Comscore Tracker

5 Kesalahan dalam Menulis Motivation Letter Beasiswa, Awas Bikin Gagal

Kamu harus bisa meyakinkan mereka lewat kata-kata

Motivation letter atau motlet adalah sebuah esai yang menggambarkan pencapaian seseorang dan alasan mengapa seorang tersebut layak untuk diterima pada sebuah posisi tertentu, bisa beasiswa, universitas, atau pekerjaan. Beberapa jenis beasiswa biasanya mensyaratkan motlet sebagai bagian dari penilaian kandidat.

Motlet sangat penting dalam tahap seleksi penerimaan awardee karena di dalamnya berisi rangkuman dari semua aspek yang berhubungan dengan kandidat dan alasan mengapa kandidat tersebut layak untuk menerima sebuah beasiswa.

Selain untuk seleksi pada tahap awal, motlet juga biasanya akan digunakan sebagai bahan diskusi atau wawancara pada tahap selanjutnya. Maka dari itu, motlet harus tersusun dengan baik, lengkap dan terstruktur.

Jika kamu saat ini berniat untuk menyusun sebuah motlet untuk melamar beasiswa, sebaiknya jangan melakukan kesalahan yang akan membuatmu gugur pada seleksi screening. Apa saja kesalahannya? Simak penjelasan di bawah ini ya!

1. Kamu gak membuat outline atau kerangka berpikir terlebih dahulu

5 Kesalahan dalam Menulis Motivation Letter Beasiswa, Awas Bikin GagalUnsplash.com/fotografierende

Pembuatan outline dalam sebuah esai merupakan hal yang sangat krusial untuk membangun kesinambungan antar kalimat dan antar paragraf. Menyusun esai tanpa didahului dengan pembuatan outline akan menimbulkan kebingungan di tengah-tengah paragraf dan menjadikan esaimu gak terarah, bahkan bisa terlewat poin penting yang harusnya kamu tulis.

Selain itu, pembuatan outline juga berguna untuk menghindari dari penggunaan kalimat yang gak penting dan jauh dari poin pembahasan utama.

2. Bagian pendahuluan yang bertele-tele dan menyebutkan hal yang sebenarnya kurang penting

5 Kesalahan dalam Menulis Motivation Letter Beasiswa, Awas Bikin GagalUnsplash.cm/Thought Catalog

Terdapat dua struktur yang bisa kamu gunakan untuk menulis motlet, yakni 3 paragraf utama klasik yang terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup serta paragraf yang membagikan bagian isi menjadi tiga paragraf, jadi totalnya ada 5 paragraf dengan pendahuluan dan penutup.

Kamu disarankan untuk memilih model struktur yang kedua, yakni membagi bagian isi menjadi tiga paragraf. Paragraf pertama bisa kamu isi dengan pencapaian dan kontribusimu yang pernah dilakukan, paragraf selanjutnya bisa kamu isi dengan kegiatan yang sedang dilakukan saat ini, dan paragraf ketiga bisa kamu isi dengan rencana kontribusimu di masa mendatang.

Kamu akan banyak menghabiskan kata-kata pada bagian isi. Maka dari itu, isilah bagian pendahuluan dengan singkat tentang pengenalan diri dan background kamu. Kamu gak perlu menjelaskan detail tentang apa yang telah kamu pelajari di universitas sebelumnya, cukup disebutkan saja.

Baca Juga: 6 Hal yang Harus Dipersiapkan Agar Berpeluang Besar Lolos Beasiswa!

3. Tiga komponen penting dari paragraf isi (masa lampau, masa kini dan masa depan) gak tertulis lengkap

5 Kesalahan dalam Menulis Motivation Letter Beasiswa, Awas Bikin GagalUnsplash.com/Christin Hume

Tiga komponen tersebut (masa lampau, masa kini dan masa depan) harus seluruhnya tertulis di bagian isi. Kamu gak boleh hanya menyertakan masa lampau tentang kontribusi yang sudah dilakukan dan masa kini tentang kegiatan atau pekerjaan yang sedang digeluti saja, tanpa menjelaskan apa rencanamu ke depan dan apa kontribusi yang akan kamu lakukan untuk masyarakat.

Kamu juga gak boleh hanya menceritakan rencana ke depan dan kegiatan yang saat ini sedang dilakukan tanpa mengungkapkan prestasi atau kontribusi apa yang telah kamu berikan. Karena pencapaianmu di masa lampau juga dapat digunakan sebagai tolak ukur bahwa kamu adalah seseorang yang aktif.

4. Gak ada keterkaitan antara kontribusi yang sudah dilakukan, bidang studi yang mau diambil, serta rencana masa depan

5 Kesalahan dalam Menulis Motivation Letter Beasiswa, Awas Bikin GagalUnsplash.com/Andrew Neel

Kita semua tahu bahwa biaya studi untuk S2 atau S3 jauh dari kata murah. Pihak penyedia beasiswa gak akan memberikannya secara cuma-cuma. Mereka pasti akan sangat selektif dalam memilih kandidat. Kalau rencana kontribusimu di masa depan gak ada korelasinya dengan bidang studi yang mau diambil, lalu untuk apa mereka mengeluarkan banyak uang untuk mensponsori biaya studimu?

Kamu harus meyakinkan mereka, kalau kamu bisa mewujudkan ide cemerlangmu di masa depan hanya dengan menempuh studi lanjutan dengan beasiswa. Pastikan juga, kontribusimu bermanfaat terutama bagi masyarakat secara luas.

5. Menambah poin baru di paragraf penutup

5 Kesalahan dalam Menulis Motivation Letter Beasiswa, Awas Bikin GagalUnsplash.com/Kaitlyn Baker

Ini adalah kesalahan fatal yang gak boleh kamu lakukan. Paragraf penutup hanya berisi tentang rangkuman dari apa yang telah kamu tulis dan penekanan kembali mengapa kamu pantas mendapatkan beasiswa tersebut. Jangan menambahkan poin baru yang gak tertulis di paragraf sebelumnya, karena itu akan menimbulkan kerancuan pada tulisanmu.

Demikian lima kesalahan dalam menulis motlet yang bisa menghancurkan mimpimu untuk mendapatkan beasiswa impian. Susun esaimu dengan jelas, singkat dan terstruktur. Kalau sudah selesai, mintalah seorang teman untuk membaca dan menilainya, apakah sudah layak submit atau perlu revisi. Semangat terus, pejuang beasiswa!

Baca Juga: Pejuang Beasiswa, 5 Hal Ini akan Menggagalkanmu di Tahap Wawancara

Lulu Maryamah Photo Writer Lulu Maryamah

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya