Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Aktivisme di Kampus Tak Selalu soal Demo, Ini Bentuknya

Aktivisme di Kampus Tak Selalu soal Demo, Ini Bentuknya
ilustrasi presentasi di kelas (pexels.com/ICSA)
  • Aktivisme mahasiswa tidak selalu berupa demonstrasi; kegiatan sosial, karya kreatif, dan penyuarakan aspirasi dapat disesuaikan dengan minat serta kemampuan masing-masing.
  • Organisasi seperti BEM, himpunan, dan komunitas menjadi wadah untuk menjembatani mahasiswa dengan kampus melalui diskusi, program sosial, dan pengangkatan isu tertentu.
  • Media sosial dapat dipakai untuk kampanye digital, edukasi, petisi, dan karya kreatif, sementara advokasi kebijakan dilakukan lewat audiensi, forum, petisi, hingga jalur hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Aktivisme mahasiswa di kampus sering kali identik dengan aksi demonstrasi dan turun ke jalan. Padahal, menjadi mahasiswa yang aktif menyuarakan perubahan tak selalu harus dilakukan lewat aksi massa.

Ada banyak bentuk aktivisme yang bisa dilakukan di lingkungan kampus, mulai dari kegiatan sosial, advokasi isu tertentu, hingga membuat karya yang mengajak orang lain lebih peduli. Bentuknya pun bisa disesuaikan dengan minat dan kemampuan masing-masing mahasiswa. Berikut beberapa bentuk aktivisme di kampus.

  1. 1. Aktif mengikuti organisasi mahasiswa

    ilustrasi laki-laki pidato di depan kelas
    ilustrasi laki-laki pidato di depan kelas (pexels.com/fauxels)

    Menguti organisasi mahasiwa baik di dalam maupun luar kampus bisa jadi salah satu bentuk aktivisme yang cukup berdampak. Berbagai organisasi seperti Badan eksekutif Mahasiswa (BEM), himpunan, atau komunitas mahasiswa juga bisa menjadi bentuk aktivisme ketika digunakan untuk memperjuangkan kepentingan mahasiswa atau isu sosial.

    Organisasi menjadi wadah yang bisa dimanfaatkan para aktivis untuk menjembatani mahasiswa dan pihak kampus. Di sini, mahasiswa bisa mengadakan kegiatan sosial, diskusi, atau program yang membahas isu tertentu. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga ikut mendorong perubahan di lingkungan sekitar.

  2. 2. Membuat kampanye di media sosial

    ilustrasi sosial media instagram
    ilustrasi sosial media instagram (pexels.com/Lisa Fotios)

    Di tengah perkembangan digital yang kian marak, aktivisme mahasiswa juga bisa disalurkan melalui platform media sosial. Mahasiswa bisa menyebarkan informasi, mengedukasi publik, membuat kampanye digital, membukan forum diskusi publik, atau menggalang dukungan terhadap isu tertentu.

    Mahasiswa bisa membuat infografis, video edukasi, atau petisi online guna menyebarkan kesadaran isu secara masif. Selain melalui infografis, penyampian informasi mengenai isu terkini juga bisa dikemas dengan cara yang lebih kreatif, seperti melalui pameran seni, teater jalanan, musik, atau zine independen.

  3. 3. Melakukan advokasi kebijakan

    ilustrasi pidato di depan kelas
    ilustrasi pidato di depan kelas (pexels.com/ICSA)

    Mahasiswa juga bisa menyuarakan perubahan dengan melakukan advokasi kebijakan. Caranya beragam, mulai dari bergabung dengan organisasi yang fokus pada isu sosial, mengikuti kajian, mengadakan audiensi, hingga menyampaikan aspirasi kepada pemerintah melalui forum atau petisi.

    Selain aksi langsung, mahasiswa juga dapat menempuh jalur hukum ketika menemukan aturan yang dianggap bermasalah. Salah satunya melalui judicial review atau pengujian undang-undang terhadap UUD 1945 di Mahkamah Konstitusi. Langkah ini menjadi salah satu cara untuk mendorong agar kebijakan yang berpotensi merugikan masyarakat dapat dikaji kembali melalui mekanisme yang tersedia.

    Selain aksi turun langsung, aktivisme mahasiswa punya banyak bentuk dan tidak selalu harus dilakukan lewat demonstrasi. Lewat organisasi, kampanye, kegiatan sosial, hingga advokasi kebijakan, mahasiswa tetap bisa menyuarakan aspirasi dan ikut mendorong perubahan di lingkungan sekitarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More