Comscore Tracker

Fasik: Definisi, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Dicap sebagai orang yang durhaka kepada Allah SWT

Pernahkah kamu mendengar tentang fasik? Meski terdengar asing di telinga, tetapi dalam agama Islam, fasik berkaitan dengan keluar dari ketaatan terhadap Allah SWT. Nah, secara bahasa, fasik berasal dari kata dasar al-fisq yang berarti keluar (khuru).

Tak heran bila para ulama mendefinisikan fasik sebagai orang yang durhaka kepada Allah SWT sebab meninggalkan perintah-Nya atau melanggar ketentuan-Nya. Untuk memahami fasik lebih jauh, berikut ini definisi, ciri-ciri, dan jenisnya di bawah ini.

1. Definisi fasik

Fasik: Definisi, Ciri-Ciri, dan Jenisnyailustrasi clubbing (pexels.com/RODNAE Productions)

Dalam Al-Qur'an, fasik sering kali dikaitkan dengan kekafiran dan kedurhakaan. Salah satu ayat dalam Surah Al-Baqarah juga menyebutkan bahwa orang fasik tergolong orang-orang yang melanggar perjanjian Allah. Berikut firman Allah SWT:

“(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi (fasik).” (QS. Al Baqarah: 27)

Orang fasik melakukan dosa besar karena tidak peduli terhadap perintah atau malah melanggar ketentuan-Nya. Mengutip dari buku 'Ular yang Menunggu Jenazah' oleh Rizem Aizid, meski kerap dianggap sama, fasik berbeda dengan kafir. Orang kafir adalah ia yang keluar dari agama, sementara orang fasik berati orang yang keluar dari ketaatan terhadap perintah Allah SWT.

Baca Juga: Menilik Berbagai Teori Masuknya Islam ke Indonesia

2. Ciri-ciri orang fasik

Fasik: Definisi, Ciri-Ciri, dan Jenisnyailustrasi hutan gundul (pexels.com/ Matthis)

Mengutip buku 'Iman dan Takwa Peraih Muflihun' oleh Nasikin Purnama, terdapat ciri-ciri orang fasik yang bisa dikenali. Nah, ciri-cirinya adalah sebagai berikut.

1. Melanggar perjanjian manusia dengan Allah

Sudah menjadi kewajiban umat Muslim untuk beribadah kepada Allah SWT ataupun senantiasa hanya meminta pertolongan kepada-Nya. Namun, orang fasik justru tidak melaksanakan kewajiban itu. Mereka biasanya cenderung senang meminta pertolongan kepada Allah SWT dengan berdoa, tetapi jarang beribadah dan lebih mementingkan kehidupan dunia.

2. Memutuskan hubungan silaturahmi

Dalam Islam, hubungan silaturahmi antar manusia harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Sedangkan, orang fasik hanya menjalin hubungan dengan orang-orang tertentu yang memberi bantuan kepadanya saja.

3. Berbuat kerusakan di muka bumi

Merusak tatanan lingkungan di daerah pegunungan dengan mendirikan berbagai bangunan dan perumahan, juga termasuk ciri-ciri orang fasik. Akibatnya, saat musim hujan, daerah tersebut sering terkena banjir dan tanah longsor serta kekeringan saat musim kemarau.

4. Suka berbuat dosa dan durhaka kepada Allah

Sebagaimana firman Allah SWT, “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-An’aam: 49)

5. Mengubah hukum Allah yang sudah jelas kebenarannya

Orang fasik juga senang mengubah hukum Allah yang tidak bisa mereka kerjakan. Meski tahu ganjarannya, mereka tetap tidak peduli dan mengabaikan hukum tersebut. Nah, itulah sebabnya Allah berfirman:

“Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik. Setelah mengenyam berbagai kenikmatan itu, ternyata Bani Israil tetap ingkar kepada Allah.” (QS. Al Baqarah: 59)

3. Jenis-jenis fasik

Fasik: Definisi, Ciri-Ciri, dan Jenisnyailustrasi bir (pexels.com/ELEVATE)

Imam Al Ghazali dalam 'Kitab Mukasyafatul Qulub' menjelaskan bahwa orang fasik terbagi jadi dua golongan. Pertama, terdapat fasik kafir termasuk mereka yang tidak beriman, mendurhakai Allah, ataupun masuk ke dalam kesesatan. Orang fasik kafir tidak terampuni dosanya, kecuali melalui dua kalimat syahadat pertobatan sebelum wafat.

Sementara orang fasik golongan kedua, yakni fasik fajir yang telah masuk Islam dan tidak menyekutukan-Nya, tetapi tidak taat atas perintah dan larangan agama. Nah, meski sudah beriman kepada Allah SWT, mereka ternyata masih menuruti syahwatnya dengan berbuat zina, meminum khamar, sampai mengonsumsi makanan haram.

Bila orang fasik fajir tidak bertobat serta tidak menyesali kefasikannya sampai meninggal, ia akan masuk neraka, tetapi tidak kekal di dalamnya. Setelah dosa-dosanya telah ditebus di dalam neraka, mereka akan diampuni dan masuk ke dalam surga.

Nah, sebagai umat Muslim, tentu kita tidak ingin masuk dalam golongan orang-orang fasik yang meninggalkan perintah-Nya dan melanggar ketentuan-Nya. Bahkan semoga kita bisa dijauhkan dari orang-orang fasik, ya!

Baca Juga: 3 Sifat Jin Menurut Islam, Umat Muslim Wajib Tahu!

Topic:

  • Bella Manoban
  • Febriyanti Revitasari
  • Retno Rahayu

Berita Terkini Lainnya