“Keamanan berkendara untuk anak adalah soal keselamatan dan keandalan. Ini bergantung pada pemilihan car seat yang tepat, pemasangan yang benar, dan memastikan penggunaannya benar setiap saat,” ujar dokter anak W. Kyle Mudd, DO, dikutip dari Cleveland Clinic.
5 Cara Memasang Bayi di Car Seat dengan Benar, Harus Hati-hati ya!

- Gunakan car seat rear-facing selama sesuai batas tinggi atau berat produsen, pasang kuat dengan sabuk atau lower anchors, dan jangan letakkan di kursi depan ber-airbag aktif.
- Atur kemiringan car seat mengikuti indikator agar kepala bayi tidak terkulai ke depan; pasang harness lima titik pada slot sesuai posisi bahu dan pastikan talinya tidak terpuntir.
- Kencangkan harness dengan pinch test dan posisikan chest clip sejajar ketiak. Hindari jaket tebal serta aksesori tambahan; gunakan lapisan tipis atau selimut di atas harness.
Memasang bayi di car seat bukan sekadar mengencangkan tali pengaman. Posisi car seat, letak harness, hingga pakaian yang dikenakan bayi bisa memengaruhi keamanan selama perjalanan.
Lantas, bagaimana cara memasang bayi di car seat yang benar? Simak panduan lengkapnya berikut ini agar si kecil tetap aman selama perjalanan.
1. Pastikan car seat terpasang dengan tepat

ilustrasi anak-anak memakai car seat (pexels.com/kampus) Untuk bayi dan balita, gunakan car seat dalam posisi menghadap ke belakang (rear-facing) selama mungkin hingga anak mencapai batas tinggi atau berat yang ditentukan produsen. Posisi ini membantu melindungi kepala, leher, dan tulang belakang saat terjadi kecelakaan. Sebelum digunakan, pastikan pemasangannya mengikuti petunjuk car seat dan buku manual kendaraan.
Gunakan sistem pemasangan yang sesuai, seperti sabuk pengaman atau lower anchors, lalu pastikan car seat terpasang kuat dan tidak banyak bergerak. Mengutip Cleveland Clinic, car seat yang sudah terpasang seharusnya tidak bergerak lebih dari sekitar 1 inci ke depan, belakang, atau samping. Car seat rear-facing juga tidak boleh dipasang di kursi depan dengan airbag penumpang yang masih aktif.
2. Atur kemiringan car seat sesuai kebutuhan bayi

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/kampus) Bayi baru lahir belum memiliki kekuatan leher yang cukup untuk menopang kepalanya dengan baik. Karena itu, car seat yang menghadap ke belakang perlu dipasang pada sudut yang tepat agar kepala bayi tidak terkulai ke depan dan mengganggu jalan napas. Gunakan indikator kemiringan yang tersedia dan ikuti petunjuk produsen saat memasangnya.
“Kepala mereka cenderung terkulai ke samping tidak masalah. Namun, ketika car seat terlalu tegak, kepala mereka cenderung terkulai ke depan dan ini tidak baik karena dapat mengganggu pernapasan bayi,” ujar Alisa Baer, MD, dokter anak dan salah satu pendiri The Car Seat Lady, dikutip dari Parents.
Saat bayi semakin besar dan sudah mampu menopang kepalanya, posisi car seat dapat disesuaikan mengikuti petunjuk produsen. Pastikan perubahan tersebut tetap sesuai dengan batas penggunaan dan indikator kemiringan car seat.
3. Pasang harness sesuai posisi bahu bayi

ilustrasi bayi memakain beanie hat (pexels.com/william-fortunato) Car seat bayi umumnya menggunakan harness lima titik yang menahan bagian bahu, pinggul, dan area di antara kedua kaki. Saat rear-facing, gunakan slot harness yang sejajar dengan atau sedikit di bawah bahu bayi. Jika sudah forward-facing, slot harness umumnya berada sejajar dengan atau sedikit di atas bahu, sesuai petunjuk produsen.
Setelah bayi berada di dalam car seat, pastikan tali harness berada pada posisi yang benar dan tidak terpuntir. Tali juga harus cukup kencang untuk menahan tubuh bayi dengan baik selama perjalanan. Periksa kembali posisinya setiap kali bayi akan dipasang di car seat.
4. Kencangkan harness hingga pas

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/sarah-chai) Harness harus cukup kencang sehingga tidak ada celah longgar antara tali dan tubuh bayi. Lakukan juga pinch test pada bagian tali di dekat bahu untuk memeriksa apakah masih terdapat kelonggaran. Jika tali masih mudah dicubit dan terangkat dari tubuh bayi, harness perlu dikencangkan lagi.
Selain itu, pastikan chest clip berada sejajar dengan ketiak bayi, bukan di bagian perut atau dada bawah. Hindari menggunakan patokan seperti “dua jari” untuk menentukan kekencangan karena ukuran jari setiap orang berbeda. Pemeriksaan dengan pinch test dapat membantu memastikan tali sudah cukup kencang.
5. Hindari jaket tebal dan aksesori tambahan

ilustrasi bayi memakai jacket dan beanie hat (pexels.com/yankrukov) Jangan memasang harness di atas jaket tebal, pakaian mengembang, atau lapisan pakaian yang membuat tubuh bayi tampak lebih besar. Bahan tebal dapat tertekan saat terjadi kecelakaan sehingga menciptakan celah antara tubuh bayi dan harness. Akibatnya, tali yang sebelumnya terasa kencang, bisa menjadi terlalu longgar.
Sebaiknya pakaikan bayi beberapa lapis pakaian tipis yang pas di tubuh sebelum memasang harness. Jika masih kedinginan, letakkan selimut di atas harness yang sudah dikencangkan, bukan di bawahnya. Hindari pula menambahkan bantalan, penyangga kepala, penutup tali, atau aksesori lain yang tidak disediakan atau disetujui produsen car seat.
“Menambahkan lapisan tebal dapat membuat harness tidak terpasang dengan kencang. Sebaiknya, kencangkan sabuk pengaman anak terlebih dahulu, kemudian gunakan selimut di atas tubuhnya jika diperlukan,” ujar W. Kyle Mudd, DO.
Memasang bayi di car seat dengan benar perlu memperhatikan posisi, kemiringan, harness, hingga pakaian yang digunakan. Selalu ikuti petunjuk produsen agar si kecil tetap aman selama perjalanan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)








![[QUIZ] Pilih Karakter Masha and The Bear, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_a69e752741ecb28c67ff3a7d88570426_5f9dbad1-24e0-4b05-9d9a-0c3d2cd57d3c.png)











![[QUIZ] Seberapa Tajam Matamu? Cek dengan Tebak Karakter Masha and the Bear](https://image.idntimes.com/post/20260521/masha-172-masha-8_5fbf0864-911b-4ebc-967e-e6b937ac8e53.jpg)


