Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Begini Cara UMN Siapkan Generasi Masa Depan yang Berkelanjutan

4 min read
Begini Cara UMN Siapkan Generasi Masa Depan yang Berkelanjutan
Smart Farming Lab di UMN (dok. UMN)
  • UMN menerapkan keberlanjutan lewat gedung berdesain pasif, pencahayaan dan sirkulasi alami, daur ulang air, serta panel surya untuk mengurangi konsumsi energi dan air.

  • Konsep keberlanjutan diintegrasikan ke kurikulum lintas program studi, mendorong mahasiswa merancang solusi sosial-lingkungan seperti inovasi hemat energi, eco-design, dan kampanye edukasi.

  • UMN mendukung riset, startup ekonomi hijau, serta budaya minim sampah melalui Skystar Ventures, water station, pemilahan sampah, dan kegiatan komunitas peduli lingkungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan kini bukan lagi sekadar topik perbincangan, melainkan panggilan aksi nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Di tengah desakan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau, perguruan tinggi memegang peranan krusial sebagai tempat mencetak para calon pemimpin dan inovator masa depan. 

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) paham betul akan tanggung jawab ini. Lebih dari sekadar menyandang gelar kampus hijau (green campus), UMN memiliki komitmen mendalam untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam segenap aspek kehidupannya.

Lantas, bagaimana cara UMN mempersiapkan mahasiswanya untuk menjadi generasi yang sadar keberlanjutan dan siap menjawab tantangan global?

  1. 1. Arsitektur dan infrastruktur berwawasan lingkungan

    Gedung UMN .jpg
    Gedung-gedung utama di UMN yang dirancang dengan konsep passive design cerdas. (dok. UMN)

    Langkah nyata UMN dalam mempraktikkan keberlanjutan dimulai dari rumahnya sendiri atau bangunan kampus. Gedung-gedung utama di UMN, seperti Gedung P.K. Ojong dan Jakob Oetama Tower, dirancang dengan konsep passive design yang cerdas.

    Gedung-gedung ini memanfaatkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang dioptimalkan melalui double skin facade (dinding ganda berlubang), sehingga dapat menekan penggunaan pendingin udara (AC) dan penerangan buatan secara signifikan. Selain itu, UMN juga menerapkan sistem pengolahan limbah air secara mandiri (water recycling system) untuk menyiram tanaman dan membilas toilet, serta memanfaatkan panel surya sebagai energi terbarukan. Melalui lingkungan fisik ini, mahasiswa setiap hari menyaksikan dan merasakan langsung bagaimana teknologi dan desain dapat berjalan selaras dengan alam.

  2. 2. Kurikulum berbasis sustainability dan inovasi

    3G2A8435.jpg
    Ilustrasi berkuliah di UMN. (dok. UMN)

    Keberlanjutan di UMN tidak hanya berhenti pada struktur fisik bangunan, melainkan meresap ke dalam ruang-ruang kelas. UMN secara aktif mengintegrasikan konsep keberlanjutan ke dalam kurikulum berbagai program studi, mulai dari Teknik, Informatika, Desain Komunikasi Visual (DKV), hingga Bisnis dan Komunikasi.

    Para mahasiswa didorong untuk berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial dan lingkungan melalui proyek-proyek perkuliahan. Mahasiswa teknik, misalnya, diajak merancang inovasi energi hemat daya, sementara mahasiswa desain dan komunikasi diajar untuk menciptakan kampanye sosial serta produk berprinsip eco-design. Dengan demikian, keberlanjutan menjadi mindset dasar yang tertanam dalam setiap karya yang mereka hasilkan.

  3. 3. Ekosistem riset dan inkubasi bisnis hijau

    UMN solar panel (2).jpg
    Gedung-gedung utama di UMN yang dirancang dengan konsep passive design cerdas. (dok. UMN)

    Untuk mempersiapkan generasi yang mampu menciptakan solusi nyata di masyarakat, UMN memfasilitasi riset-riset yang berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan. Melalui inkubator bisnisnya, Skystar Ventures, UMN mendukung para mahasiswa dan alumni yang ingin mendirikan startup berbasis Green Economy atau Social Enterprise.

    Di sini, ide-ide inovatif tidak hanya berhenti sebagai tugas akhir atau kertas kerja, melainkan dibimbing hingga menjadi produk atau layanan yang memiliki dampak sosial dan lingkungan yang terukur (sustainable business model).

  4. 4. Budaya kampus dan keterlibatan komunitas

    ANC_5008.jpg
    ilustrasi menjadi mahasiswa dan mahasiswi di UMN (dok. UMN)

    Membentuk generasi masa depan yang berkelanjutan membutuhkan pembiasaan sehari-hari. UMN menciptakan budaya kampus yang mendukung gaya hidup minim sampah (less waste lifestyle). Kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penyediaan titik kran air minum gratis (water station), serta pemilahan sampah di area kampus sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sivitas akademika UMN.

    Berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan di UMN juga aktif menggelar aksi kepedulian lingkungan, seperti penanaman pohon, aksi bersih-bersih lingkungan, hingga seminar edukasi masyarakat mengenai pemanasan global.

  5. 5. Mencetak change maker masa depan

    ANC_5357 (1).jpg
    ilustrasi situasi belajar mengajar di UMN (dok. UMN)

    Menjadi kampus hijau bukan sekadar meraih penghargaan atau sertifikasi gedung ramah lingkungan. Bagi Universitas Multimedia Nusantara, menjadi kampus hijau adalah tentang membentuk manusia di dalamnya.

    Dengan memadukan infrastruktur ramah lingkungan, kurikulum yang relevan, ekosistem inovasi, serta budaya kehidupan kampus yang sadar lingkungan, UMN siap meluluskan generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademis dan teknologis, tetapi juga memiliki empati dan komitmen kuat untuk menjaga bumi bagi generasi mendatang.

    Tertarik untuk merasakan pengalaman belajar di lingkungan kampus yang ramah lingkungan dan mempersiapkan karier masa depanmu yang berkelanjutan? Jangan ragu untuk mencari tahu informasi pendaftaran, program studi, maupun konsultasi perkuliahan lebih lanjut.

    Hubungi tim pendaftaran UMN atau kunjungi halaman pendaftaran kami sekarang melalui Kontak Universitas Multimedia Nusantara. Mari bersama-sama wujudkan masa depan yang lebih hijau dan berdampak! (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More