Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Memilih Car Seat yang Tepat untuk Anak Sesuai Usia
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/kampus)

Memilih car seat untuk anak gak cukup hanya mempertimbangkan harga atau desainnya. Jenis car seat perlu disesuaikan dengan usia, berat dan tinggi badan anak, serta tahap perkembangan mereka agar perlindungannya tetap optimal. Selain itu, orangtua juga perlu mengetahui kapan anak sebaiknya berpindah dari satu jenis car seat ke jenis berikutnya.

Lantas, bagaimana memilih car seat yang tepat sesuai usia anak? Berikut panduannya agar kamu gak terburu-buru mengganti car seat sebelum anak benar-benar siap.

1. Bayi baru lahir dan bayi, pilih car seat yang bisa menghadap ke belakang

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/kampus)

Untuk bayi baru lahir dan bayi, ada dua pilihan utama, yaitu infant-only car seat dan convertible car seat. Infant-only car seat lebih ringan dan praktis dipindahkan, sedangkan convertible car seat dapat digunakan sejak lahir hingga anak lebih besar dengan posisi menghadap ke belakang maupun ke depan.

Apa pun pilihannya, pastikan car seat sesuai dengan batas berat dan tinggi bayi. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi dan batita sebaiknya tetap menggunakan car seat rear-facing selama mungkin hingga mencapai batas berat atau tinggi yang ditetapkan produsen. Posisi ini memberikan perlindungan lebih baik bagi kepala, leher, dan tulang belakang anak saat terjadi benturan.

“Sebaiknya pertahankan posisi anak menghadap ke belakang selama mungkin. Ini masih merupakan cara paling aman bagi anak untuk bepergian, ujar” Benjamin Hoffman, MD, FAAP, profesor pediatri dan ahli keselamatan penumpang anak, dikutip dari ABC News/Good Morning America.

2. Batita, jangan buru-buru mengubah posisi car seat

ilustrasi bayi memakain beanie hat (pexels.com/william-fortunato)

Saat anak memasuki usia batita, orangtua mungkin mulai mempertimbangkan posisi forward-facing. Namun, perubahan ini sebaiknya dilakukan setelah anak melampaui batas tinggi atau berat untuk posisi rear-facing. Jika masih memenuhi batas tersebut, convertible car seat dapat tetap digunakan menghadap ke belakang.

Setelah tidak lagi memenuhi batas rear-facing, gunakan car seat menghadap ke depan dengan harness lima titik selama mungkin. Pilihannya bisa berupa forward-facing only car seat atau combination car seat yang nantinya dapat diubah menjadi booster. Jadi, selain usia, selalu jadikan batas tinggi dan berat yang ditetapkan produsen sebagai acuan utama.

“Untungnya, produsen car seat telah membuat produk yang memungkinkan anak tetap menghadap ke belakang hingga beratnya mencapai 40 pon atau lebih, yang berarti sebagian besar anak dapat tetap menggunakan posisi menghadap ke belakang setelah ulang tahun keduanya,” ujar Benjamin Hoffman.

3. Anak prasekolah, gunakan harness selama masih sesuai batasnya

ilustrasi anak-anak memakai car seat (pexels.com/kampus)

Ketika anak sudah lebih besar, jangan langsung beralih ke booster seat. Jika masih memenuhi batas tinggi dan berat car seat menghadap ke depan, harness lima titik dapat tetap digunakan untuk menjaga posisi tubuh anak selama perjalanan. Combination car seat juga bisa menjadi pilihan karena dapat digunakan dengan harness sebelum dikonversi menjadi booster.

Setelah anak melampaui batas penggunaan harness, barulah belt-positioning booster dapat dipertimbangkan. Booster membantu menempatkan sabuk pengaman pada posisi yang tepat, dengan sabuk pangkuan di paha bagian atas dan sabuk bahu di tengah dada serta bahu. High-back booster dapat dipilih untuk kursi dengan sandaran rendah, sedangkan backless booster cocok jika kursi sudah memiliki sandaran kepala.

David L. Hill, MD, dokter anak dan pakar keselamatan penumpang anak, dikutip dari Scary Mommy, menjelaskan bahwa, harness selalu lebih aman daripada booster. Menurutnya, harness lima titik menyebarkan gaya benturan ke area tubuh yang lebih luas dan memberikan perlindungan tubuh bagian atas lebih baik dibandingkan sabuk pengaman dengan booster.

4. Setelah memilih car seat, pastikan pemasangannya juga tepat

ilustrasi bayi memakai jacket dan beanie hat (pexels.com/yankrukov)

Car seat yang sesuai usia belum tentu memberikan perlindungan maksimal jika pemasangannya keliru. Karena itu, orangtua perlu berlatih memasangnya sebelum perjalanan pertama dan memastikan car seat kompatibel dengan kendaraan. Selalu ikuti buku petunjuk karena setiap produk memiliki batas tinggi, berat, dan cara pemasangan yang berbeda.

Saat memasukkan anak ke car seat, pastikan harness terpasang pas dan tidak longgar. Pada bayi dalam posisi rear-facing, tali harness harus berada sejajar dengan atau di bawah bahu, sementara pakaian tebal seperti jaket sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu kekencangan harness. Jangan menambahkan selimut, bantalan tali, atau aksesori lain yang tidak disetujui produsen.

Memilih car seat memang perlu lebih teliti karena setiap tahap pertumbuhan membutuhkan perlindungan yang berbeda. Jadi, selain mempertimbangkan usia, selalu cek batas tinggi dan berat anak serta pastikan car seat terpasang dengan benar sebelum mobil mulai berjalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article