentingnya menempatkan pakaian favorit di area mudah dijangkau serta memanfaatkan ruang vertikal dan sekat laci untuk barang kecil agar penyimpanan lebih optimal.
  • Penggunaan hanger seragam dan tempat khusus aksesori membantu menjaga kerapian visual lemari sekaligus mempercepat proses memilih outfit setiap pagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah gak kamu sudah mepet berangkat, tapi malah sibuk membongkar lemari karena baju yang ingin dipakai susah ketemu? Situasi seperti ini sering terjadi ketika lemari penuh, tetapi isi di dalamnya tidak tertata dengan baik. Akibatnya, waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk sarapan atau bersiap, justru habis untuk mencari outfit.

Padahal, menata lemari gak harus selalu identik dengan membeli organizer mahal atau menghabiskan waktu seharian. Dengan beberapa perubahan sederhana, kamu bisa membuat isi lemari lebih rapi, mudah diakses, dan tentunya mempersingkat drama memilih pakaian setiap pagi. Yuk, mulai terapkan beberapa cara berikut!

1. Sortir pakaian yang benar-benar masih kamu pakai

ilustrasi melipat pakaian (pexels.com/annushkaahuja)
ilustrasi melipat pakaian (pexels.com/annushkaahuja)

Sebelum menata lemari, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memilah isi lemari terlebih dahulu. Coba keluarkan semua pakaian dan lihat kembali mana yang masih sering dipakai, mana yang sudah jarang disentuh, serta mana yang sebenarnya hanya memenuhi ruang penyimpanan. Semakin sedikit barang yang tidak terpakai, semakin mudah pula kamu menemukan outfit yang dibutuhkan.

Selain membuat lemari terasa lebih lega, proses sortir juga membantu kamu memahami isi koleksi pakaian yang dimiliki. Banyak orang sering merasa tidak punya baju, padahal sebenarnya hanya kesulitan melihat apa yang sudah ada di dalam lemari. Dengan mengurangi tumpukan yang tidak diperlukan, proses memilih pakaian pun jadi jauh lebih praktis.

"Merapikan dan mengurangi barang adalah langkah yang paling utama. Sulit menata sesuatu ketika jumlah barang yang harus diurus terlalu banyak. Lepaskan barang-barang yang tidak diperlukan lagi, maka kamu akan lebih mudah melihat apa yang sebenarnya kamu miliki dan butuhkan," ujar Cathy Orr, professional organizer dan Co-founder The Uncluttered Life, dikutip dari Martha Stewart.

2. Kelompokkan pakaian agar lebih mudah dicari

ilustrasi lemari pakaian (pexels.com/anastasiashuraeva)
ilustrasi lemari pakaian (pexels.com/anastasiashuraeva)

Setelah proses sortir selesai, hindari menyimpan pakaian secara acak. Kelompokkan pakaian berdasarkan kategori, misalnya kaus dengan kaus, kemeja dengan kemeja, celana dengan celana, dan seterusnya. Cara sederhana ini membuatmu tidak perlu mengacak-acak seluruh lemari saat mencari satu item tertentu.

Kalau ingin lebih rapi lagi, kamu bisa menyusunnya berdasarkan warna di dalam setiap kategori. Selain terlihat lebih estetik, susunan seperti ini juga membantu saat ingin memadukan outfit. Bahkan, memilih pakaian di pagi hari bisa terasa jauh lebih cepat karena semua item mudah terlihat.

"Akan sangat membantu jika atasan ditempatkan di bagian atas dan bawahan di bagian bawah. Cara ini membuat kita lebih mudah memikirkan kombinasi outfit yang ingin dipakai," ujar Cathy Orr.

3. Letakkan pakaian favorit di area yang paling mudah dijangkau

ilustrasi pakaian di gantung (pexels.com/ronlach)
ilustrasi pakaian di gantung (pexels.com/ronlach)

Setiap orang pasti punya beberapa pakaian andalan yang paling sering dipakai untuk bekerja, kuliah, atau aktivitas sehari-hari. Daripada menyimpannya di bagian belakang lemari, letakkan pakaian tersebut pada area yang mudah terlihat dan dijangkau. Idealnya, pakaian harian berada setinggi pandangan mata agar bisa langsung diambil tanpa perlu mencari-cari.

Sementara itu, pakaian pesta, koleksi khusus, atau item yang jarang digunakan bisa dipindahkan ke bagian atas atau belakang lemari. Penataan berdasarkan frekuensi penggunaan seperti ini, membuat aktivitas berpakaian jadi lebih efisien. Kamu pun gak perlu lagi menumpuk pakaian di kursi hanya karena malas mengembalikannya ke tempat semula.

"Jika kamu harus melewati pakaian pesta atau berbagai barang kenangan hanya untuk mengambil pakaian sehari-hari, pada akhirnya kamu akan melemparkan semuanya ke lantai atau ke kursi agar lebih mudah dijangkau. Inilah yang menyebabkan munculnya fenomena chair-drobe, yaitu kursi yang berubah fungsi menjadi tempat menumpuk pakaian," ujar Lucy Milligan Wahl, professional organizer dan Owner LMW Edits, dikutip dari Martha Stewart.

4. Gunakan sekat laci untuk barang-barang kecil

ilustrasi lipatan baju (pexels.com/paggiarofrancesco)
ilustrasi lipatan baju (pexels.com/paggiarofrancesco)

Barang-barang kecil seperti kaus kaki, pakaian dalam, tank top, hingga aksesori sering menjadi sumber kekacauan di dalam laci. Tanpa sistem penyimpanan yang jelas, semua barang akan bercampur menjadi satu dan sulit ditemukan ketika sedang terburu-buru. Karena itu, penggunaan sekat laci bisa menjadi solusi yang sangat membantu.

Dengan adanya sekat, setiap barang memiliki tempat khusus sehingga lebih mudah dicari. Selain membuat laci terlihat lebih rapi, kebiasaan ini juga menghemat waktu setiap pagi. Kamu gak perlu lagi membongkar seluruh isi laci hanya untuk mencari satu pasang kaus kaki yang cocok.

5. Manfaatkan ruang vertikal yang sering terabaikan

ilustrasi gantungan baju (pexels.com/martproduction)
ilustrasi gantungan baju (pexels.com/martproduction)

Saat melihat lemari, kebanyakan orang hanya fokus pada area gantungan dan rak utama. Padahal, bagian atas lemari sering kali masih menyisakan ruang kosong yang bisa dimanfaatkan sebagai area penyimpanan tambahan. Menambahkan rak ekstra atau kotak organizer bisa menjadi cara sederhana untuk memaksimalkan kapasitas lemari.

Ruang tambahan ini cocok digunakan untuk menyimpan tas, pakaian musiman, atau barang yang tidak digunakan setiap hari. Dengan begitu, area utama lemari tetap lapang dan lebih mudah diakses. Hasilnya, pakaian yang sering digunakan tidak tertutup oleh tumpukan barang lain.

6. Ganti hanger dengan model yang tipis dan seragam

ilustrasi hanger (pexels.com/mibernaa)
ilustrasi hanger (pexels.com/mibernaa)

Banyak orang tidak menyadari bahwa jenis hanger juga memengaruhi kerapian lemari. Hanger yang ukurannya berbeda-beda membuat susunan pakaian terlihat semrawut dan memakan lebih banyak ruang. Sebaliknya, hanger tipis dengan model seragam mampu menciptakan tampilan yang lebih rapi dan teratur.

Selain menghemat ruang, hanger yang tepat juga membantu pakaian tetap dalam kondisi baik. Lemari akan terlihat lebih bersih secara visual dan memudahkanmu melihat seluruh koleksi pakaian dalam sekali pandang. Cara ini mungkin sederhana, tetapi efeknya cukup besar terhadap kenyamanan saat memilih outfit.

7. Sediakan tempat khusus untuk aksesori favorit

ilustrasi storage dan kursi
ilustrasi storage dan kursi (pexels.com/dada-_design)

Aksesori seperti jam tangan, kalung, syal, hingga ikat pinggang sering menjadi sentuhan akhir yang menyempurnakan penampilan. Namun jika disimpan sembarangan, barang-barang tersebut justru mudah terlupakan atau sulit ditemukan saat dibutuhkan. Karena itu, cobalah menyediakan area khusus untuk menyimpan aksesori yang paling sering digunakan.

Kamu bisa memanfaatkan kait gantung, pegboard kecil, atau organizer khusus agar semuanya mudah terlihat. Saat semua aksesori tersimpan dengan rapi, proses mix and match outfit pun menjadi lebih cepat. Pagi hari terasa lebih santai karena kamu gak perlu lagi mencari-cari aksesori di berbagai sudut kamar.

Lemari yang tertata rapi bisa bikin proses memilih outfit jadi lebih cepat dan minim drama. Jadi, gak ada lagi cerita panik mencari baju saat waktu berangkat sudah mepet, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More