emasuki usia 30-an, pertanyaan soal pernikahan sering terasa berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya. Bukan lagi sekadar “kapan punya pasangan?”, tetapi mulai bercampur dengan pertanyaan tentang kesiapan, pilihan hidup, sampai ketakutan mengambil keputusan yang salah. Semakin dewasa, seseorang justru bisa punya lebih banyak hal untuk dipertimbangkan sebelum memutuskan menikah.
Di satu sisi, ada keinginan punya teman hidup dan membangun masa depan bersama. Di sisi lain, pengalaman membuat seseorang semakin sadar bahwa pernikahan bukan keputusan yang bisa diambil hanya supaya gak merasa tertinggal. Lima konflik batin berikut mungkin terasa familiar buat kamu yang sedang memikirkan pernikahan di usia 30-an.
