Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Membantu Anak Cepat Akrab dengan Teman Sekelas Baru

5 Cara Membantu Anak Cepat Akrab dengan Teman Sekelas Baru
ilustrasi tahun ajaran baru (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
Intinya Sih
  • Anak perlu waktu beradaptasi di kelas baru, dan orang tua maupun guru sebaiknya memberi ruang agar pertemanan tumbuh alami tanpa tekanan.
  • Kegiatan bersama seperti bermain, kerja kelompok, atau aktivitas sekolah membantu anak lebih mudah mengenal dan akrab dengan teman sekelas.
  • Rasa percaya diri anak dapat ditumbuhkan lewat perlengkapan favorit serta dukungan positif tanpa membandingkan dengan teman lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Hari-hari pertama di kelas baru sering menjadi masa yang paling menegangkan bagi anak. Mereka tidak hanya beradaptasi dengan guru dan suasana belajar yang berbeda, tetapi juga berusaha menemukan teman yang membuat mereka merasa nyaman. Ada anak yang langsung berani berbaur, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama karena masih merasa asing dengan lingkungan barunya.

Setiap anak memiliki cara beradaptasi yang berbeda. Karena itu, orang tua maupun guru tidak perlu memaksa anak agar segera memiliki banyak teman. Sebab yang lebih penting adalah membantu mereka mendapatkan kesempatan untuk membangun hubungan secara alami sejak hari-hari pertama sekolah. Yuk, simak sejumlah cara membantu anak cepat akrab dengan teman sekelas baru!

1. Bantu anak mengenali teman yang duduk paling dekat dengannya

ilustrasi teman sebangku
ilustrasi teman sebangku (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)

Di dalam kelas, teman sebangku atau teman yang duduk di sekitar biasanya menjadi orang yang paling sering berinteraksi dengan anak. Mereka saling meminjam alat tulis, berdiskusi saat mengerjakan tugas, atau sekadar mengobrol ketika guru belum masuk kelas. Kedekatan karena posisi duduk sering menjadi awal munculnya pertemanan.

Karena itu, ajak anak mengenali siapa saja yang berada di sekitarnya terlebih dahulu. Tidak perlu menghafal seluruh nama teman sekelas dalam waktu singkat. Ketika sudah merasa akrab dengan beberapa orang di dekatnya, anak biasanya lebih mudah memperluas pergaulan ke teman-teman yang lain.

2. Beri kesempatan anak bermain bersama di luar jam pelajaran

ilustrasi anak-anak bermain
ilustrasi anak-anak bermain (pexels.com/gsregvrd)

Tidak semua anak mudah akrab saat proses belajar berlangsung. Suasana kelas membuat mereka lebih fokus mendengarkan guru daripada mengenal teman baru. Justru ketika jam istirahat, olahraga, atau kegiatan sekolah lainnya, anak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan lebih santai.

Guru dapat membuat permainan kelompok sederhana, sedangkan orang tua bisa mengizinkan anak mengikuti kegiatan sekolah atau bermain setelah jam pelajaran jika memungkinkan. Semakin sering anak berada dalam situasi yang menyenangkan bersama teman-temannya, semakin mudah hubungan tersebut berkembang tanpa dipaksakan.

3. Pilih perlengkapan sekolah yang membuat anak lebih percaya diri

ilustrasi tas sekolah
ilustrasi tas sekolah (pexels.com/Yan Krukau)

Hal sederhana seperti tas, botol minum, atau tempat pensil favorit ternyata bisa memengaruhi rasa percaya diri anak. Saat menggunakan barang yang disukai, anak biasanya merasa lebih nyaman dan tidak terlalu canggung ketika berada di lingkungan baru. Perasaan positif tersebut ikut memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan teman.

Selain itu, perlengkapan yang menarik sering menjadi pembuka percakapan secara alami. Teman lain bisa bertanya tentang gambar pada tas, stiker di botol minum, atau koleksi pensil yang dibawa. Obrolan kecil seperti ini sering berkembang menjadi hubungan yang lebih akrab.

4. Libatkan anak dalam kegiatan yang membutuhkan kerja sama

ilustrasi anak-anak menyelesaikan tugas bersama
ilustrasi anak-anak menyelesaikan tugas bersama (pexels.com/Gustavo Fring)

Banyak pertemanan justru tumbuh ketika anak mengerjakan sesuatu bersama. Saat menyusun prakarya, membersihkan kelas, berlatih pentas, atau mengikuti lomba, mereka belajar saling membantu untuk mencapai tujuan yang sama. Situasi seperti ini membuat percakapan terjadi secara alami tanpa harus dipaksa.

Guru dapat memberi lebih banyak aktivitas kelompok pada minggu-minggu awal sekolah agar setiap anak memiliki kesempatan bekerja sama dengan teman yang berbeda. Dari pengalaman tersebut, anak lebih mudah menemukan teman yang cocok karena sudah mengenal karakter satu sama lain melalui kegiatan bersama. Ketika sudah memiliki pengalaman menyelesaikan sesuatu bersama, anak biasanya juga lebih percaya diri untuk melanjutkan pertemanan di luar kegiatan tersebut.

5. Hindari terburu-buru memberi label bahwa anak sulit bergaul

ilustrasi anak-anak
ilustrasi anak-anak (pexels.com/Artem Podrez)

Ada anak yang membutuhkan waktu lebih lama sebelum merasa benar-benar nyaman dengan lingkungan baru. Hal itu bukan berarti ia tidak mampu berteman. Beberapa anak memang lebih suka mengenal orang lain pelan-pelan sebelum merasa dekat.

Karena itu, hindari membandingkan anak dengan teman sekelas yang terlihat lebih cepat memiliki banyak teman. Dukungan yang tenang justru membuat anak lebih percaya diri menjalani proses adaptasinya sendiri. Ketika tidak merasa dikejar-kejar, hubungan yang dibangun biasanya lebih tulus dan dapat bertahan lebih lama.

Menjalin pertemanan di kelas baru merupakan proses yang tidak bisa disamakan untuk setiap anak. Ada yang langsung menemukan teman pada hari pertama, ada pula yang baru merasa nyaman setelah beberapa minggu. Oleh sebab itu, orangtua perlu menerapkan cara membantu anak cepat akrab dengan teman sekelas baru. Selama anak terus mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan barunya dan didukung tanpa tekanan, rasa percaya diri serta pertemanannya akan tumbuh dengan sendirinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More