Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Atap Rumah Panas? Terapkan Cara Ini untuk Mengatasinya

Atap Rumah Panas? Terapkan Cara Ini untuk Mengatasinya
Ilustrasi atap rumah (pexels.com/Jo Kassis)
Intinya Sih
  • Atap rumah mudah menyerap panas berlebih saat cuaca terik, menyebabkan suhu meningkat dan material cepat rusak jika tidak dilindungi dengan baik.
  • Pemasangan roof insulation membantu menghambat perpindahan panas, menjaga suhu ruangan tetap nyaman, serta memperpanjang usia pakai atap.
  • Kombinasi ventilasi memadai dan radiant barrier insulation efektif menurunkan panas di area atap, menjaga sirkulasi udara lancar, dan meningkatkan efisiensi pendinginan rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Atap merupakan bagian paling luar bangunan yang melindungi rumah dari berbagai kondisi cuaca, termasuk paparan sinar matahari. Saat cuaca panas melanda, atap menjadi bagian yang menerima paparan sinar matahari paling banyak secara langsung. Akibatnya, permukaan atap dapat menyerap panas dalam jumlah besar sehingga suhunya meningkat.

Perubahan suhu yang terjadi secara berulang, dapat menyebabkan pemuaian dan penyusutan material sehingga memicu retak, lapisan pelindung yang mengelupas, hingga berkurangnya kinerja insulasi atap. Pada kondisi tertentu, suhu yang sangat tinggi juga dapat meningkatkan risiko kerusakan pada komponen bangunan lainnya.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah untuk mengurangi panas yang diserap oleh atap agar suhu di dalam rumah tetap nyaman sekaligus menjaga ketahanan konstruksi bangunan. Berikut beberapa cara menjaga atap rumah agar tetap terlindungi dari paparan cuaca panas.

1. Gunakan insulasi atap (roof insulation)

Ilustrasi insulasi atap (pexels.com/Ryan Stephens)
Ilustrasi insulasi atap (pexels.com/Ryan Stephens)

Insulasi atap (roof insulation) merupakan lapisan material khusus yang dipasang pada bagian bawah atap atau di atas plafon untuk mengurangi perpindahan panas dari luar ke dalam rumah. Dikutip dari Lyons Roofing, material ini dapat bekerja sebagai penghambat panas sehingga suhu tinggi akibat paparan sinar matahari tidak mudah merambat ke dalam ruangan. Dengan begitu, suhu di dalam rumah dapat tetap terasa lebih nyaman meskipun cuaca di luar sedang terik.

Selain membantu menjaga suhu ruangan, penggunaan roof insulation dapat mengurangi beban kerja pendingin ruangan karena panas yang masuk ke dalam rumah jadi lebih sedikit. Dalam jangka panjang, cara ini juga membantu melindungi material atap dari perubahan suhu yang ekstrem, yang dapat menyebabkan pemuaian dan penyusutan berulang. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat keretakan, menurunkan daya tahan material, hingga meningkatkan biaya perawatan atap. Oleh karena itu, pemasangan roof insulation menjadi salah satu investasi yang dapat dilakukan demi menjaga kenyamanan rumah sekaligus memperpanjang usia pakai atap.

2. Terapkan ventilasi yang memadai (proper ventilation)

Ilustrasi ventilasi (pexels.com/Andreas Ebner)
Ilustrasi ventilasi (pexels.com/Andreas Ebner)

Ventilasi yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk mengurangi panas yang terperangkap di area atap dan loteng. Saat sinar matahari menyinari atap sepanjang hari, panas akan terkumpul di ruang bawah atap. Apabila tidak terdapat jalur sirkulasi udara yang memadai, panas tersebut akan terus menumpuk dan akhirnya merambat ke plafon serta ruangan di bawahnya.

"Rumah harus memiliki ventilasi yang memadai karena ini membantu untuk mencegah penumpukan dan meningkatkan aliran udara, sehingga bisa menjaga suhu rumah tetap rendah," demikian ditulis dalam Lyons Roofing pada artikel berjudul "Roof Cooling Techniques: How to Reduce Heat Gain Through Roof?".

Proses ini membantu menjaga suhu di area atap tetap stabil sehingga panas tidak mudah menyebar ke seluruh bagian rumah. Ventilasi juga berperan dalam mengurangi kelembapan yang dapat mempercepat kerusakan material bangunan. Oleh karena itu, pastikan rumah memiliki bukaan udara yang cukup, baik pada bagian bawah maupun bagian atas atap, agar sirkulasi udara berlangsung secara optimal dan suhu di dalam rumah tetap terasa nyaman.

3. Gunakan Insulasi penghalang radiasi (radiant barrier insulation)

komorebi-photo--z1TNkLqpyM-unsplash.jpg
Ilustrasi aluminium foil (unsplash.com/Komorebi Photo)

Selain menggunakan insulasi konvensional, pemasangan radiant barrier insulation juga dapat menjadi solusi untuk mengurangi panas pada atap rumah. Material ini umumnya berupa lembaran aluminium foil dengan permukaan reflektif yang dirancang untuk memantulkan radiasi panas matahari sebelum panas tersebut berpindah ke bagian dalam bangunan.

Dilansir Insulationpal dalam artikel berjudul Radiant Barrier Insulation: Definition and What it is, dijelaskan, "Radiant barrier adalah material reflektif yang mampu menghalangi panas. Material ini juga dapat memantulkan panas hingga 97 persen agar menjauh dari hunian."

Pemasangan radiant barrier umumnya dilakukan pada bagian bawah rangka atap (rafters) atau di bawah kaso menggunakan lembaran aluminium foil yang direntangkan mengikuti konstruksi atap. Posisi tersebut dinilai efektif karena mampu memantulkan sebagian besar radiasi panas yang berasal dari penutup atap. Jika dipadukan dengan ventilasi yang baik, metode ini dapat membantu meningkatkan efisiensi pendinginan rumah dan menjaga kenyamanan penghuni selama cuaca panas.

Menjaga suhu atap tetap terkendali merupakan salah satu langkah penting untuk menciptakan rumah yang nyaman saat cuaca panas. Mulai dari memasang roof insulation, memastikan ventilasi bekerja dengan baik, hingga menggunakan radiant barrier insulation, setiap cara memiliki peran dalam mengurangi panas yang masuk ke dalam bangunan. Dengan perawatan dan perlindungan yang tepat, atap akan lebih awet, suhu ruangan tetap nyaman, dan aktivitas di dalam rumah dapat berlangsung dengan lebih optimal meskipun cuaca di luar sedang terik.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More