Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Aktivitas Ramah Autisme yang Bantu Regulasi Emosi dan Fokus Anak

7 Aktivitas Ramah Autisme yang Bantu Regulasi Emosi dan Fokus Anak
Ilustrasi anak bermain (Freepik/freepik)
Intinya Sih
  • Aktivitas ramah autisme membantu anak mengatur emosi, menurunkan stres, dan meningkatkan kualitas hidup dengan menyesuaikan kebutuhan sensorik yang berbeda.

  • Beragam aktivitas seperti sensory play, seni, musik, hingga aktivitas fisik ringan terbukti mendukung fokus, ekspresi diri, serta interaksi sosial anak dalam spektrum autisme.

  • Rutinitas konsisten dan aktivitas berbasis minat spesifik memberi rasa aman serta menjadi sarana efektif bagi anak autistik untuk belajar, berkembang, dan memahami dunia di sekitarnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tengah meningkatnya kesadaran soal kesehatan mental, istilah aktivitas ramah autisme mulai banyak dibicarakan, khususnya buat anak. Ini adalah aktivitas penting untuk membantu anak dalam spektrum autisme menjalani hidup yang lebih nyaman, membantu menurunkan stres hingga meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kenapa? Individu autistik punya perbedaan dalam memproses rangsangan sensorik—bisa terlalu sensitif (hypersensitive) atau justru kurang responsif (hyposensitive). Aktivitas yang tepat bisa jadi jembatan untuk menenangkan sistem saraf mereka.

1. Sensory play

Main playdough
Main playdough (Freepik/freepik)

Aktivitas yang merangsang indera ini terbukti membantu mengatur emosi, mengurangi kecemasan, meningkatkan kemampuan motorik, bahkan membantu otak memproses informasi sensorik dengan lebih terorganisir.

Contohnya sepert main air (menuang, memindahkan), bermain playdough, atau sensory bin (beras, pasir, biji-bijian).

2. Aktivitas berulang

Ilustrasi bermain lego
Ilustrasi bermain lego (Freepik/pressfoto)

Riset menunjukkan bahwa individu autistik cenderung memilih aktivitas yang familiar dan dapat diprediksi (repetisi) karena membantu mengurangi stres dari stimulus gak terduga.

Contohnya seperti menyusun lego berulang atau menggambar pola yang sama. Alih-alih dihentikan, aktivitas ini justru bisa jadi kontrol emosional.

3. Musik dan seni

Ilustrasi belajar musik
Ilustrasi belajar musik (Freepik/pvproduction)

Seni dan musik jadi medium ekspresi anak autistik. Studi menunjukkan bahwa aktivitas gabungan musik dan seni bisa meningkatkan interaksi sosial pada individu autistik.

Contohnya seperti melukis bebas, mendengarkan musik berulang, atau bermain alat musik sederhana.

Manfaatnya untuk mengekspresikan emosi tanpa kata, melatih fokus, hingga meningkatkan koneksi sosial.

4. Aktivitas fisik ringan

Ilustrasi olahraga ringan
Ilustrasi olahraga ringan (Freepik/freepik)

Aktivitas seperti berjalan, melompat, atau ayunan sering jadi bagian penting dalam rutinitas autistik. Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi energi berlebih, meningkatkan fokus, dan menstabilkan emosi.

Dalam studi, sekitar 68% individu autistik dewasa tetap rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan atau menari.

5. Aktivitas mandiri/soliter

Ilustrasi mewarnai
Ilustrasi mewarnai (Freepik/freepik)

Berbeda dengan norma sosial yang menekankan "harus bersosialisasi", banyak individu autistik justru berkembang lewat aktivitas mandiri.

Contohnya seperti membaca, main puzzle, menulis, atau gaming. Aktivitas ini memberi kontrol penuh tanpa tekanan sosial yang bisa memicu kecemasan.

6. Rutinitas hobi

Ilustrasi hobi buat autis
Ilustrasi hobi buat autis (Freepik/freepik)

Bukan hanya jenis aktivitasnya, tapi konsistensinya yang penting. Rutinitas menciptakan rasa aman karena lingkungan jadi lebih bisa diprediksi. Dalam penelitian, rutinitas bahkan disebut sebagai strategi coping utama untuk menghindari distress sensorik.

Artinya, hobi yang sama, di waktu yang sama, justru ideal untuk anak dengan autistik.

7. Aktivitas berbasis minat spesifik

Ilustrasi belajar mekanik
Ilustrasi belajar mekanik (Freepik/pch.vector)

Salah satu kekuatan terbesar individu autistik adalah deep interest terhadap topik tertentu. Alih-alih dianggap obsesif, ini bisa jadi sumber keahlian, jalan karier, sarana belajar yang efektif.

Misalnya, anak yang suka kereta belajar geografi dan mekanik, suka dinosaurus belajar sains.

Bagi sebagian orang, hobi adalah pelarian. Namun bagi individu autistik, hobi bisa jadi cara memahami dunia dan dipahami oleh dunia. Lewat pilihan aktivitas di atas, anak dengan autistik akan lebih bisa terakomodasi kebutuhannya. Semoga membantu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Related Articles

See More