Pernikahan sering diromantisasi sebagai fase hidup yang paling membahagiakan, padahal bersamaan dengannya lahir tanggung jawab baru yang tentu lebih berat dari sebelumnya. Mulai dari tuntutan untuk berkompromi dengan watak dan sifat pasangan, tekanan dari mertua dan ipar, hingga kebutuhan yang bertambah karena kehadiran anak dan masih banyak lainnya.
Agar dapat perspektif yang lebih berimbang, boleh kamu coba baca novel satir pernikahan berikut ini. Bukan untuk bikin kamu jadi paranoid, tetapi sebuah bekal pertimbangan sebelum memutuskan mengikat janji dengan calon pasangan.
