Jakarta, IDN Times - Belajar bahasa Inggris sejak dini bukan cuma tentang menghafal kosakata saja, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak untuk bisa berkomunikasi dengan lebih banyak orang dan mengenal kebudayaan lain. Mulai Juli 2027, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas III–VI di Indonesia. Kebijakan ini menjadi salah satu upaya untuk membekali anak dengan kemampuan bahasa Inggris sejak sekolah dasar agar mereka lebih siap menghadapi kesempatan belajar dan berkomunikasi di masa depan.
Untuk mendukung penerapan kebijakan tersebut, British Council bersama Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kementerian Agama RI meluncurkan program STEPS-CoP 2026–2027 dalam acara media briefing di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, pada Selasa (13/10/2026). Program ini melibatkan 6.000 guru bahasa Inggris di 34 kota/kabupaten melalui pendekatan Community of Practice, yang memungkinkan para guru berbagi pengalaman dan meningkatkan kompetensi mengajar. Lalu, apa saja sebenarnya manfaat belajar bahasa Inggris sejak dini bagi anak?
