"Keterampilan ini sangat berguna ketika kelas ditutup karena keterbatasan kapasitas dan mereka harus memutuskan mata kuliah mana yang perlu diganti, ini adalah pengambilan keputusan yang efektif," ujar Monica Selagea, seorang guru sekolah menengah dikutip dari laman organisasi kebeasiswaan ternama One Goal.
"Membuat keputusan yang efektif melalui berpikir kritis dapat menyelesaikan masalah sejak dini untuk memastikan keberhasilan mahasiswa sejak awal," lanjutnya.
5 Skill Penting Non-Akademik Mahasiswa, Siap Hadapi Tantangan Kerja!

Bagi mahasiswa, prestasi akademik memang penting, tetapi bukan satu-satunya bekal untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan setelah lulus. Banyak lulusan dengan nilai bagus justru kesulitan beradaptasi karena kurang memiliki keterampilan nonakademik. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menyadari bahwa pengembangan diri tidak hanya berfokus pada nilai dan IPK.
Skill selain akademik, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan mengelola diri, memiliki peran besar dalam menunjang kesuksesan. Berikut skill penting selain akademik untuk mahasiswa agar kamu lebih siap hadapi tantangan dunia kerja.
1. Mampu berpikir kritis dan pemecahan masalah

Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah sangat penting bagi mahasiswa. Keterampilan ini membantu mahasiswa menghadapi ketidakpastian ekspektasi dan perkuliahan di perguruan tinggi. Mereka harus membuat keputusan yang tepat agar berhasil.
Dari awal perkuliahan, mahasiswa harus memilih mata kuliah yang mereka butuhkan. Mahasiswa juga harus belajar menavigasi portal sekolah dan tidak hanya memutuskan mata kuliah mana yang perlu diambil, tetapi juga mendaftar pada waktu yang tepat.
2. Melakukan komunikasi yang efektif

Berkomunikasi bisa sangat sulit bagi beberapa mahasiswa yang takut akan hal yang tidak mereka ketahui. Komunikasi secara efektif, secara verbal dan tertulis, adalah kunci keberhasilan baik secara akademis, pribadi, dan sosial mahasiswa.
Di dalam kelas, mereka harus menyadari bahwa komunikasi sangat penting untuk memahami kurikulum dan harapan di kelas. Mereka harus mengajukan pertanyaan, mengungkapkan ide-ide mereka, dan menjadi penulis yang baik untuk memastikan keberhasilan mereka.
"Siswa harus memiliki kepercayaan diri dan profesionalisme untuk berkomunikasi secara efektif. Mereka akan berkembang ketika keterampilan ini diterapkan, ini adalah salah satu keterampilan terpenting yang harus dimiliki. Ini tidak hanya bermanfaat bagi mereka di kelas, tetapi juga secara pribadi dan sosial," jelas Monica.
3. Memiliki manajemen waktu yang baik

Waktu sangat berharga dan untuk menikmati semua yang ditawarkan oleh kehidupan kampus, mahasiswa harus mulai belajar menyeimbangkan waktu tersebut. Dengan keterampilan manajemen waktu yang efektif, mahasiswa akan sepenuhnya terlibat di kelas sambil menikmati kehidupan kampus.
Ada beberapa cara bagi mahasiswa untuk menyeimbangkan akademis dan kehidupan sosial; semuanya dimulai dengan perencanaan. Memiliki perencana sangat penting, ini adalah pengingat harian tentang acara, tugas, waktu kelas, dan acara penting lainnya. Perencana dapat berupa buku perencana, kalender, atau perencana digital dari aplikasi.
Hal ini membantu mahasiswa untuk terorganisir dan tepat waktu dalam menyelesaikan tugas dan komitmen. Menyadari waktunya membantu mahasiswa untuk tepat waktu, menghindari penundaan, serta memprioritaskan tugas dan janji temu. Ini bukanlah tugas yang mudah.
"Ketika kuliah terasa sangat berat, menyeimbangkan waktu sangat penting untuk keberhasilan akademis, dan yang lebih penting, untuk kesehatan mental mahasiswa. Pastikan mahasiswa tahu bahwa menyeimbangkan waktu ini termasuk perawatan diri," terang Monica.
4. Kemampuan beradaptasi dan ketahanan diri

Bagi banyak mahasiswa, kuliah adalah waktu yang tepat untuk melepaskan diri dari kebiasaan mereka. Ini menantang dan membutuhkan waktu, tetapi pada akhirnya, mahasiswa beradaptasi dan menjadi tangguh melalui tantangan tersebut.
Beradaptasi dengan tuntutan, dinamika, dan tantangan perkuliahan bisa menjadi perjuangan bagi mahasiswa, dan memang seharusnya begitu: semuanya baru bagi seorang mahasiswa. Sebagian mahasiswa mungkin kesulitan meninggalkan rumah untuk tinggal di kos atau bahkan asrama. Hal ini bisa menjadi transisi yang menakutkan.
Tetapi mahasiswa harus mendekati dunia baru ini dengan antusiasme untuk rutinitas baru. Mereka akan berhasil menyadari bahwa norma baru ini adalah kesempatan untuk pertumbuhan pribadi, pembelajaran seumur hidup, dan kesempatan untuk merasa mandiri.
5. Kolaborasi dan keterampilan interpersonal

Selain akademis, perguruan tinggi adalah tempat di mana mahasiswa akan berkembang melalui koneksi, kolaborasi, dan hubungan dengan mahasiswa lain. Membentuk hubungan dan jaringan ini merupakan bagian penting untuk sukses di perguruan tinggi.
Perguruan tinggi biasanya juga sangat beragam sehingga mahasiswa akan merangkul budaya dan latar belakang teman-teman baru, memberi mereka rasa memiliki. Ini sangat bermanfaat bagi kesejahteraan mental mahasiswa.
"Mahasiswa bisa bergabung dengan unit kegiatan mahasiswa atau UKM untuk bertemu orang baru, mempelajari hobi baru, atau melakukan kegiatan bersama untuk menciptakan hubungan positif. Ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, terutama jika seorang mahasiswa secara alami pemalu atau introvert, tetapi keterampilan ini dapat dibawa hingga dewasa di lingkungan profesional,” ujar Monica.
Itulah skill penting selain akademik untuk mahasiswa. Memiliki skill non-akademik yang baik bisa membantu mahasiswa menjadi pribadi yang lebih siap menghadapi tantangan. Keterampilan ini mendukung proses belajar, memperluas relasi, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berbagai kesempatan.

















