Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Praktikkan, Ini 4 Tips Membantu Anak Berani Tidur Sendiri!

Ilustrasi anak tidur
Ilustrasi anak tidur (freepik.com/pvproductions)
Intinya sih...
  • Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, aman, dan menyenangkan untuk mengurangi rasa takut atau gelisah anak.
  • Bangun rutinitas tidur yang konsisten dengan aktivitas seperti mandi air hangat atau membaca buku sebelum tidur.
  • Berikan dukungan emosional, dengarkan ketakutan anak tanpa menghakimi, dan berikan penguatan positif setiap kali anak berhasil tidur sendiri.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengajarkan anak untuk diri sendiri merupakan proses penting dalam membangun kemandiriannya. Banyak anak mungkin merasa takut atau tidak nyaman pada saat harus tidur di kamar tanpa kehadiran orangtua, sehingga memerlukan pendekatan yang lembut.

Selain membantu anak untuk menjadi lebih mandiri, ternyata tidur sendiri juga dapat membantu untuk meningkatkan kualitas istirahat karena tidurnya yang tidak lagi tergantung pada kondisi tidur orangtua. Oleh sebab itu, terapkan beberapa tips berikut ini untuk membantu anak agar lebih berani tidur sendiri dengan nyaman dan tenang.

1. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman

ilustrasi anak sedang tidur
ilustrasi anak sedang tidur (unsplash.com/Michal Bar Haim)

Anak akan lebih mudah berani tidur sendiri pada saat kamar yang mereka tempati nyaman, aman, dan menyenangkan, sehingga tidak memicu rasa takut atau bahkan gelisa. Orangtua bisa menata kamar dengan dekorasi yang ramah anak, pencahayaan yang sedikit redup, dan dipenuhi dengan benda-benda favoritnya.

Lingkungan yang positif dapat membantu anak untuk mengasosiasikan kamar tidur sebagai tempat yang aman, sehingga tidak akan memiliki perasaan takut. Selain dekorasi, atur pula suhu kamar agar tidak sampai terlalu panas atau terlalu dingin untuk bisa menciptakan kenyamanan fisik yang akan mendukung kualitas tidurnya.

2. Bangun rutinitas tidur yang konsisten

ilustrasi menemani anak tidur
ilustrasi menemani anak tidur (pexels.com/William Fortunato)

Rutinitas tidur akan membantu anak untuk membangun pola yang bisa mereka prediksi, sehingga akan tetap aman karena mengetahui apa yang akan terjadi. Orangtua bisa membuat rangkaian aktivitas, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan cerita pendek sebelum tidur.

Konsistensi rutinitas dapat memberikan rasa familier yang penting bagi anak untuk menurunkan tingkat kecemasan pada saat harus tidur sendiri. Rutinitas yang konsisten juga dapat membantu anak untuk bisa mengenali waktu untuk bersiap tidur, sehingga mereka pun akan lebih mudah merasa mengantuk pada waktu yang sama setiap harinya.

3. Berikan dukungan emosional dan validasi perasaannya

ilustrasi anak tidur sendiri
ilustrasi anak tidur sendiri (pexels.com/cottonbro studio)

Anak sering kali takut tidur sendiri bukan karena ruangannya, bamun karena mereka tidak memiliki kesiapan secara emosional, sehingga memerlukan dukungan orangtua. Mengobrol santai tentang ketakutan yang mereka alami dan menjelaskan bahwa perasaan tersebut wajar ternyata bisa membantu untuk menenangkan anak.

Pada saat orangtua mendengarkan apa yang disampaikan anak tanpa menghakimi, maka anak pun akan merasa dihargai. Selain mendengarkan, coba berikan penguatan positif setiap kali anak berhasil melewati satu malam atau bahkan hanya beberapa menit tidur sendiri.

4. Lakukan pendekatan secara bertahap

ilustrasi anak sedang tidur
ilustrasi anak sedang tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Pendekatan secara bertahap bisa membantu anak untuk menyesuaikan diri tanpa merasa ditinggalkan secara tiba-tiba, sehingga lebih mudah untuk melakukannya. Orangtua bisa mulai dengan menemani anak di kamar selama beberapa menit, lalu secara bertahap mengurangi waktu menemani hingga anak bisa tidur sendiri.

Metode yang dilakukan akan membuat anak tetap merasa aman karena perubahan dilakukan secara perlahan dan disesuaikan dengan tingkat kenyamanan anak. Selain mengurangi waktu menemani, orangtua juga bisa berlatih meninggalkan kamar sebentar dan kembali lagi untuk menunjukkan bahwa mereka tetap terasa dekat.

Membantu anak untuk berani tidur sendiri memerlukan konsistensi, kesabaran, dan pendekatan emosional yang lembut. Dengan menciptakan lingkungan yang nyaman dan membantu anak untuk tidur dengan nyenyak, maka proses ini akan berjalan dengan lebih mudah. Tidur seorang diri tentunya akan menciptakan kualitas tidur yang lebih baik bagi anak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

[QUIZ] Kuis Ini Ungkap Sifatmu saat Menghadapi Konflik di Dalam Hubungan

07 Jan 2026, 22:30 WIBLife