Comscore Tracker

14 November Hari Brigade Mobile (Brimob): Ini Sejarahnya

Berperan untuk menertibkan masyarakat Indonesia

Hari Brigade Mobile (Brimob) selalu diperingati tiap tanggal 14 November. Eksistensi mereka telah muncul ketika zaman penjajahan Jepang sebagai cadangan untuk menjadi tenaga perang Asia Timur Raya.

Namun, setelah Jepang dikalahkan sekutu dan pergi dari Indonesia, Brimob ikut serta untuk merebut dan menjaga keutuhan negara. Mereka juga punya peran besar dalam membasmi pemberontakan yang muncul pada awal berdirinya Republik Indonesia.

Ingin tahu bagaimana kisah Brigade Mobile di Indonesia? Inilah sejarahnya berdasarkan laman resmi Korps Brimob Polri.

1. Diawali dengan nama Tokubetsu Keisatsu Tai tahun 1944

14 November Hari Brigade Mobile (Brimob): Ini SejarahnyaPersonel Brimob dengan senjata lengkap menjaga rekonstruksi ulang pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Selasa (30/8/2022). (IDN Times/Tata Firza)

Lahirnya Brimob terjadi ketika Jepang mulai menguasai Indonesia pada tahun 1942. Mereka mengalami kekalahan dalam perang Asia Timur Raya dan mulai mengatur strategi perangnya yang baru. Dari sanalah, akhirnya mereka membentuk organisasi militer di tahun 1943-1944.

Karena terus didesak oleh keadaan, pemerintah militer Jepang membutuhkan tenaga cadangan polisi yang cepat dan punya mobilitas tinggi. Akhirnya, dibentuklah Tokubetsu Kisatsu Tai pada April 1944 yang beranggotakan para polisi muda hingga didirikannya setiap karesidenan di Jawa, Madura, dan Sumatera.

Tokubetsu Kisatsu Tai punya persenjataan yang lebih memadai daripada polisi biasanya. Tiap anggotanya pun memperoleh asrama, pendidikan, dan latihan militer dari tentara Jepang. Oleh karena itu, tak heran mereka kerap dianggap sebagai polisi yang berjiwa disiplin yang tinggi.

Tak hanya itu, di akhir tahun 1944 di setiap karesidenan, dibentuklah Tokubetsu Keisatsu Tai dengan kekuatan satu Kompi dengan anggota 60-200 orang. Satuan itu berada di bawah kekuasaan Polisi Karesidenan dan komandan Kompi yang berpangkat Itto Keibu (Letnan Satu). 

Tibalah momen Jepang menyerah kepada sekutu. Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Di saat yang bersamaan, semua organisasi militer buatan Jepang dibubarkan. Namun, Tokubetsu Keisatsi Tai tetap dipertahankan dan mereka juga ikut berpartisipasi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia bersama rakyat.

2. Berubah nama menjadi Polisi Istimewa

14 November Hari Brigade Mobile (Brimob): Ini SejarahnyaDoc. Humas Polda Sulsel

Selepas kemerdekaan Indonesia, Tokubetsu Keisatsu Tai berubah nama jadi Polisi Istimewa. Penggantian nama itu dilakukan pada 21 Agustus 1945 oleh Inspektur Polisi Tk. I. Mohammad Jasin saat apel pagi dengan semua anggota Polisi Istimewa dan membacakan teks Proklamasi Polisi Istimewa yang berbunyi,

"Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia".

Polisi Istimewa lalu memperbanyak dan menyebarluaskan teks tersebut dengan cara menempelnya di mana-mana, terutama di tempat yang ramai dan bisa dibaca oleh orang-orang. Agenda berikutnya adalah mengganti pimpinan menjadi Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin, yang awalnya dipimpin oleh Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto dari Jepang.

3. Penetapan Hari Brigade Mobile oleh Presiden Soekarno

14 November Hari Brigade Mobile (Brimob): Ini SejarahnyaSemarak peringatan HUT Brimob ke-74 di Lapangan Sekolah Polisi Negara, Balikpapan, Kamis (14/11) pagi. IDN Times/Surya Aditya

Usai satu tahun Polisi Istimewa berada di garda depan dalam memperebutkan fasilitas militer dan wilayah strategis di pulau Jawa dan Sumatera, seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa, dan Pasukan Polisi menyatu menjadi Mobile Brigade (Mobrig). Susunan dalam pasukan itu diubah menjadi tingkat Batalyon pada 25 April 1959.

Tugas Mobrig saat itu adalah memerangi pemberontakan dan separatisme di setiap daerah. Maka dari itu, sang pimpinan membentuk pasukan khusus yang bernama pasukan Ranger (Pelopor).

Selain menerima pembelajaran, agar lulus menjadi Ranger, para peserta wajib mengikuti tes akhir dengan terjun langsung ke medan perang. Jika berhasil, maka selesailah pendidikan Ranger.

Kemudian di tahun 1961, berdasarkan surat YM. Menteri Kepala Kepolisian Negara No. Pol. 23/61 tanggal 12 Agustus, ditetapkan bahwa tanggal 14 November jadi Hari Mobile Brigade ke-16. Secara bersamaan, Presiden Soekarno dengan resmi mengubah nama Mobile Brigade menjadi Brigade Mobile seperti yang kita kenal saat ini.

Itulah sejarah di balik Hari Brigade Mobile (Brimob) yang diperingati setiap 14 November. Semoga informasi ini bermanfaat buat kamu, ya!

Baca Juga: 1 Juli Hari Bhayangkara: Sejarah dan Cara Memperingatinya

Topic:

  • Seo Intern IDN Times
  • Febriyanti Revitasari
  • Stella Azasya

Berita Terkini Lainnya