ilustrasi anak sekolah (pexels.com/Yan Krukau)
Banyak anggapan menyebut jalur domisili menjadi penyebab SD negeri kehilangan murid. Namun, menurut Prof. Dinn, hal tersebut tidak bisa disimpulkan begitu saja tanpa melihat data di lapangan.
Faktanya, masih banyak sekolah negeri yang menerapkan jalur domisili tetapi tetap menerima pendaftar dalam jumlah besar. Begitu pula dengan kebijakan menggabungkan atau merger sekolah yang sepi murid. Meski dapat menjadi solusi, kebijakan ini juga berpotensi menimbulkan persoalan baru jika lokasi sekolah hasil penggabungan justru semakin jauh dari permukiman warga.
Ia juga menilai kualitas guru maupun fasilitas bukan satu-satunya faktor yang membuat SD negeri sepi peminat. Guru di sekolah negeri telah memiliki standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah dan kualitasnya terus ditingkatkan melalui berbagai program. Sementara itu, pemerintah juga memiliki program revitalisasi sekolah untuk memperbaiki sarana dan prasarana, meski pelaksanaannya masih menyesuaikan kemampuan masing-masing daerah.
Itulah beberapa faktor yang menjelaskan kenapa SD negeri terus kekurangan murid di sejumlah daerah. Ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, sehingga tidak bisa disamaratakan.
Kenapa SD negeri terus kekurangan murid? | Karena dipengaruhi banyak faktor, seperti penurunan angka kelahiran, perubahan demografi, persebaran penduduk yang tidak merata, serta semakin selektifnya orang tua dalam memilih sekolah. |
Apakah kualitas guru SD negeri kalah dibanding sekolah swasta? | Tidak. Guru SD negeri memiliki standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah dan terus mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kualitasnya. |
Mengapa ada SD negeri yang tetap ramai peminat? | Biasanya karena berada di wilayah dengan jumlah anak usia sekolah yang tinggi, memiliki reputasi baik, serta mudah dijangkau masyarakat. |