ilustrasi anak membaca (pexels.com/Ron Lach)
Tanda yang paling menarik mungkin ketika anak mulai mencari buku tanpa harus disuruh. Mereka mengambil buku ketika sedang santai, meminta dibacakan sebelum tidur, atau memilih buku sebagai salah satu aktivitas yang ingin dilakukan. Pada tahap ini, buku mulai menjadi bagian dari keseharian anak.
Tentu saja anak tetap akan lebih memilih bermain, berlari, menonton, atau melakukan hal lain sesekali. Itu wajar. Anak yang menyukai literasi gak harus menghabiskan sepanjang hari dengan buku. Yang penting, mereka mulai melihat bahwa membaca dan cerita bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan, membuat penasaran, dan membuka dunia baru di kepala mereka.
Mengenalkan dunia literasi kepada anak gak harus selalu dimulai dari target berapa halaman yang harus dibaca setiap hari. Kadang, perkembangannya justru terlihat dari hal-hal kecil yang gak kita sadari, seperti anak mulai memilih buku sendiri, bertanya tentang cerita, atau penasaran dengan tulisan yang ditemuinya di jalan. Tanda-tanda sederhana itu layak diapresiasi karena minat terhadap literasi memang tumbuh secara bertahap.
Jadi, kalau hari ini anak belum betah duduk lama bersama buku, gak perlu langsung panik. Terus hadirkan cerita, berikan kesempatan memilih bacaan, ajak ngobrol, dan biarkan anak menikmati prosesnya. Siapa tahu, dari satu buku favorit yang dibaca berkali-kali, tumbuh kebiasaan membaca yang akan menemani mereka jauh lebih lama.