Comscore Tracker

Mengenal Teks Eksplanasi Beserta Ciri, Struktur, dan Contohnya

#IDNTimesLife Berasal dari Bahasa Inggris

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses-proses yang berhubungan dengan fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan sebagainya. Eksplanasi sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang berarti tindakan menerangkan atau menjelaskan.

Lantas, seperti apa contoh, ciri-ciri, struktur, dan tujuan dari teks eksplanasi? Untuk mengetahuinya, mari simak ulasan di bawah ini.

1. Pengertian teks eksplanasi

Mengenal Teks Eksplanasi Beserta Ciri, Struktur, dan Contohnyapexels.com/Cottonbro

Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial. Gak hanya itu, teks eksplanasi juga menjelaskan tentang sebuah peristiwa timbul karena ada peristiwa lain sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa yang lain sesudahnya.

Singkatnya, menurut Restuti (2013: 85), teks eksplanasi adalah teks yang menerangkan atau menjelaskan mengenai proses atau fenomena alam maupun sosial. 

2. Tujuan teks eksplanasi

Mengenal Teks Eksplanasi Beserta Ciri, Struktur, dan Contohnyaunsplash.com/Patrick Fore

Penulisan teks eksplanasi memiliki tujuan tertentu, yakni untuk menjelaskan sebuah proses terciptanya sesuatu yang terjadi secara alamiah atau tentang proses bekerjanya fenomena alam maupun sosial.

3. Ciri-ciri teks eksplanasi

Mengenal Teks Eksplanasi Beserta Ciri, Struktur, dan Contohnyaunsplash.com/Denise Jans

Teks eksplanasi memiliki ciri-ciri yang dapat memudahkan kita untuk membedakan teks ini dengan teks yang lainnya. Adapun ciri tersebut, antara lain:

  • Strukturnya terdiri dari pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi
  • Memuat informasi berdasarkan fakta atau faktual, di mana faktualnya itu memuat informasi yang bersifat ilmiah atau keilmuan seperti sains dan yang lainnya

Baca Juga: 5 Cara Bilang Stupid agar Lebih Halus dalam Bahasa Inggris, Yuk Coba!

4. Struktur teks eksplanasi

Mengenal Teks Eksplanasi Beserta Ciri, Struktur, dan Contohnyapexels.com/Min An

Berdasarkan ciri-ciri yang sudah disebutkan sebelumnya, teks eksplanasi memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan umum, lalu dilanjutkan dengan urutan sebab akibat dan diakhiri dengan interpretasi. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

  1. Pernyataan Umum, berisi tentang penjelasan umum tentang fenomena yang akan dibahas. Pernyataan ini bisa berupa pengenalan fenomena tersebut atau penjelasannya. Penjelasan umum yang dituliskan di dalam teks ini berupa gambaran secara umum tentang apa, mengapa, dan bagaimana proses peristiwa alam bisa terjadi.
  2. Deretan Penjelas, berisi tentang penjelasan proses mengapa suatu fenomena bisa terjadi atau tercipta. Deretan penjelas ini bisa terdiri lebih dari satu paragraf yang mendeskripsikan penyebab dan akibat dari sebuah bencana alam yang terjadi.
  3. Interpretasi, teks penutup yang bersifat pilihan dan bukan keharusan. Teks penutup yang dimaksud adalah sebuah teks yang merupakan intisari atau kesimpulan dari pernyataan umum dan deretan penjelas. Pilihannya dapat berupa tanggapan maupun mengambil kesimpulan atas pernyataan yang ada di dalam teks tersebut.

5. Contoh teks eksplanasi

Mengenal Teks Eksplanasi Beserta Ciri, Struktur, dan Contohnyapexels.com/Min An

Dikutip dari Guru Pendidikan.co.id, Untuk menambah pemahaman mengenai teks eksplanasi, mari simak salah satu contohnya berikut ini:

"Pengamen Jalanan"

Menjamurnya pengamen jalanan kini, terutama di kota besar, seolah menimbulkan masalah tersendiri. Ada yang menanggapinya secara positif, namun lebih banyak yang negatif. Pengamen jalanan adalah penari, penyanyi, atau pemain musik yang mengadakan pertunjukan di jalanan dengan cara berpindah dari satu kendaraan ke kendaraan lain. Pengamen jalanan lekat dengan simbol anak jalanan yang dekil, nakal, kriminal, dan sebagainya. Buruknya pandangan masyarakat terhadap pengamen jalanan, menimbulkan problem yang patut dibahas.

Stigma negatif masyarakat terhadap keberadaan pengamen, sudah berlangsung sejak lama. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, antara lain karena sebagian besar masyarakat menganggap buruk profesi ini. Masyarakat berasumsi bahwa semua pengamen jalanan tak berpendidikan, akrab dengan kriminalitas, dan masih banyak lagi. Faktor di atas hanya segelintir dari beragam alasan terkait tanggapan negatif pada pengamen jalanan.

Banyak hal yang melatarbelakangi orang turun ke jalan dan mengamen. Ada yang dikarenakan himpitan ekonomi sehingga mengharuskannya turun ke jalan demi sesuap nasi. Ada juga yang dilatarbelakangi alasan menyalurkan hobi dan minat. Lazim ditemui para mahasiswa mengamen karena minatnya adalah bernyanyi dan bermain musik.

Masyarakat di kota besar yang menggunakan transportasi pribadi maupun publik, mungkin terbiasa dengan hilir mudik pengamen jalanan yang menyatu dengan pedagang asongan, pengemis, hingga gelandangan. Tanggapan masyarakat tentang pengamen jalanan pun beragam. Ada yang terhibur dan senang dengan keberadaannya. Lebih banyak lagi yang merasa terganggu dan tak nyaman. Citra pengamen diperburuk lagi dengan banyaknya kasus kriminal yang melibatkan pengamen jalanan sebagai pelakunya.

Pengamen jalanan tak boleh kita pandang sebelah mata. Ada beberapa artis papan atas yang merintis kariernya dari jalanan. Di dalam negeri, ada Charlie Van Houten yang dulu tergabung dalam band ST12. Ia mengaku mulai mengamen dari satu stasiun kereta ke stasiun lainnya. Ada juga Tegar, Aris ‘Idol’, dan lain-lain. Di luar negeri, ada grup band The Beatles. Ada juga Ed Sheeran yang dulunya merupakan pengamen jalanan di sekitaran arena O2 di London, Inggris. Ia telah diakui sebagai musisi hebat, ditambah banyaknya penghargaan yang telah diraihnya.

Menanggapi keberadaan pengamen jalanan, haruslah dilihat dari dua sisi. Pola penyelesaian masalah ini harus dilakukan di seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah harus memegang peran untuk mengedukasi dan membimbing pengamen jalanan agar jadi pribadi yang lebih baik. Kita sebagai masyarakat harus bersikap bijaksana. Pepatah mengungkapkan “jangan hanya menilai buku dari sampulnya”. Mungkin, sudah saatnya kita menggunakan pepatah ini dalam menanggapi keberadaan pengamen jalanan.

Kerangka teks eksplanasi fenomena sosial

  • Topik: pengamen jalanan yang dipandang negatif oleh masyarakat
  • Tujuan: mengetahui penyebab munculnya pandangan negatif pengamen jalanan di masyarakat
  • Tema: stigma negatif seniman jalanan
  • Kerangka isi teks eksplanasi: pengertian pengamen jalanan, penyebab pengamen dipandang negatif, latar belakang pengamen jalanan, pendapat masyarakat terhadap pengamen, artis papan atas yang pernah berprofesi sebagai pengamen jalanan, pola penyelasaian stigma negatif terhadap pengamen jalanan

Struktur teks eksplanasi:

  • Pernyataan umum = Paragraf 1
  • Deretan Penjelasan (isi) = Paragraf 2, 3, 4, dan 5
  • Interpretasi (Penutup) = Paragraf 6

Demikian informasi mengenai teks eksplanasi beserta tujuan, ciri, struktur, dan contohnya. Semoga bisa menambah wawasanmu, ya!

Baca Juga: 7 Istilah dalam Start-Up yang Perlu Kamu Tahu, Nambah Wawasan

Topic:

  • Febriyanti Revitasari
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya