Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Novel Favorit Suki Waterhouse yang Punya Cerita Tak Biasa

5 Novel Favorit Suki Waterhouse yang Punya Cerita Tak Biasa
Suki Waterhouse di Daisy Jones & The Six (dok. Amazon Prime/Daisy Jones & The Six)
Intinya Sih
  • Suki Waterhouse dikenal memiliki selera baca yang unik, memilih novel dengan tema gelap, emosional, dan tidak mudah ditebak, jauh dari bacaan ringan mainstream.
  • Lima novel favoritnya mencakup karya seperti Twentieth-Century Boy, My Dark Vanessa, What Red Was, Daisy Jones & The Six, serta My Year of Rest and Relaxation.
  • Setiap buku pilihan Suki menampilkan kisah mendalam tentang seni, trauma psikologis, hubungan manusia, hingga kritik sosial yang menggambarkan sisi kompleks kehidupan modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Dikenal sebagai model, aktris, sekaligus musisi dengan gaya artsy yang khas, Suki Waterhouse ternyata juga punya selera bacaan menarik. Buku-buku favoritnya bukan tipe novel ringan yang mudah ditebak, melainkan cerita penuh emosi dan tema yang terasa gelap sekaligus memikat. Tidak heran kalau daftar bacaannya sering membuat banyak penggemar penasaran.

Pilihan buku favorit Suki Waterhouse punya atmosfer yang unik dan sulit dilupakan. Beberapa bahkan menjadi bahan pembicaraan besar di media sosial karena tema-temanya yang kontroversial dan emosional. Kalau sedang mencari bacaan yang berbeda dari novel mainstream biasa, daftar ini bisa jadi pilihan menarik untuk masuk wishlist.

1. Twentieth-Century Boy — Duncan Hannah

Twentieth-Century Boy.
Twentieth-Century Boy (goodreads.com)

Novel memoar karya Duncan Hannah ini membawa pembaca masuk ke dunia seni dan budaya New York tahun 1970-an yang penuh kekacauan sekaligus kreativitas. Isinya dipenuhi cerita tentang kehidupan para seniman muda yang mencoba mencari identitas mereka. Atmosfernya terasa seperti membaca buku harian seseorang yang hidup di era penuh kebebasan sekaligus kehancuran.

Suki Waterhouse sendiri mengaku sering kembali membaca buku ini selama bertahun-tahun. Itu cukup menunjukkan betapa kuatnya daya tarik cerita yang ditawarkan. Buku ini bukan cuma nostalgia tentang era glamor, tetapi juga gambaran tentang sisi gelap dunia kreatif yang sering terlihat mempesona dari luar.

2. My Dark Vanessa — Kate Elizabeth Russell

My Dark Vanessa.
My Dark Vanessa (kateelizabethrussell.com)

My Dark Vanessa menjadi salah satu novel paling banyak dibicarakan karena tema psikologisnya yang berat dan kompleks. Ceritanya mengikuti Vanessa, seorang perempuan yang mencoba memahami kembali hubungan masa lalunya dengan guru yang jauh lebih tua darinya. Novel ini memperlihatkan bagaimana trauma bisa membentuk cara seseorang memandang cinta dan dirinya sendiri.

Buku ini begitu kuat karena cara ceritanya memancing rasa tidak nyaman tanpa terasa berlebihan. Pembaca diajak masuk ke pikiran Vanessa yang terus berusaha membenarkan pengalaman masa lalunya, meski kenyataannya jauh lebih rumit. Tidak heran kalau Suki pernah membagikan foto dirinya bersama novel ini di media sosial. Buku ini memang sulit dilupakan setelah selesai dibaca.

3. What Red Was — Rosie Price

What Red Was.
What Red Was (waterstones.com)

What Red Was dimulai seperti kisah pertemanan kampus biasa, tetapi perlahan berubah menjadi cerita emosional tentang trauma, privilese, dan hubungan manusia yang rumit. Tokoh utamanya, Kate, masuk ke kehidupan keluarga kaya raya yang tampak sempurna dari luar. Namun semakin dekat ia dengan keluarga itu, semakin banyak rahasia dan luka yang mulai terbuka.

Novel ini terasa intens karena menggambarkan dampak emosional sebuah kejadian traumatis dengan sangat realistis. Rosie Price menulis karakter-karakternya dengan detail sehingga pembaca bisa memahami rasa bingung, marah, dan kehilangan yang mereka alami. Suki Waterhouse bahkan pernah menulis di Twitter bahwa ia sedang tenggelam dalam buku ini.

4. Daisy Jones & The Six — Taylor Jenkins Reid

Daisy Jones & The Six.
Daisy Jones & The Six (taylorjenkinsreid.com)

Daisy Jones & The Six adalah novel yang terasa seperti dokumenter musik rock era 70-an. Ceritanya mengikuti perjalanan band fiktif The Six dan penyanyi penuh karisma bernama Daisy Jones, yang bersama-sama menciptakan fenomena besar di dunia musik. Format wawancara dalam novel ini membuat ceritanya terasa realistis, seolah band tersebut benar-benar pernah ada.

Buku ini penuh drama, cinta, dan kehancuran khas dunia rockstar. Chemistry antara Daisy dan Billy Dunne menjadi pusat cerita yang membuat pembaca sulit berhenti membaca. Suki Waterhouse mengaku novel ini termasuk favoritnya, apalagi ketika diadaptasi menjadi serial TV. Buat pecinta musik dan drama emosional, buku ini punya atmosfer yang sangat adiktif.

5. My Year of Rest and Relaxation — Ottessa Moshfegh

My Year of Rest and Relaxation.
My Year of Rest and Relaxation (penguinrandomhouse.com)

My Year of Rest and Relaxation menawarkan premis yang unik sekaligus aneh, yakni seorang perempuan muda memutuskan tidur dari hidupnya selama hampir setahun dengan bantuan obat-obatan. Alih-alih menjadi cerita motivasi, novel ini justru terasa dingin, satir, dan penuh kritik sosial tentang kesepian modern serta kehampaan emosional.

Meski terdengar suram, gaya penulisan Ottessa Moshfegh justru membuat cerita ini sangat menarik untuk diikuti. Tokoh utamanya egois, sinis, dan kadang sulit disukai, tetapi justru itu yang membuat novel ini terasa berbeda dari kebanyakan cerita coming of age lainnya. Novel ini memang punya energi aneh yang bikin pembaca penasaran sampai akhir.

Dari dunia musik rock yang kacau sampai kisah psikologis yang menguras emosi, setiap buku favorit Suki Waterhouse di daftar ini menawarkan pengalaman membaca yang berbeda dan tidak biasa. Kalau harus memilih satu untuk dibaca lebih dulu, novel mana yang paling membuatmu penasaran?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna

Related Articles

See More