Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Cara Mengatur Uang untuk Diberikan ke Orangtua atau Mertua

5 min read
6 Cara Mengatur Uang untuk Diberikan ke Orangtua atau Mertua
ilustrasi memberikan uang (pexels.com/Sinan KRIYA)
  • Alokasikan bantuan kepada orangtua sesuai kemampuan; bagi yang tinggal terpisah dan tanpa cicilan, maksimal 30 persen gaji disarankan agar kebutuhan serta masa depan pribadi tetap terjaga.
  • Bantuan dapat berbentuk sembako, pembayaran tagihan, atau pelunasan utang langsung; bila orangtua masih sehat, sebagian dana bisa diarahkan menjadi modal usaha kecil.
  • Tanggung jawab perlu dibagi antaranak yang bekerja, sementara bantuan kepada mertua idealnya diprioritaskan oleh anak kandungnya; jika cicilan banyak, bagi sisa penghasilan secara realistis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

In this economy, orang bekerja untuk memakmurkan diri sendiri saja agak sulit. Tanpa mereka menganut gaya hidup mewah, biaya hidup sehari-hari pun sudah tinggi. Kenaikan berbagai harga kebutuhan tak sebanding dengan peningkatan pendapatan.

Beban finansial menjadi jauh lebih berat kalau kamu menjadi generasi sandwich. Dirimu mesti memberikan sejumlah uang kepada orangtua secara rutin. Kamu barangkali juga sudah punya pasangan dan anak.

Bagaimana cara mengatur keuangan dalam situasi seperti di atas? Penting untukmu berhitung dengan cermat dan jangan selalu menomorduakan kebutuhan diri sendiri. Kamu boleh tetap memberikan sejumlah uang kepada orangtua atau mertua, apalagi mereka tak lagi bekerja. Namun, ikuti cara mengatur uang untuk diberikan ke orangtua atau mertua berikut ini supaya kebutuhan pribadi tak jadi korban.

  1. 1. Jangan sampai 50 persen dari gaji apalagi kalian tinggal terpisah

    orangtua
    ilustrasi orangtua (pexels.com/Quý Nguyễn)

    Kalau kamu memberikan separuh gajimu bahkan lebih dari itu untuk orangtua atau mertua, bisa-bisa buat makan saja dirimu kesulitan. Walaupun kamu single, kebutuhanmu tidak sedikit. Baik kebutuhan saat ini maupun persiapan masa depan.

    Dengan dirimu sekarang mesti menanggung kehidupan orangtua sudah jelas kamu pun kudu mempersiapkan masa depan sendiri. 50 persen dari pendapatan terlalu besar. Khususnya untukmu yang tinggal terpisah dari orangtua serta penghasilan masih pas-pasan.

    Jika kamu gak punya cicilan, maksimal 30 persen gaji dialokasikan buat orangtua tidak apa-apa. Beda bila dirimu masih tinggal bareng mereka. 50 persen pendapatan yang diberikan olehmu juga akan kembali padamu dalam bentuk makanan, air, listrik, dan sebagainya.

  2. 2. Kombinasi bantuan sembako, bayar berbagai tagihan, dan uang pegangan

    bersama ibu
    ilustrasi bersama ibu (pexels.com/Hoang NC)

    Orangtua yang tidak lagi bekerja dan tak memiliki tabungan hari tua memang perlu dibantu. Namun, bentuk bantuannya tak harus berupa uang tunai. Lebih-lebih jika orangtuamu agak boros.

    Uang yang diberikan untuk kebutuhan hidup sebulan penuh misalnya, malah banyak habis buat membantu orang lain, membelikan cucu-cucu mainan serta jajanan, dan sebagainya. Orangtua yang kesulitan mengatur keuangan dapat diberi uang secukupnya saja sekadar untuk pegangan.

    Selebihnya berupa sembako dan pembayaran aneka tagihan seperti listrik serta air. Andai orangtua punya utang dan dirimu mau membantu melunasinya, lebih baik langsung ke pemberi pinjaman. Bukannya kamu berburuk sangka pada orangtua. Akan tetapi, bila uang yang diberikan salah pemakaian sedikit saja, boleh jadi dirimu tak punya anggaran lagi buat dikirim ke mereka.

  3. 3. Orangtua belum terlalu renta, arahkan sebagian uang buat modal usaha

    berdagang
    ilustrasi berdagang (pexels.com/Daniel Lee)

    Banyak anak ingin orangtuanya berhenti bekerja agar mereka tidak kelelahan. Masalahnya, anak-anak, termasuk kamu, benar-benar mampu atau gak untuk terus membiayai orangtua atau mertua? Apalagi, kebutuhan lansia cenderung bertambah.

    Utamanya terkait biaya kesehatan. Meski orangtua sudah terdaftar sebagai peserta BPJS, kamu tetap perlu mengantisipasi seandainya kelak ada biaya pengobatan yang tak tertanggung. Realitas tersebut perlu dipertimbangkan.

    Jika sekarang usia orangtua belum terlalu sepuh dan relatif masih sehat, uang bulanan darimu jangan cuma untuk biaya hidup. Arahkan orangtua untuk membuka usaha kecil-kecilan memakai sebagian uang pemberianmu. Usaha itu diharapkan membuat mereka tetap produktif sekaligus mengurangi beban finansialmu.

  4. 4. Semua anak yang sudah bekerja wajib patungan

    orangtua
    ilustrasi orangtua (pexels.com/abs bob)

    Bila kamu memiliki sejumlah saudara kandung, jangan mau cuma dirimu yang menopang kehidupan orangtua. Terlebih, kondisi ekonomimu tidak terlalu baik. Walaupun kamu siap berbakti pada keduanya, saudara-saudaramu juga punya kewajiban yang sama.

    Besar patungan masih bisa dinegosiasikan. Misalnya, pendapatanmu paling besar dan tanggunganmu ringan, maka kamu boleh kasih iuran lebih gede. Sementara saudara yang gajinya kecil memberi sesuai kemampuannya saja.

    Yang terpenting, tidak ada satu pun anak yang lepas tangan. Kecuali, ada anak yang masih sekolah atau kuliah. Kerja sama begini akan sangat meringankan beban keuangan masing-masing. Ini juga penting buat merawat rasa peduli setiap anak pada orangtua.

  5. 5. Anak kandung punya tanggung jawab lebih besar daripada menantu

    bersama ibu
    ilustrasi bersama ibu (pexels.com/UP CAMBO)

    Khusus untuk bantuan finansial kepada mertua, kamu perlu bersikap lebih tegas. Mertua sebenarnya bukan tanggung jawab menantu. Selama anak-anaknya masih ada, termasuk pasanganmu, itu tugas mereka.

    Repot sekali apabila anak-anak kandungnya lepas tangan, malah menantu yang memikul tugas tersebut. Pasalnya, dirimu dan menantu lainnya mungkin juga mesti membantu orangtua masing-masing. Oleh sebab itu, apabila mertuamu perlu dibantu secara keuangan, idealnya pasanganmu bekerja.

    Dirimu boleh menambahi pemberian suami atau istri untuk orangtuanya, tapi jangan kamu mengambil alih tanggung jawabnya. Kecuali, dirimu hidup berlebih. Kamu dapat kesulitan bernapas kalau setiap bulan mesti mengirim uang untuk orangtua dan mertua.

  6. 6. Cicilanmu banyak, sisa gaji bagi dua

    orangtua
    ilustrasi orangtua (pexels.com/Adit Prabowo)

    Gak salah kok, bila dirimu memiliki sejumlah cicilan. Contohnya, cicilan kendaraan atau rumah. Hanya saja, makin banyak cicilanmu tentu akan makin sedikit pula uang yang dapat diberikan kepada orangtua.

    Kamu harus benar-benar memahami batas kemampuan keuanganmu sendiri. Orangtua juga perlu mengerti cicilan yang mesti dibayar olehmu. Supaya mereka tidak berharap terlalu besar padamu. Atau, mereka mengira kamu pelit ke orangtua sendiri.

    Keputusan yang masuk akal hanya membagi dua sisa penghasilanmu setelah dipotong jatah tiap pos. Ini dapat berarti pos tabungan sudah terlebih dahulu diamankan atau jatah untuk saving tinggal setengah dari sisa pendapatan. Tentu uang buat orangtua menjadi kecil, tapi dirimu juga tidak mungkin memberi semuanya ke mereka.

    Memahami cara mengatur uang untuk diberikan ke orangtua atau mertua bukan berarti dirimu gak sayang sama mereka. Namun, gaji yang belum tinggi sekali memang harus dikelola sedemikian rupa. Tidak hanya supaya uang cukup untuk sebulan, melainkan juga kamu masih bisa menikmati hidup selepas kerja keras dan membangun masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More