Pertemanan seharusnya menjadi safe space dua arah tempat untuk saling mendengar, mendukung, dan merayakan satu sama lain. Namun, ada kalanya hubungan pertemanan terasa sangat melelahkan karena terus berporos pada satu orang. Seseorang dengan kecenderungan narsistik bukan cuma soal hobi selfie atau memiliki rasa percaya diri yang tinggi, melainkan kebutuhan untuk selalu dikagumi, merasa paling unggul, dan mendapatkan perlakuan khusus tanpa benar-benar mempertimbangkan perasaan orang di sekitarnya.
Masalahnya, di awal pertemanan, orang seperti ini sering kali terlihat karismatik, asyik, dan menyenangkan. Namun, setelah hubungan semakin dekat, kamu bisa mulai menyadari bahwa sebagian besar energi justru habis untuk menghadapi kebutuhan dan keinginannya. Kalau kamu sering merasa cemas sebelum bertemu dengannya atau merasa cuma dijadikan penonton dalam kehidupannya, coba cermati lima tanda berikut.
