Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Barang Dapur yang Sebaiknya Tidak Dicuci dengan Sabun Biasa

5 Barang Dapur yang Sebaiknya Tidak Dicuci dengan Sabun Biasa
ilustrasi mencuci piring (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • Sabun cuci piring yang kuat dapat merusak beberapa material dapur, seperti menghilangkan lapisan wajan, mengeringkan kayu, atau mengubah tampilan permukaan tertentu.
  • Cast iron sebaiknya dibersihkan sehari-hari dengan air hangat dan spons; talenan kayu perlu sedikit sabun lembut, segera dibilas-keringkan, serta dapat dirawat memakai mineral oil food-grade.
  • Tembaga, peralatan antilengket, serta wadah kayu atau bambu memerlukan sabun lembut dan spons nonabrasif; hindari rendaman lama, sabut kawat, dan mesin pencuci piring bila tidak direkomendasikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mencuci peralatan dapur setelah memasak adalah pekerjaan rutin yang bisa dilakukan dengan mudah. Mencuci dengan sabun cuci piring memang praktis dan berlaku untuk sebagian besar peralatan makan. Namun, ternyata tidak semua barang di dapur cocok diperlakukan dengan cara yang sama.

Beberapa material justru bisa rusak jika terlalu sering terkena sabun cuci piring, terutama jika sabunnya mengandung bahan pembersih yang cukup kuat. Permukaan wajan bisa perlahan kehilangan lapisannya, talenan kayu menjadi kering dan mudah retak, atau peralatan berbahan tertentu mulai berubah warna. Karena itu, penting untuk mengetahui barang-barang dapur mana yang butuh perhatian khusus berikut ini.

1. Wajan dan panci cast iron

Wajan
ilustrasi wajan (pexels.com/Sarah Chai)

Cast iron atau besi cor dikenal karena daya tahannya yang tinggi dan kemampuannya menyimpan panas dengan baik. Namun, material ini membutuhkan perawatan yang berbeda dari wajan biasa. Penggunaan sabun cuci piring yang terlalu sering atau terlalu kuat dapat mengganggu lapisan seasoning pada cast iron.

Seasoning merupakan lapisan minyak yang dipanaskan hingga membentuk permukaan pelindung sekaligus membantu membuat wajan lebih anti lengket. Bukan berarti cast iron sama sekali tidak boleh terkena sabun. Jika terdapat sisa makanan yang sulit dibersihkan, sedikit sabun lembut masih dapat digunakan. Namun, untuk pembersihan sehari-hari, kamu cukup gunakan air hangat dan spons saja.

2. Talenan kayu

Talenan
ilustrasi memotong dengan talenan (unsplash.com/Meagan Stone)

Talenan kayu juga sebaiknya tidak diperlakukan seperti piring atau talenan plastik. Kayu merupakan material berpori yang dapat menyerap air dan bahan pembersih. Kalau terlalu lama direndam dalam air sabun, talenan kayu dapat menyerap kelembapan berlebihan. Akibatnya, kayu bisa mengembang, melengkung, atau retak setelah berulang dicuci.

Untuk membersihkannya, kamu bisa mencuci permukaan talenan menggunakan sedikit sabun lembut dan air mengalir, kemudian segera bilas dan keringkan. Kalau talenan kayu mulai terlihat sangat kering, kamu juga bisa menggunakan food-grade mineral oil untuk membantu menjaga kondisinya. Jangan menggunakan sembarang minyak karena beberapa jenis minyak dapat menjadi tengik.

3. Peralatan masak berbahan tembaga

Peralatan dapur
ilustrasi peralatan dapur (pexels.com/Margo Evardson)

Peralatan dapur berbahan tembaga memiliki tampilan yang cantik dan kemampuan menghantarkan panas yang sangat baik. Namun, permukaannya membutuhkan perhatian lebih ketika dibersihkan. Sabun yang terlalu keras atau bahan pembersih yang bersifat abrasif dapat membuat permukaan tembaga kehilangan kilaunya.

Jika digosok terlalu kuat, permukaannya juga bisa mengalami goresan. Untuk penggunaan sehari-hari, gunakan sabun cuci piring yang lembut dan spons nonabrasif. Hindari penggunaan sabut kawat atau bubuk pembersih yang kasar. Jika bagian luar tembaga mulai terlihat kusam, kamu bisa menggunakan produk pembersih khusus tembaga sesuai petunjuk pada kemasan, ya!

4. Peralatan masak dengan lapisan antilengket

Memasak
ilustrasi memasak (unsplash.com/conscious_design)

Wajan atau panci antilengket memang dibuat agar makanan tidak mudah menempel dan proses memasak menjadi lebih praktis. Namun, lapisan tersebut tetap perlu diperlakukan dengan hati-hati. Sebenarnya, sabun cuci piring yang lembut aman digunakan untuk membersihkan peralatan antilengket.

Hindari sabun atau pembersih yang terlalu keras, spons kasar, serta kebiasaan menggosok permukaan secara agresif. Jangan pula menggunakan sabut kawat untuk menghilangkan kerak karena permukaan antilengket bisa tergores. Setelah digunakan, tunggu hingga wajan agak dingin sebelum mencucinya. Jika ada makanan yang menempel, rendam sebentar dengan air hangat agar sisa makanan melunak sebelum dibersihkan.

5. Botol dan wadah kayu atau bambu

Peralatan berbahan kayu
ilustrasi peralatan berbahan kayu (pexels.com/Arina Krasnikova)

Barang dapur berbahan bambu dan kayu, seperti sendok, spatula, mangkuk, atau wadah penyimpanan, juga membutuhkan perhatian khusus. Sama seperti talenan kayu, material ini bisa menyerap air. Jika terlalu sering direndam dalam air sabun atau dibiarkan basah dalam waktu lama, serat kayu dan bambu dapat mengalami perubahan bentuk.

Untuk membersihkannya, gunakan air mengalir dan sedikit sabun lembut. Setelah itu, bilas hingga bersih dan keringkan. Hindari memasukkannya ke dalam mesin pencuci piring kecuali produk tersebut memang mencantumkan keterangan aman untuk dishwasher. Suhu tinggi dan paparan air dalam waktu lama dapat mempercepat kerusakan material.

Tidak semua barang dapur bisa dicuci dengan cara yang sama. Beberapa di antaranya masih boleh menggunakan sabun lembut, tapi sebaiknya tidak direndam terlalu lama atau digosok dengan bahan yang kasar. Cara ini bisa membuat peralatan dapur tetap berfungsi dengan baik sekaligus menghemat pengeluaran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More