Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa SD Negeri Terus Kekurangan Murid? Ini Kata Ahli
ilustrasi anak SD, sekolah dasar (unsplash.com/Bayu Syaits)
  • Fenomena kekurangan murid di SD negeri terjadi tidak merata, dipengaruhi oleh faktor wilayah, jumlah penduduk, dan preferensi orang tua.

  • Penurunan angka kelahiran serta persebaran penduduk yang tidak merata membuat jumlah anak usia sekolah dasar berkurang di beberapa daerah.

  • Orang tua kini lebih selektif memilih sekolah berdasarkan fasilitas, program belajar, dan kenyamanan, sehingga sebagian memilih sekolah swasta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tahun ajaran baru biasanya identik dengan ramainya proses penerimaan siswa. Namun, tidak sedikit SD negeri di berbagai daerah yang justru mengalami penurunan jumlah murid baru. Kondisi ini menjadi perhatian karena terjadi di berbagai wilayah dengan penyebab yang berbeda-beda.

Lantas, kenapa SD negeri terus kekurangan murid? Fenomena ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari penurunan angka kelahiran, perubahan persebaran penduduk, hingga semakin selektifnya orang tua dalam memilih sekolah. Untuk mengetahui penyebab lengkapnya, simak ulasan berikut.

1. Kenapa SD negeri terus kekurangan murid?

murid SD kelas awal dibiasakan untuk memakai pensil (commons.wikimedia.org/Galeri Ega)

Fenomena SD negeri yang kekurangan murid tidak bisa dijelaskan hanya dengan satu penyebab. Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dinn Wahyudin, menjelaskan bahwa masih banyak SD negeri yang setiap tahun justru kebanjiran pendaftar hingga kuotanya penuh.

Karena itu, kondisi setiap sekolah perlu dilihat berdasarkan karakteristik wilayahnya. Ada sekolah yang ramai peminat, tetapi ada juga yang terus mengalami penurunan jumlah siswa.

Menurutnya, berkurangnya murid di sejumlah SD negeri dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari perubahan jumlah penduduk, lokasi sekolah, hingga preferensi orang tua dalam memilih sekolah. Oleh sebab itu, kondisi ini tidak bisa digeneralisasi seolah-olah semua SD negeri mengalami masalah yang sama. Setiap daerah memiliki tantangan dan penyebab yang berbeda.

2. Jumlah anak usia sekolah terus berkurang

ilustrasi anak SD (unsplash.com/Syahrul Alamsyah Wahid)

Salah satu penyebab utama SD negeri kekurangan murid adalah menurunnya angka kelahiran dalam beberapa tahun terakhir. Keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) di sejumlah daerah membuat jumlah kelahiran lebih terkendali. Dampaknya, jumlah anak yang memasuki usia sekolah dasar juga semakin sedikit sehingga calon siswa baru yang tersedia setiap tahun ikut berkurang.

Selain itu, perubahan demografi dan persebaran penduduk yang tidak merata membuat kondisi setiap wilayah berbeda. Ada daerah yang mengalami penurunan jumlah penduduk usia sekolah cukup signifikan sehingga sekolah di wilayah tersebut kesulitan mendapatkan murid. Sementara di daerah lain yang penduduknya masih padat, SD negeri justru tetap menjadi pilihan utama masyarakat dan tidak mengalami kekurangan siswa.

3. Orang tua kini lebih selektif memilih sekolah

ilustrasi pertemuan tatap muka antara guru dan wali murid untuk masalah yang sensitif (pexels.com/Rasyid Ahmad)

Perubahan cara orang tua memilih sekolah juga menjadi faktor yang memengaruhi jumlah murid di SD negeri. Saat ini, banyak orang tua tidak hanya mempertimbangkan biaya pendidikan, tetapi juga memperhatikan lokasi sekolah, fasilitas, program pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga kenyamanan lingkungan belajar. Jika merasa mampu secara ekonomi, sebagian orang tua memilih menyekolahkan anak di sekolah swasta yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Meski demikian, bukan berarti semua sekolah swasta selalu penuh peminat. Prof. Dinn menegaskan bahwa persaingan antar sekolah swasta juga cukup tinggi. Umumnya, sekolah swasta yang memiliki reputasi baik dan fasilitas lengkap lebih diminati, sedangkan banyak sekolah swasta lainnya juga menghadapi tantangan serupa, yaitu kesulitan mendapatkan siswa baru.

4. Bukan karena jalur domisili, fasilitas, atau kualitas guru

ilustrasi anak sekolah (pexels.com/Yan Krukau)

Banyak anggapan menyebut jalur domisili menjadi penyebab SD negeri kehilangan murid. Namun, menurut Prof. Dinn, hal tersebut tidak bisa disimpulkan begitu saja tanpa melihat data di lapangan.

Faktanya, masih banyak sekolah negeri yang menerapkan jalur domisili tetapi tetap menerima pendaftar dalam jumlah besar. Begitu pula dengan kebijakan menggabungkan atau merger sekolah yang sepi murid. Meski dapat menjadi solusi, kebijakan ini juga berpotensi menimbulkan persoalan baru jika lokasi sekolah hasil penggabungan justru semakin jauh dari permukiman warga.

Ia juga menilai kualitas guru maupun fasilitas bukan satu-satunya faktor yang membuat SD negeri sepi peminat. Guru di sekolah negeri telah memiliki standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah dan kualitasnya terus ditingkatkan melalui berbagai program. Sementara itu, pemerintah juga memiliki program revitalisasi sekolah untuk memperbaiki sarana dan prasarana, meski pelaksanaannya masih menyesuaikan kemampuan masing-masing daerah.

Itulah beberapa faktor yang menjelaskan kenapa SD negeri terus kekurangan murid di sejumlah daerah. Ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, sehingga tidak bisa disamaratakan.

FAQ seputar kenapa SD negeri terus kekurangan murid

Kenapa SD negeri terus kekurangan murid?

Karena dipengaruhi banyak faktor, seperti penurunan angka kelahiran, perubahan demografi, persebaran penduduk yang tidak merata, serta semakin selektifnya orang tua dalam memilih sekolah.

Apakah kualitas guru SD negeri kalah dibanding sekolah swasta?

Tidak. Guru SD negeri memiliki standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah dan terus mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kualitasnya.

Mengapa ada SD negeri yang tetap ramai peminat?

Biasanya karena berada di wilayah dengan jumlah anak usia sekolah yang tinggi, memiliki reputasi baik, serta mudah dijangkau masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article