- Mereka sangat ingin tahu, menjelajah, dan mempelajari hal-hal baru.
- Mereka mampu mengingat berbagai hal yang menjadi pengalaman menarik baginya.
- Mereka mampu mengidentifikasi apa yang hilang dari sebuah gambar atau objek.
- Mereka bisa mengikuti intruksi sederhana.
- Mereka bisa mengenali warna primer.
- Mereka pandai memberi nama atau melabeli benda.
- Mereka bisa membuat garis, lingkaran, dan persegi dengan pensil.
- Mereka senang meniru dan bertanya.
- Mereka memiliki kosakata sekitar 300 kata.
- Mereka bisa menyebutkan nama lengkap dan usianya sendiri.
5 Tips Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Usia 2-3 Tahun, Ajak Main!

- Mengajarkan Bahasa Inggris pada anak usia 2-3 tahun perlu disesuaikan dengan kemampuan mereka yang masih terbatas, agar metode belajar terasa alami dan tidak memaksa.
- Orangtua disarankan membangun percakapan sederhana dalam Bahasa Inggris di kegiatan sehari-hari serta menggunakan label benda untuk memperkenalkan kosakata baru.
- Belajar sambil bermain, bernyanyi, dan membaca buku cerita berbahasa Inggris membantu anak menikmati proses belajar sekaligus memperkaya kosakata secara menyenangkan.
Mengajari anak berbahasa Inggris sejak dini bisa jadi keputusan yang tepat. Misalnya, ketika anak sudah berusia 2-3 tahun. Pada usia ini, biasanya anak-anak mulai lancar bicara dan berkomunikasi. Mereka senang merangkai kata dan belajar banyak kosakata baru.
Akan tetapi, mengajari anak berbahasa Inggris tidak bisa dilakukan dengan terlalu serius. Pilih metode pembelajaran yang santai dan menyenangkan agar anak tertarik belajar. Berikut adalah tips belajar Bahasa Inggris untuk anak usia 2-3 tahun, yang dirangkum dari berbagai sumber.
1. Memahami bahwa anak memiliki kemampuan yang masih terbatas

Jangan membayangkan anak-anak akan langsung bisa berbahasa Inggris ketika diajari sekali dua kali. Orangtua harus ingat bahwa anak usia 2-3 tahun itu masih memiliki banyak keterbatasan, tak terkecuali soal komunikasi. Bahkan beberapa di antara mereka masih belum lancar bicara dan mengobrol dua arah.
Dilansir laman English as a Second Language, memahami apa yang mampu dan tidak mampu dilakukan anak adalah langkah awal untuk mengetahui bagaimana orangtua akan mengajari mereka Bahasa Inggris. Beberapa hal yang mampu dilakukan anak usia 2-3 tahun di antaranya:
Dan masih banyak lagi kemampuan yang biasanya sudah dikuasai oleh anak usia 2-3 tahun. Dengan mengetahui batas kemampuan anak, itu akan memudahkan orangtua mencari metode pembelajaran Bahasa Inggris yang tepat bagi anak mereka.
2. Buat percakapan sehari-hari dalam Bahasa Inggris

Cara paling efektif untuk mempelajari Bahasa Inggris adalah dengan praktik langsung. Bagi anak berusia 2-3 tahun yang belum lancar berkomunikasi dua arah, mungkin bisa dimulai dengan membangun percakapan sehari-hari menggunakan Bahasa Inggris yang sederhana. "Mulailah dengan mendengarkan dan berbicara. Berkomunikasilah dengan anak menggunakan Bahasa Inggris sederhana selama kegiatan rutin sehari-hari," tutur accomplished educator dan penulis Neelima Singh lewat tulisannya di laman Planet Spark.
Orangtua juga bisa mulai melabeli barang-barang di rumah dengan stiker berbahasa Inggris. Gunakan situasi kehidupan sehari-hari untuk memperkenalkan kosakata baru dalam Bahasa Inggris. Seperti Bahasa Inggris untuk sendok adalah spoon, garpu adalah fork, bantal adalah pillow, piring adalah plate, kipas angin adalah fan, pintu adalah door, jendela adalah window, dan lain-lain.
3. Pembelajaran singkat namun rutin

Perlu diingat bahwa anak usia 2-3 tahun memiliki rentang perhatian yang pendek dan cepat kehilangan minat pada sebuah aktivitas. Ini bukan berarti metode pembelajaran orangtua membosankan, tapi ada banyak kegiatan lain yang menggugah rasa ingin tahu mereka. Dengan kata lain, orangtua sedang berlomba menarik atensi anak agar mau fokus belajar lebih lama.
Melibatkan diri pada aktivitas anak adalah cara manjur untuk menyisipkan pembelajaran Bahasa Inggris pada mereka. Pastikan aktivitas tidak berlangsung lebih dari 5-10 menit. Maka, perlu bagi orangtua untuk menyiapkan beberapa aktivitas menyenangkan sebagai sarana pembelajaran. Bermain sembari belajar kosakata dan menyusun kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris, akan terasa menyenangkan bagi mereka.
4. Belajar sambil bermain

Ingat, anak-anak pada rentang usia 2-3 tahun belum bisa membaca dan menulis. Jadi, buatlah sesi belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak, yaitu bermain. Neelima Singh menuturkan, metode paling efektif untuk mengajarkan Bahasa Inggris pada anak di rentang usia ini adalah mulai dengan suara, lagu, dan senyuman.
"Gunakan sajak dan lagu yang familier dengan anak, seperti Twinkle Twinkle Little Star atau Old McDonald, yang memperkenalkan ritme dan pola bahasa berulang," terang perempuan yang telah berpengalaman mengajar Bahasa Inggris selama 12 tahun ini.
Buku bergambar dengan visual yang menarik juga akan membuat anak-anak tertarik belajar. Neelima menyarankan orangtua untuk membaca nyaring dan memberi penekanan ketika menunjuk suatu objek. Contohnya, "Look! That's a cat! Can you say 'cat'?"
Bicara sepanjang hari dengan menjelaskan apa saja kegiatan yang dilakukan orangtua, juga bisa jadi metode pembelajaran yang menyenangkan. Sebab, pada usia 2-3 tahun, biasanya anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan selalu ingin dilibatkan dalam kegiatan kedua orangtuanya. Misalnya saja, katakan "Mama is cutting apple" atau "We are watching tv."
"Mendengarkan secara pasif begini akan membangun kosakata seiring waktu," kata Neelima Singh. "Jangan buru-buru mengoreksi ucapan anak. Poinnya adalah membuat mereka terbiasa dulu dengan kosakata berbahasa Inggris," sambungnya.
5. Manfaatkan waktu bercerita sebelum tidur

Mayoritas anak menyukai buku bergambar dengan warna-warni cerah. Mereka juga senang mendengarkan cerita sebagai pengantar tidur. Nah, orangtua bisa memanfaatkan momen ini untuk menyisipkan pembelajaran Bahasa Inggris pada anak. Coba bacakan buku cerita dalam Bahasa Inggris.
Meskipun belum sepenuhnya memahami jalan cerita yang dibacakan, tapi dengan anak mau duduk menyimak saja, itu sudah tanda ketertarikan mereka mulai muncul. Orangtua harus pandai menciptakan suasana membaca yang menyenangkan dan tidak terlihat sebagai sebuah metode pembelajaran yang menekan.
"Bacalah buku cerita dengan lantang sembari menggunakan ekspresi dan emosi. Biarkan anak anda menafsirkan gambar dan menceritakan kembali cerita tersebut," saran Neelima.
Mengajari anak berbahasa asing sejak dini bisa dibilang gampang-gampang susah. Yang paling penting, buat suasana belajar terasa menyenangkan dengan permainan. Anak usia 2-3 memang masih susah diarahkan, tetapi mereka juga cepat menangkap hal baru, apalagi jika hal tersebut menarik baginya. Semoga kelima tips di atas bisa membantu, ya!


![[QUIZ] Kalau Tinggal di Upin Ipin Universe, Kamu Tipe Logis atau Kreatif?](https://image.idntimes.com/post/20251223/upload_f4f1df8e3817abc303ecdd901de1d6c9_94dacbd7-dba1-4234-89f1-4739513d52bd.png)
















