"Salah satu nilai yang bisa kita pelajari dan juga implementasikan adalah bagaimana kita sebagai individu harus bisa mengambil keputusan sendiri, baik hal kecil maupun hal besar dan tentunya bertanggung jawab atas keputusan yang telah kita pilih," katanya.
Buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia Diluncurkan, Teladan Baik!

- Kompas Gramedia meluncurkan dua buku Kisah Para Perintis pada 12 Agustus 2026 di Tangerang, mengangkat perjalanan P.K. Ojong dan Jakob Oetama melalui karya visual-naratif.
- Kisah P.K. Ojong menekankan keberanian mengambil keputusan serta tanggung jawab atas konsekuensinya, juga kejujuran sebagai pegangan dalam kehidupan pribadi, pekerjaan, dan membangun institusi.
- Format cerita bergambar ditujukan bagi anak-anak hingga mahasiswa untuk mewariskan integritas, ketekunan, semangat belajar, dan keyakinan bahwa setiap karya harus bermakna di era digital.
Kompas Gramedia resmi meluncurkan buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia pada (12/8/2026) di Tangerang. Buku ini menjadi karya visual-naratif yang menceritakan perjalanan hidup dua tokoh penting di balik berdirinya perusahaan ini, P.K. Ojong dan Jakob Oetama. Buku ini hadir dalam 2 judul, yakni Kisah Para Perintis P.K. Ojong dan Kisah Para Perintis Jakob Oetama.
Dikemas dalam bentuk cerita bergambar, buku ini dirancang khusus buat menjangkau generasi muda masa kini mulai dari anak-anak sampai mahasiswa. Di tengah transformasi digital yang terus berkembang, nilai-nilai yang diwariskan kedua pendiri seperti integritas, ketekunan, dan semangat belajar tetap harus jadi kompas utama perusahaan. Yuk, simak lebih lanjut apa aja yang bisa kita pelajari dari buku ini!
1. Buku ini mengajarkan tentang bertanggung jawab atas keputusan yang dibuat

Peluncuran buku Para Perintis Kompas Gramedia pada (12/8/2026) di Tangerang (dok. UMN) Salah satu nilai yang paling ditekankan dalam buku ini datang dari cerita hidup P.K. Ojong, sosok yang dikenal berani mengambil keputusan besar sekaligus siap menanggung konsekuensinya. Mariani Ojong, putri sang perintis (P.K. Ojong), menyampaikan kalau nilai ini relevan diterapkan siapa aja, baik untuk keputusan kecil sehari-hari maupun keputusan besar yang menentukan arah hidup.
Nilai seperti ini menjadi pengingat penting, apalagi buat generasi muda yang sering kali ragu mengambil langkah karena takut salah. Padahal, proses belajar dari keputusan yang keliru justru sering kali jadi bagian penting dari pertumbuhan diri. Semangat inilah yang coba diwariskan lewat kisah hidup P.K. Ojong. Bahwa keberanian mengambil sikap jauh lebih berarti ketimbang terus-menerus ragu di tempat.
2. Kejujuran sebagai fondasi hidup dan pekerjaan

Peluncuran buku Para Perintis Kompas Gramedia pada (12/8/2026) di Tangerang (dok. UMN) Selain keberanian mengambil keputusan, kejujuran juga jadi nilai yang gak kalah ditekankan dalam perjalanan hidup P.K. Ojong. Menurut Mariani, prinsip ini bukan cuma berlaku dalam kehidupan pribadi, tapi juga jadi pegangan utama sang ayah dalam menjalankan pekerjaan dan membangun institusi.
Nilai kejujuran ini pun diharapkan bisa terus dipahami dan diterapkan oleh generasi muda saat ini, apalagi di tengah dunia yang serba cepat dan kadang menggoda buat mengambil jalan pintas. Lewat buku ini, pesan tentang pentingnya kejujuran diharapkan bisa tersampaikan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dicerna, terlebih buat pembaca usia anak-anak dan remaja.
3. Dikemas jadi cerita bergambar biar makin relevan buat generasi muda

Peluncuran buku Para Perintis Kompas Gramedia pada (12/8/2026) di Tangerang (dok. UMN) Pendekatan visual-naratif jadi salah satu keunikan buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia ini. CEO Kompas Gramedia, Lilik Oetama, menilai format cerita bergambar adalah cara paling relevan buat menjangkau anak-anak, remaja, mahasiswa, sampai generasi muda secara keseluruhan.
"Dua pendiri Kompas Gramedia menanamkan integritas, ketekunan, semangat untuk terus belajar, dan menanamkan keyakinan bahwa setiap karya harus memiliki makna," ucap Lilik.
Menurutnya, di tengah transformasi digital yang terus berkembang, nilai-nilai inilah yang tetap harus jadi kompas utama. Gak peduli seberapa jauh perusahaan atau individu bertransformasi.
Melalui buku ini, Kompas Gramedia berharap nilai-nilai luhur para pendiri dapat tetap hidup dan menjadi warisan bagi institusi, keluarga, dan masyarakat luas. Tertarik untuk baca?





![[QUIZ] Kuis Ini Ungkap Masih Ada Bekas Trauma yang Kamu Miliki atau Gak](https://image.idntimes.com/post/20250525/pexels-photo-8303440-b20ae1cd0d79cdf4d97800cc779a3a6d-7d779c478118a714c854bc6dea35f8cc.jpeg)



![[QUIZ] Apakah Kamu Tipe Orang yang Sudah Menikmati Arti Kebahagiaan?](https://image.idntimes.com/post/20250604/maria-kovalets-0rrfnjw935y-unsplash-120d99068824bc16e20fee794f36b728-0a35f4402fb2aeeaa2ed8c1e37d8892a.jpg)










