Kekerasan dari orangtua sering kali meninggalkan luka yang paling dalam, karena datang dari sosok yang seharusnya menjadi tempat paling aman. Bagi banyak perempuan, pengalaman ini bukan hanya soal masa lalu, tetapi sesuatu yang terus memengaruhi cara mereka membangun relasi, memandang diri sendiri, dan menjalani hidup.
Memoar menjadi ruang penting untuk menyuarakan pengalaman yang lama terpendam, sekaligus bentuk klaim kembali atas cerita hidup sendiri. Lewat tulisan, para penyintas tidak hanya bercerita tentang luka, tetapi juga tentang bertahan, memahami, dan perlahan memulihkan diri. Lima memoar berikut memperlihatkan bagaimana keberanian untuk jujur bisa menjadi langkah awal menuju penyembuhan.
