Comscore Tracker

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelamar KIP-K Jalur Seleksi SBMPTN

Bisa berakibat fatal!

KIP-K atau Kartu Indonesia Pintar Kuliah merupakan salah satu bentuk bantuan dari pemerintah untuk mahasiswa yang terkategori sebagai anggota keluarga kurang mampu. Dengan mendapatkan bantuan yang kini bernama KIP Kuliah Merdeka itu, mahasiswa bisa mendapat subsidi biaya hidup dan dibebaskan dari pembayaran biaya pendidikan selama masa studi, yakni maksimal delapan semester.

Salah satu jalur seleksi yang memperbolehkan calon mahasiswa mengajukan diri sebagai pelamar KIP-K ialah SBMPTN. Berbeda dengan SNMPTN yang tidak dipungut biaya apa pun, seleksi dengan jalur SBMPTN dikenai biaya pendaftaran sekitar Rp200 ribu karena peserta harus mengikuti ujian tulis berbasis komputer.

Pelamar KIP-K bisa digratiskan dalam mendaftar UTBK-SBMPTN. Namun, sering kali calon mahasiswa melakukan kesalahan pada pendaftaran di jalur ini hingga mereka akhirnya tidak terdata sebagai pelamar KIP-K. Bahkan, tak jarang sebagian dari kesalahan itu mengakibatkan calon mahasiswa tidak lolos saat seleksi KIP-K meski mereka berhasil diterima di kampus dan jurusan yang mereka inginkan.

1. Tidak mengikuti alur pendaftaran yang benar

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelamar KIP-K Jalur Seleksi SBMPTNilustrasi seorang laki-laki merasa frustasi (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Pelaksanaan UTBK dan SBMPTN dijadwalkan setelah SNMPTN. Tidak sembarang mendaftar, calon mahasiswa harus benar-benar memperhatikan alur pendaftaran agar terdata sebagai pelamar KIP-K. Sering kali calon mahasiswa merasa panik karena keinginan mereka untuk menjadi pelamar KIP-K pupus akibat mengikuti alur pendaftaran yang salah.

Calon mahasiswa harus membuat akun di website KIP-K terlebih dahulu. Setelah itu, barulah calon mahasiswa membuat akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Sebelum lanjut mendaftar UTBK dan SBMPTN, calon mahasiswa harus memilih jalur SBMPTN di menu seleksi pada website KIP-K dan menunggu selama beberapa hari guna memastikan akun KIP-K dan LTMPT sudah tersinkron.

Jika proses sinkronisasi tersebut diabaikan, maka calon mahasiswa akan dikenakan biaya pendaftaran layaknya calon mahasiswa reguler. Sebab saat mendaftar UTBK dan SBMPTN, mereka tidak terdata sebagai pelamar KIP-K.

2. Tidak melengkapi atau memperbaiki data-data penting

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelamar KIP-K Jalur Seleksi SBMPTNilustrasi seorang laki-laki merasa frustasi (pexels.com/Acan Tami)

Data diri dalam mendaftar KIP-K menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Calon mahasiswa hendaknya bisa melengkapi data-data yang dibutuhkan baik untuk akun KIP-K, LTMPT, maupun saat mendaftar UTBK dan SBMPTN, mulai dari pas foto terbaru, surat keterangan tidak mampu, foto bersama keluarga, hingga data orangtua.                         

Calon mahasiswa kerap dihadapkan dengan kenyataan pahit sebab mereka gagal menjadi penerima KIP-K hanya karena salah mengisi data (misalnya saja terkait pekerjaan orangtua) saat awal pendaftaran. Untuk itu, setiap data yang dibutuhkan seharusnya dicek kembali agar bisa diperbaiki apabila ada yang salah.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Channel YouTube Seru untuk Belajar Bahasa Mandarin  

3. Tidak mempertimbangkan peluang kelolosan dari segi kuota program studi dan nilai

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelamar KIP-K Jalur Seleksi SBMPTNilustrasi seorang perempuan merasa frustasi (pexels.com/Andrea Piacquadio)

SBMPTN merupakan jalur dengan tingkat keketatan yang sangat tinggi. Pelamar KIP-K harus melakukan pertimbangan yang matang dalam memilih program studi di jalur ini. Tidak cukup dengan belajar saja, pelamar KIP-K harus memperhatikan benar bagaimana peluang kelolosan pada suatu program studi.

Untuk meminimalisasi kesalahan dalam memilih program studi, pelamar KIP-K harus mengetahui jumlah bangku yang disediakan pada tahun mendaftar dan sering melakukan try out. Pelamar KIP-K dapat membandingkan nilai hasil try out dengan nilai minimal UTBK dari mahasiswa di program studi yang sama yang berhasil diterima pada tahun sebelumnya. Dengan begitu, pelamar KIP-K akan merasa lebih realistis dan dapat memperkirakan besar peluang mereka untuk lolos SBMPTN dan KIP-K.

4. Mengabaikan akreditasi dari program studi yang dipilih

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelamar KIP-K Jalur Seleksi SBMPTNilustrasi seorang laki-laki sedang mencatat (pexels.com/Monstera)

KIP-K ditujukan untuk  calon mahasiswa kurang mampu yang berhasil diterima di program studi yang terakreditasi A, B, dan beberapa pertimbangan untuk akreditasi C. Calon mahasiswa hendaknya tidak memilih program studi yang belum terakreditasi sebab sangat kecil kemungkinan untuk dinyatakan sebagai penerima KIP-K dengan program studi tersebut.

5. Memilih program studi dari UIN atau PTKIN

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelamar KIP-K Jalur Seleksi SBMPTNilustrasi seorang mahasiswi sedang berpikir (pexels.com/Pixabay)

Universitas Islam Negeri atau perguruan tinggi keagamaan yang lain juga membuka program KIP-K untuk calon mahasiswa. Namun, karena bernaung di Kementrian Agama, prosedurnya pun berbeda dari prosedur di perguruan tinggi negeri umum yang dinaungi Kemendikbud. Termasuk untuk jalur SBMPTN.

Apabila calon mahasiswa ingin menjadi pelamar KIP-K di UTBK-SBMPTN, maka program studi yang dipilih harus berasal dari perguruan tinggi negeri umum. Calon mahasiswa tidak diperkenankan memilih program studi dari PTKIN karena di PTKIN, calon mahasiswa baru bisa mengajukan diri sebagai pelamar KIP-K setelah mengikuti ujian dan diterima di program studi pilihan. Untuk itu, mau tidak mau calon mahasiswa akan dikenakan biaya pendaftaran jika tetap keukeuh memilih prodi di PTKIN saat mendaftar UTBK-SBMPTN.

KIP-K adalah bantuan dari pemerintah yang kuotanya terbatas. Oleh sebab itu, supaya dapat memperbesar peluang diterima, calon mahasiswa harus menghindari kesalahan-kesalahan seperti yang telah diulas.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Meningkatkan Minat Belajar, Bikin Kecanduan

Nunung Munawaroh Photo Verified Writer Nunung Munawaroh

Anyeong!

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya