Kesalahan dalam pekerjaan merupakan hal yang wajar terjadi, terlebih ketika suatu tugas melibatkan banyak orang dengan tanggung jawab yang saling berkaitan. Namun, situasinya menjadi gak sehat ketika setiap masalah selalu diarahkan kepada satu rekan kerja, bahkan sebelum penyebab sebenarnya diperiksa secara objektif. Pola tersebut dapat mengarah pada scapegoating, yaitu kondisi ketika seseorang terus dijadikan pihak yang menanggung kesalahan dalam suatu kelompok.
Scapegoating di lingkungan kerja kadang sulit dikenali karena dapat dibungkus sebagai kritik, evaluasi, atau tuntutan tanggung jawab yang sekilas terlihat wajar. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan mencari kambing hitam dapat merusak rasa aman psikologis sekaligus membuat budaya kerja semakin toksik. Supaya perbedaannya dengan kritik profesional lebih mudah terlihat, yuk kenali tanda scapegoating di kantor berikut ini.
