Praktikkan, Ini 4 Tips Membantu Anak Berani Tidur Sendiri!

- Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, aman, dan menyenangkan untuk mengurangi rasa takut atau gelisah anak.
- Bangun rutinitas tidur yang konsisten dengan aktivitas seperti mandi air hangat atau membaca buku sebelum tidur.
- Berikan dukungan emosional, dengarkan ketakutan anak tanpa menghakimi, dan berikan penguatan positif setiap kali anak berhasil tidur sendiri.
Mengajarkan anak untuk diri sendiri merupakan proses penting dalam membangun kemandiriannya. Banyak anak mungkin merasa takut atau tidak nyaman pada saat harus tidur di kamar tanpa kehadiran orangtua, sehingga memerlukan pendekatan yang lembut.
Selain membantu anak untuk menjadi lebih mandiri, ternyata tidur sendiri juga dapat membantu untuk meningkatkan kualitas istirahat karena tidurnya yang tidak lagi tergantung pada kondisi tidur orangtua. Oleh sebab itu, terapkan beberapa tips berikut ini untuk membantu anak agar lebih berani tidur sendiri dengan nyaman dan tenang.
1. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman

Anak akan lebih mudah berani tidur sendiri pada saat kamar yang mereka tempati nyaman, aman, dan menyenangkan, sehingga tidak memicu rasa takut atau bahkan gelisa. Orangtua bisa menata kamar dengan dekorasi yang ramah anak, pencahayaan yang sedikit redup, dan dipenuhi dengan benda-benda favoritnya.
Lingkungan yang positif dapat membantu anak untuk mengasosiasikan kamar tidur sebagai tempat yang aman, sehingga tidak akan memiliki perasaan takut. Selain dekorasi, atur pula suhu kamar agar tidak sampai terlalu panas atau terlalu dingin untuk bisa menciptakan kenyamanan fisik yang akan mendukung kualitas tidurnya.
2. Bangun rutinitas tidur yang konsisten

Rutinitas tidur akan membantu anak untuk membangun pola yang bisa mereka prediksi, sehingga akan tetap aman karena mengetahui apa yang akan terjadi. Orangtua bisa membuat rangkaian aktivitas, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau mendengarkan cerita pendek sebelum tidur.
Konsistensi rutinitas dapat memberikan rasa familier yang penting bagi anak untuk menurunkan tingkat kecemasan pada saat harus tidur sendiri. Rutinitas yang konsisten juga dapat membantu anak untuk bisa mengenali waktu untuk bersiap tidur, sehingga mereka pun akan lebih mudah merasa mengantuk pada waktu yang sama setiap harinya.
3. Berikan dukungan emosional dan validasi perasaannya

Anak sering kali takut tidur sendiri bukan karena ruangannya, bamun karena mereka tidak memiliki kesiapan secara emosional, sehingga memerlukan dukungan orangtua. Mengobrol santai tentang ketakutan yang mereka alami dan menjelaskan bahwa perasaan tersebut wajar ternyata bisa membantu untuk menenangkan anak.
Pada saat orangtua mendengarkan apa yang disampaikan anak tanpa menghakimi, maka anak pun akan merasa dihargai. Selain mendengarkan, coba berikan penguatan positif setiap kali anak berhasil melewati satu malam atau bahkan hanya beberapa menit tidur sendiri.
4. Lakukan pendekatan secara bertahap

Pendekatan secara bertahap bisa membantu anak untuk menyesuaikan diri tanpa merasa ditinggalkan secara tiba-tiba, sehingga lebih mudah untuk melakukannya. Orangtua bisa mulai dengan menemani anak di kamar selama beberapa menit, lalu secara bertahap mengurangi waktu menemani hingga anak bisa tidur sendiri.
Metode yang dilakukan akan membuat anak tetap merasa aman karena perubahan dilakukan secara perlahan dan disesuaikan dengan tingkat kenyamanan anak. Selain mengurangi waktu menemani, orangtua juga bisa berlatih meninggalkan kamar sebentar dan kembali lagi untuk menunjukkan bahwa mereka tetap terasa dekat.
Membantu anak untuk berani tidur sendiri memerlukan konsistensi, kesabaran, dan pendekatan emosional yang lembut. Dengan menciptakan lingkungan yang nyaman dan membantu anak untuk tidur dengan nyenyak, maka proses ini akan berjalan dengan lebih mudah. Tidur seorang diri tentunya akan menciptakan kualitas tidur yang lebih baik bagi anak.



















