5 Novel yang Bikin Introvert Merasa Dikuliti, Sudah Baca?

- Artikel membahas lima novel yang menggambarkan kehidupan dan perasaan karakter introver, menyoroti sisi reflektif serta kesepian yang sering mereka alami.
- Setiap novel menghadirkan tokoh utama dengan kecenderungan introver berbeda, mulai dari perempuan karier kesepian hingga lansia penyendiri yang menemukan makna hidupnya.
- Tulisan ini mengajak pembaca, khususnya yang merasa introver, untuk menemukan kisah yang bisa membuat mereka merasa dipahami melalui bacaan-bacaan tersebut.
Perdebatan introver dan ekstrover memang tak ada habisnya. Ini karena orang sering menggunakan stereotip soal keduanya untuk bikin alasan. Ahli pun sepakat kalau introversi dan ekstraversi adalah spektrum, bukan kotak yang dibuat untuk memisahkan dua kepribadian bertolak belakang. Artinya, setiap orang punya kecenderungan introver dan ekstrover yang skalanya berbeda-beda
Bila kebetulan spektrum kepribadianmu didominasi introversi yang lebih reflektif dan pemikir ketimbang impulsif, rasanya lima novel berikut bisa membuatmu merasa dipahami. Mau baca yang mana dulu?
1. Hooked (Asako Yuzuki)

Hooked adalah novel kedua Asako Yuzuki yang terbit dalam bahasa Inggris setelah Butter beberapa tahun lalu. Yuzuki masih setia mengeksplor isu perempuan dan berbagai tekanan yang mereka hadapi, terutama dalam konteks masyarakat Jepang.
Dalam Hooked, sosok introver yang bakal kamu temui adalah Eriko, perempuan dengan karier cemerlang, tetapi merasakan kesepian kronis. Eriko, meski terlihat percaya diri, sebenarnya punya banyak kecenderungan introver seperti pemikir dan reflektif.
Satu hari, ia gak sengaja berkenalan dengan Shoko, seorang ibu rumah tangga sekaligus blogger. Keduanya menemukan koneksi instan, tetapi lama-kelamaan, Eriko jadi kebablasan dan sedikit obsesif hingga bikin Shoko tak nyaman.
2. All the Lovers in the Night (Mieko Kawakami)

Dalam All the Lovers in the Night, kamu akan berkenalan dengan Fuyuko, proofreader yang bekerja dari rumah. Natur pekerjaannya membuat dirinya hampir tidak punya kehidupan sosial. Satu-satunya orang yang cukup sering berinteraksi dengannya adalah manajernya.
Untuk menghibur diri dari rasa sepinya, Fuyuko sering keluyuran pada malam hari dan minum-minum sampai mabuk. Satu hari, ia bertemu dengan seorang guru yang usianya lebih tua, tetapi keduanya mulai bertemu secara rutin dan menjadi semacam teman, atau mungkin kekasih.
Tak ada plot yang jelas dalam novel ini, tetapi perlahan kita akan diajak menyelami masa lalu Fuyuko yang membuatnya memutuskan untuk berhati-hati saat berinteraksi dengan orang lain.
3. Foster (Claire Keegan)

Sudah difilmkan, Foster adalah novel yang berlakonkan seorang bocah perempuan yang dititipkan orangtuanya ke rumah salah satu kerabat, pasangan suami istri lansia bernama Mr. dan Mrs. Kinsella. Ini dilakukan karena sang ibu akan melahirkan dan merasa tak akan ada yang bisa mengurus bocah itu selama beberapa waktu.
Tidak seperti anak-anak sebayanya yang lincah dan cerewet, sang bocah yang dicap pendiam dan pasif hingga membuatnya lebih sering diabaikan. Menariknya, di rumah barunya itu ia merasakan cinta yang sebenarnya. Ia dapat afeksi dan perhatian yang tak pernah diterimanya dari orangtuanya sendiri. Menyentuh, puitis, dan menghangatkan hati. Novel ini cukup tipis, lebih cocok dikategorikan sebagai novela.
4. Persuasion (Jane Austen)

Anne Elliot dalam Persuasion adalah deskripsi anak tengah introver yang cukup jarang dijadikan lakon. Ia diceritakan sebagai seorang perempuan muda yang sempat bertunangan dengan sesosok pelaut, tetapi tiba-tiba membatalkannya karena hasutan salah satu kerabatnya.
Delapan tahun setelah insiden tersebut, Anne dipertemukan lagi dengan sang mantan tunangan. Pertemuan yang penuh kecanggungan itu menjadi momen refleksi buat Anne yang memang pemikir dan cenderung menyimpan masalah sendiri.
Anne yang lebih sering memikirkan perasaan orang lain kini mau tak mau harus menghadapi kemelut batinnya sendiri. Menariknya, sang mantan tunanganlah satu-satunya orang yang memahami Anne kala itu.
5. An Unnecessary Woman (Rabih Alameddine)

Novel ini berlakonkan Aaliya, perempuan lanjut usia yang hidup di Lebanon seorang diri setelah bercerai dari suaminya. Aaliya lebih sering menghabiskan waktu di rumah, membaca buku dan menerjemahkan novel-novel asing untuk dirinya sendiri.
Namun, di tengah hidup yang tampak lempeng dan sepi itu, Aaliya punya cara untuk tetap menikmati sisa waktunya di dunia. Aaliya adalah definisi introver yang berimbang dan tak stigmatis. Memang lebih suka sendiri, tetapi tak menutup peluang untuk berinteraksi dengan manusia lain sesuai porsinya.
Wahai introver, sudahkah kamu membaca salah satu novel tadi? Kalau belum, boleh coba tengok mana yang kiranya cocok buat menemani waktu sendirimu beberapa hari ke depan.


















