ilustrasi ujian sekolah (pexels.com/This And No Internet 25)
Matematika
Kisi-kisi: mengukur kemampuan murid dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika, serta kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan masalah (problem solving). Elemen soalnya meliputi: bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan peluang, dan trigonometri.
Contoh soal:
Harga 3 buah buku dan 2 buah penggaris Rp18.000,00. Jika harga sebuah buku Rp1.000,00 lebih mahal dari sebuah penggaris, harga 2 buah buku dan 5 buah penggaris adalah ....
a. Rp19.000,00
b. Rp23.000,00 (jawaban benar)
c. Rp25.000,00
d. Rp27.000,00
e. Rp30.000,00
Bahasa Indonesia
Kisi-kisi: difokuskan pada salah satu keterampilan berbahasa, yakni membaca. Membaca dipilih sebagai fokus karena merupakan keterampilan utama yang menjadi fondasi untuk terus belajar dan bekerja pada era teknologi yang berubah dan berkembang sangat cepat.
Contoh soal:
Lautan mengalami ancaman pemanasan dan menjadi semakin asam karena kita terus memompa lebih banyak CO2 ke atmosfer. Selain itu, lautan juga menghadapi ancaman lain dari manusia, yakni penggunaan plastik. Kehidupan modern saat ini didominasi oleh kemasan makanan berbahan plastik yang diolah dengan teknologi tinggi dan digunakan setiap hari oleh masyarakat. Dalam sebuah laporan telah disebutkan bahwa pada tahun 2050 sampah plastik di laut akan lebih banyak daripada jumlah ikan apabila kecenderungan ini terus berlanjut. Hal tersebut merupakan sebuah ancaman besar.
Dibutuhkan tindakan skala besar untuk berpindah dari kecenderungan tersebut mengingat banyak pihak yang terlibat dalam bidang pekerjaan ini. Masyarakat sektor swasta dan masyarakat sipil perlu mobilisasi untuk menangkap peluang ekonomi lain di luar dari pengelolaan plastik.
Solusi tersebut tidak mudah. Fakta bahwa harga minyak yang rendah mengakibatkan biaya yang dibutuhkan untuk daur ulang plastik jauh lebih mahal daripada memproduksi yang baru. Kondisi lain yang menunjukkan ekonomi di negara berkembang tumbuh lebih besar menjadikan penggunaan plastik juga meningkat. Solusi yang dibutuhkan adalah cara kita menggunakan plastik. Misalnya dengan mengurangi penggunaan plastik dalam kemasan atau menggunakannya kembali sebanyak yang kita bisa.
Produsen plastik juga dapat membantu dalam pengelolaan plastik, seperti memproduksi barang-barang plastik yang dapat digunakan kembali atau beralih ke plastik yang dapat dijadikan kompos. Solusi apa pun akan membawa perubahan besar dalam cara menggunakan produk yang terbuat dari plastik.
Makna istilah mobilisasi pada paragraf kedua teks tersebut adalah ....
a. bergerak bersama (jawaban benar)
b. melangkah cepat
c. beradu cepat
d. mengatur bersama
e. berpikir bersama
Bahasa Inggris
Kisi-kisi: mengukur keterampilan membaca beragam jenis teks berbahasa Inggris dalam berbagai situasi komunikasi sehari- hari, vokasional, dan akademik.
Contoh soal:
King Hung Vuong VI had a beautiful daughter. He did not want her to marry just any prince. So, he made an announcement that he was looking for the right husband for her. Many princes came from faraway lands, but none of them was a good match for the princess.
Son Tinh was the Spirit of the Mountain, and Thuy Tinh was the Spirit of the Waters. One day, they both appeared as young noblemen and asked to marry the princess. They were equally talented, powerful, and respected. The King found it hard to choose, so he decided to give them a test. He said that the one who brought the proper wedding gifts first the next morning would marry his daughter.
The next day, Son Tinh arrived early with his gifts. The King kept his promise and gave the princess to him. Thuy Tinh was angry about losing. He challenged Son Tinh to fight for the princess. But Son Tinh refused, believing he had already won fairly. Furious, Thuy Tinh used his power to call the rivers and streams to rise. Soon, the land was covered with floods that destroyed crops and homes.
Son Tinh stayed calm in his mountain palace. Whenever the water rose, he made his mountains higher. After many days of fighting, Thuy Tinh grew tired and ordered the waters to retreat. Still, he never accepted his defeat. Every year, he tried again to attack, and this is how monsoons came to Vietnam.
Why did Thuy Tinh attack Son Tinh after the wedding?
a. He was jealous of Son Tinh’s victory (jawaban benar)
b. He believed the King had lied to him.
c. He thought the princess loved him more.
d. He wanted to show off his power to the king.
e. He had promised to fight until death.