Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan UPH Festival 2026 sebagai rangkaian penyambutan bagi hampir 7.000 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. (dok. UPH)
UPH Festival menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memasuki ekosistem pendidikan holistis UPH, sebagai universitas terakreditasi UNGGUL yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani dan dirancang untuk mendampingi mahasiswa bertumbuh secara utuh, baik dalam kompetensi, karakter, maupun kesiapan menghadapi dunia profesional.
Keunggulan tersebut diwujudkan melalui 78 program studi dalam berbagai disiplin ilmu dan perjalanan lebih dari 60.000 alumni yang kini berkarya di beragam sektor, baik di Indonesia maupun di tingkat global. Proses pembelajaran didukung oleh tenaga pengajar yang kompeten serta pendekatan yang mengintegrasikan pembelajaran, industri, dan riset, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus tuntutan dunia profesional.
Pengalaman tersebut semakin diperkaya melalui jejaring lebih dari 600 mitra strategis, yang mencakup institusi pendidikan tinggi dan industri di tingkat nasional maupun internasional. Kemitraan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengasah pengalaman praktis, dan membangun jejaring profesional sejak berada di bangku kuliah.
Selanjutnya di tahun 2026, melalui Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Rankings, UPH berhasil masuk dalam Top 3 universitas swasta di Indonesia, Top 40 di ASEAN, serta menempati peringkat 401–600 dunia. Capaian tersebut diperkuat dengan performa UPH pada sejumlah pilar Sustainable Development Goals (SDGs). Pada SDG 1 (No Poverty), UPH menempati Top 12 Indonesia sekaligus Top 3 perguruan tinggi swasta. Selanjutnya, pada SDG 3 (Good Health and Well-being), UPH berada di Top 5 Indonesia, sementara pada pilar SDG 4 (Quality Education) UPH menempati Top 13 Indonesia. Untuk SDG 5 (Gender Equality), UPH berhasil masuk Top 9 Indonesia sekaligus Top 2 perguruan tinggi swasta, dan pada SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions), UPH menempati Top 7 Indonesia. Capaian ini menunjukkan bahwa kontribusi UPH tidak hanya berfokus pada kualitas pendidikan, tetapi juga mencakup berbagai upaya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Pendidikan holistis di UPH tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu dan kesiapan karier yang bersifat akademik, tetapi juga mencakup pengembangan intelektual, pembentukan karakter, kepemimpinan, kehidupan spiritual, kesehatan dan kesejahteraan (health and wellness), serta kepedulian terhadap sesama. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai pengalaman dan program pengembangan mahasiswa yang berlangsung sepanjang perjalanan mereka di UPH. Program Mentoring, misalnya, menjadi salah satu langkah awal untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan kampus, membangun relasi, dan bertumbuh bersama pendamping dari mahasiswa senior selama minimal satu tahun.
Sejalan dengan visi UPH untuk mempersiapkan generasi pemimpin masa depan yang unggul dan takut akan Tuhan, perjalanan mahasiswa baru dilanjutkan melalui Leadership Journey, sebuah rangkaian pembinaan yang dirancang untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan sekaligus membentuk mahasiswa menjadi transformational servant leaders. Proses pembinaan ini berlangsung secara bertahap melalui Keystone, Cornerstone, Intermediate Leadership Training (ILT), hingga Advanced Leadership Training (ALT), yang secara berkesinambungan membantu mahasiswa mengenali potensi dan tujuan hidup mereka, mengembangkan karakter dan kapasitas kepemimpinan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, melayani, dan membawa perubahan.
Komitmen pendidikan holistis juga diwujudkan melalui kesempatan untuk belajar sekaligus melayani masyarakat. Melalui Service Learning Community (SLC), mahasiswa menerapkan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat. Berbagai inisiatif seperti Mari Membaca, Mari Sehat, Ocean Sustainability Movement (OSMO), Heart to Serve, dan Organization Visit (Orvis) memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi di berbagai bidang yang ada di tengah masyarakat.
Mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi diri melalui program lainnya yang ada dalam Organisasi Kemahasiswaan (OK), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), maupun Unit Layanan Mahasiswa (ULM). Pertumbuhan mereka turut didukung melalui ekosistem health and wellness yang mencakup fasilitas olahraga, gym, klinik, layanan HOPE Counselling, serta komunitas olahraga untuk mendukung keseimbangan fisik, emosional, dan sosial.
Pengalaman mahasiswa juga diperluas melalui proyek nyata, praktik profesional, kompetisi, dan program internasional yang membantu mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, serta membangun perspektif global. Setelah menyelesaikan studi, pengalaman tersebut terus berlanjut melalui berbagai program Alumni Engagement, seperti networking, career expo, gathering, dan sesi berbagi pengalaman.
Dengan demikian, UPH Festival bukan sekadar gerbang menuju kehidupan perkuliahan, tetapi awal dari perjalanan pembentukan diri yang berkelanjutan. Nilai dan refleksi yang diperkenalkan melalui Festival akan terus dikembangkan melalui berbagai pengalaman pendidikan dan pengembangan diri di UPH.
Melalui ekosistem tersebut, UPH mempersiapkan mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten dan profesional, tetapi juga pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan, berkarakter, serta berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. (WEB)