Setelah rutinitas sekolah selesai, banyak orang mulai merasa hidupnya berjalan lebih lambat dibandingkan dengan teman sebaya. Ada yang mendadak sering overthinking saat malam, mudah sensitif ketika ditanya rencana hidup, sampai merasa bersalah karena belum menghasilkan sesuatu. Fase seperti ini cukup sering muncul saat menjalani gap year, apalagi ketika hari terasa kosong dan isi kepala mulai penuh.
Padahal, menjaga mental tetap aman selama masa jeda bukan soal harus selalu positif atau terlihat produktif setiap waktu. Ada beberapa kebiasaan kecil yang sebenarnya cukup membantu supaya pikiran tidak cepat ke mana-mana. Berikut beberapa kebiasaan kecil yang tergabung dalam tips mengelola mental selama gap year agar gak mudah down.
