Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengintip Kampus Baru BINUS ASO School of Engineering di BSD
BINUS ASO School of Engineering di kampus barunya di BSD, Tangerang (IDN Times)
  • BINUS ASO School of Engineering meresmikan kampus baru di BSD pada 19 Oktober 2026, dengan fasilitas untuk praktik, eksperimen, dan pengembangan prototipe bidang engineering.
  • Pembelajaran BINUS ASO memadukan kompetensi teknik dengan bahasa Jepang, komunikasi, adaptasi, dan etika profesional melalui kurikulum serta tenaga pengajar pendukung.
  • Kemitraan BINUS dengan ASO College Group Jepang sejak 2014 diperkuat untuk pendidikan engineering berwawasan global, sekaligus membuka peluang mahasiswa mengenal karier di perusahaan Jepang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Memilih kampus untuk melanjutkan pendidikan bukan cuma soal jurusan yang ingin dipelajari saja, tetapi juga soal lingkungan yang bisa mendukung perkembangan diri dan persiapan karier. Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan dunia teknik, fasilitas praktik dan kesempatan mengenal industri bisa menjadi pertimbangan tersendiri. Hal inilah yang ditawarkan BINUS ASO School of Engineering melalui Grand Opening New Campus BINUS (Bina Nusantara) ASO School of Engineering pada Senin (19/10/2026) di BSD, Tangerang.

Kampus ini dirancang untuk mendukung pembelajaran engineering yang tidak berhenti pada teori di ruang kelas. Mahasiswa juga mendapat ruang untuk mengeksplorasi gagasan melalui praktik, eksperimen, dan pengembangan prototipe. Sejalan dengan kerja sama BINUS ASO dan ASO College Group dari Jepang yang telah terjalin sejak 2014, kolaborasi ini turut mendukung orientasi pendidikan engineering yang lebih luas dan berwawasan internasional.

1. Fasilitas yang mendukung pembelajaran engineering

President BINUS Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso, menyebut pembangunan kampus baru sebagai bagian dari komitmen institusi (IDN Times/Maura Thirza)

Ketika belajar engineering, selain memahami teori dari buku atau penjelasan dosen, mahasiswa juga membutuhkan ruang untuk bereksperimen, menguji gagasan, dan melihat bagaimana konsep yang dipelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata. Kampus baru BINUS ASO School of Engineering dirancang untuk mendukung kebutuhan tersebut melalui fasilitas pembelajaran yang menunjang kegiatan praktik, eksperimen, hingga pembuatan prototipe. Hal ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam bidang engineering.

President BINUS Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso menyebut pembangunan kampus baru sebagai bagian dari komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas. Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan gedung, tetapi juga melalui kurikulum dan tenaga pengajar yang mendukung proses pendidikan.

“Kampus baru ini merupakan wujud nyata komitmen dari BINUS Nusantara untuk menghadirkan pendidikan berkualitas, world-class education. Mulai dari fasilitas fisiknya, kampusnya, dan berbagai perangkat di dalamnya,” ujar Stephen.

2. Menggabungkan kemampuan teknis dan soft skill

Dekan BINUS ASO School of Engineering, Prof. Fergyanto E. Gunawan, menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya mempelajari bidang teknik, tetapi juga bahasa Jepang dan etika profesional (IDN Times/Maura Thirza)

Kemampuan berkomunikasi, beradaptasi, dan memahami etika profesional juga diperlukan ketika bekerja bersama tim maupun menghadapi tantangan di lingkungan industri. Perpaduan tersebut menjadi salah satu pendekatan yang membedakan pembelajaran di BINUS ASO. Dekan BINUS ASO School of Engineering, Prof. Fergyanto E. Gunawan, menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya mempelajari bidang teknik, tetapi juga bahasa Jepang dan etika profesional.

“BINUS ASO ini sekolah teknik, tetapi mahasiswa juga belajar bahasa Jepang dan sejumlah etika profesional dan seterusnya. Jadi, ini adalah sekolah yang unik sekali. Ini engineering school, tapi juga kami mempertimbangkan seluruh keterampilan hard skill dan soft skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang insinyur untuk sukses di market,” jelas Fergyanto.

3. Memiliki kolaborasi dengan institusi pendidikan Jepang

BINUS ASO School of Engineering bermitra dengan ASO College Group (IDN Times/Maura Thirza)

Hubungan dengan Jepang menjadi bagian penting dari pengembangan BINUS ASO. Kemitraan dengan ASO College Group, Jepang telah terjalin sejak 2014 dan menjadi salah satu landasan kerja sama dalam pendidikan engineering. Bagi mahasiswa, kolaborasi internasional dapat membuka kesempatan untuk mengenal perspektif pendidikan dan budaya kerja yang berbeda. Hal ini juga relevan bagi mereka yang ingin mengembangkan karier di perusahaan Jepang, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Menurut President BINUS Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso, “Momen hari ini juga untuk memperkuat kerja sama tersebut, kemitraan dengan ASO College Group yang ada di Jepang yang sudah dimulai sejak 2014. Jadi, kerja sama ini sudah berjalan cukup lama, sudah berjalan 10 tahun. Tapi, kita tetap percaya dengan kemitraan tersebut untuk menghadirkan pendidikan, terutama di bidang engineering yang world-class, gitu ya,” ungkap Stephen.

Peresmian kampus baru ini turut menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan tersebut. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan engineering yang berorientasi global sekaligus memperluas pengalaman belajar mahasiswa.

4. Membuka wawasan tentang peluang karier di Jepang

Kerja sama BINUS ASO School of Engineering dan ASO College Group dari Jepang telah terjalin sejak 2014. Kolaborasi keduanya turut mendukung orientasi pendidikan engineering yang lebih luas dan berwawasan internasional (IDN Times/Maura Thirza)

Peluang karier tidak selalu terbatas pada perusahaan di dalam negeri saja. Bagi mahasiswa engineering, Jepang menjadi salah satu negara yang dapat dipertimbangkan, terutama karena kebutuhan tenaga insinyur di sana.

Menurut Fergyanto, “Minggu lalu ada perusahaan Jepang ke sini, mencari mahasiswa untuk bekerja di Jepang. Di Jepang sangat kekurangan insinyur dan kerja sama BINUS dengan ASO itu memberikan keyakinan yang lebih tinggi kepada perusahaan-perusahaan di Jepang,” tutur Fergyanto.

Ia juga menyebut bahwa jumlah mahasiswa BINUS ASO yang berangkat ke Jepang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menunjukkan adanya peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan karier secara internasional, meskipun prosesnya tetap bergantung pada kompetensi dan kebutuhan perusahaannya.

Keunggulan sebuah kampus tidak hanya dilihat dari gedung yang berdiri atau fasilitas yang tersedia. Kesempatan untuk belajar melalui praktik, mengembangkan kemampuan profesional, menjalin kolaborasi internasional, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja juga menjadi bagian penting dari pengalaman pendidikan. Melalui kampus barunya, BINUS ASO School of Engineering berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung mahasiswa engineering dalam mengembangkan kompetensi untuk menghadapi tantangan industri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article