5 Pengalaman Seru Jadi Kru Pers Mahasiswa, Gak Cuma Nulis!

- Pers Mahasiswa jadi wadah mahasiswa menyalurkan ekspresi dan berpikir kritis lewat karya jurnalistik, sekaligus melatih komunikasi serta mental untuk bekal dunia kerja.
- Kru Persma mendapat pengalaman liputan beragam acara, memperluas relasi lintas jurusan hingga kampus lain, serta membangun jaringan dengan alumni dan profesional media.
- Anggota UKM Pers mempelajari skill penting seperti menulis, wawancara, fotografi, hingga manajemen konten digital yang berguna untuk tugas kuliah dan karier masa depan.
Menjadi mahasiswa merupakan kesempatan yang perlu digunakan sebaik-baiknya. Kampus menjadi tempat untuk mempelajari banyak hal dengan pemikiran yang lebih bebas dibandingkan dengan sekolah. Maka sangat disayangkan jika mahasiswa hanya belajar di kelas tanpa mencoba kegiatan di luar kelas.
Banyak pilihan kegiatan seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga Organisasi Eksternal. Pers Mahasiswa (Persma) yang biasanya berupa UKM tak ketinggalan menjadi incaran mahasiswa.
Meski terkadang dianggap kaku dan serius, sebab sering berurusan dengan birokrasi kampus. Faktanya, Persma menjadi tempat berdialetika dan mengekspresikan diri para mahasiswa lewat karya jurnalistik. Merawat pemikiran kritis, melatih keterampilan berkomunikasi, serta menumbuhkan mental baja sebagai bekal dunia kerja. Jika memutuskan bergabung dalam UKM Pers, niscaya lima pengalaman seru jadi kru pers mahasiswa berikut ini akan kamu rasakan.
1. Mendapat akses gratis pada acara kampus bahkan acara luar kampus

Siapa yang menolak jika dapat menghadiri acara kampus secara gratis? Selain mendapat snack, kamu juga mendapat ilmu dengan lebih mendalam ketika menuliskannya sebagai berita. Belajar di luar kelas sekaligus liputan adalah pilihan yang menyegarkan.
Bahkan tak jarang UKM Pers mengirimkan beberapa krudianya untuk meliput acara di luar kampus. Seperti menonton film dokumenter, diskusi buku, hingga festival, yang sering kali berkolaborasi dengan universitas atau komunitas.
Demonstrasi oleh mahasiswa dan lapisan masyarakat, tak luput dari perhatian. Pengalaman meliput demonstrasi yang menegangkan, menjadi sangat membekas setelah berita terbit. Dirimu akan merasa lega dan bangga ketika dapat menyampaikan informasi untuk khalayak ramai.
2. Kamu memiliki lingkungan pertemanan yang sefrekuensi

Sering kali seleksi masuk UKM Pers melalui banyak tahap yang tidak mudah. Sebab menjadi jurnalis kampus memerlukan kesabaran dan ketekunan dalam belajar.
Namun, setelah diterima, kamu akan mendapatkan lingkungan pertemanan yang menyenangkan. Berbeda dengan di kelas yang berisi teman-teman dengan berbagai kegemaran. Dirimu akan mendapat teman yang memiliki kesamaan minat dan jiwa.
Berdiskusi dan belajar bersama untuk menciptakan karya jurnalistik. Membuat kru Pers Mahasiswa memiliki kedekatan yang hangat dan saling membutuhkan. Dirimu akan mendapat dukungan dalam menjalani perkuliahan. Bahkan, bantuan saat kamu kesulitan.
3. Kamu mempelajari banyak skill penting untuk masa depan

UKM Pers memfasilitasi anggotanya dalam mempelajari berbagai skill jurnalistik. Seperti teknik wawancara, menulis berita, fotografi, videografi, serta tulisan non-laporan. Bahkan UKM Pers selalu mengikuti perkembangan zaman, dari konten media sosial hingga pembuatan film dokumenter.
Dirimu juga akan menguasai keterampilan berkomunikasi, bekerja sama dengan tim, serta terbiasa bekerja di bawah tekanan. Metode belajarnya biasanya diajarkan turun-temurun oleh senior. Bahkan alumni yang telah terjun langsung menjadi wartawan ikut berperan dalam menyalurkan ilmu mereka.
Tentunya ini menjadi nilai plus bagi kru Persma untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Faktanya, tak sedikit anggota yang memilih terjun di dunia kerja jurnalistik alih-alih bidang yang selaras dengan jurusan mereka.
4. Keterampilan menulismu akan berguna pada tugas kuliah

Keterampilan menulis dan berpikir kritis sangat mahal didapat di zaman digital. AI sering kali menjadi jalan pintas bagi mahasiswa untuk mengerjakan tugas karya tulis dari dosen. Mengakibatkan penurunan kemampuan menulis mahasiswa yang tak lagi sesuai kaidah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
Di dalam UKM Pers, penggunaan AI dilarang keras. Persma menjunjung tinggi orisinalitas tulisan para krunya. Otomatis, dirimu akan memiliki kemampuan menulis yang baik sebagai jurnalis kampus.
Ketika kamu terbiasa menulis tanpa AI, mengerjakan tugas menulis dari dosen bukan hal yang susah. Hingga kamu mengerjakan skripsi, selain penulisan menjadi lebih mudah, mentalmu yang terbiasa mewawancarai narasumber juga akan sangat membantu.
5. Relasimu akan semakin meluas

Sebagai kru Persma, rekanmu bukan hanya dari jurusan atau fakultas yang sama. Melainkan berasal dari berbagai jurusan di kampus. Bahkan kamu juga dapat membangun pertemanan dengan narasumbermu.
Bukan tidak mungkin, karena banyak mengikuti kegiatan di luar kampus, dirimu juga mendapat teman dari kampus lain. Tak sampai di situ, kamu juga dapat membangun relasi dengan para alumni yang telah terjun menjadi wartawan, bahkan ada yang telah memiliki media sendiri. Mereka tidak segan untuk bekerja sama denganmu setelah kamu lulus nanti.
UKM Pers Mahasiswa menjadi wadah untuk mengembangkan minat di bidang jurnalistik. Dengan segudang manfaat serta pengalaman seru jadi kru pers mahasiswa, tidak perlu ragu lagi untuk bergabung di dalamnya. Meski penuh tantangan, justru anggota pers kampus saling merangkul dengan hangat.