ilustrasi Nabi Muhammad SAW (IDN Times/Aditya Pratama)
Salat lima waktu diwajibkan saat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Isra Mikraj. Saat itu, sudah ada salat di zaman nabi-nabi sebelumnya, tetapi perintah salat kepada Nabi Muhammad diturunkan secara langsung oleh Allah SWT.
Pada saat itu, Allah SWT mengundang Nabi Muhammad SAW untuk bertemu di Sidratul Muntaha. Pohon Sidratul Muntaha adalah sebuah pohon yang tidak dapat dicapai oleh seorang yang berkendara selama tujuh puluh tahun, pohon ini memiliki daun yang menutupi seluruh umat manusia.
Saat itu, umat Islam diperintahkan untuk 50 kali salat dari Allah SWT, hingga akhirnya ditetapkan menjadi 5 saat Nabi Muhammad SAW meminta keringanan. Hal ini tercantum dalam hadis riwayat Bukhari sebagai berikut.
"Tatkala aku bertemu Musa, ia berkata: "Apa yang engkau bawa?" Begitu kujawab: "Dia jadikan lima", ia (masih) berkata seperti tadi. Maka aku katakan: "Aku berserah diri dengan baik", sehingga diserukanlah: "Sesungguhnya Aku (Allah) telah menetapkan kewajiban-Ku serta meringankan hamba-Ku, dan Aku akan memberi pahala kebajikan sepuluh kalinya." (HR. Bukhari)