Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Mudik saat Hamil Tua agar Tetap Aman, Kesehatan yang Utama!
Ilustrasi ibu hamil (pexels.com/Photo by Garon Piceli)

Mudik saat hamil tua tentu membutuhkan perhatian dan persiapan yang lebih matang. Kondisi tubuh yang semakin berat, mudah lelah, serta risiko kesehatan tertentu membuat perjalanan jauh tidak bisa dianggap sepele. Karena itu, calon ibu perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan untuk bepergian.

Perjalanan mudik sebenarnya tetap bisa dilakukan selama kondisi kehamilan sehat dan sudah mendapat izin dari tenaga medis. Untuk itu, berikut cara mudik saat hamil tua agar tetap aman.

1. Konsultasikan dengan dokter sebelum mudik

Ilustrasi ibu hamil berkonsultasi dengan dokter (pexels.com/MART PRODUCTION)

Perjalanan tidak disarankan bagi mereka yang memiliki komplikasi tertentu, seperti preeklampsia, persalinan prematur, atau pecah ketuban sebelum persalinan (PROM). Menurut dokter obstetri dan ginekologi Cassandra Simmons, M.D., M.B.A., mungkin ada sedikit peningkatan risiko yang terkait dengan perjalanan pada trimester pertama bagi pasien dengan risiko perdarahan yang lebih tinggi dan trimester ketiga (saat mendekati persalinan).

"Sebagian besar dokter menyarankan ibu hamil untuk tidak terbang dengan penerbangan komersial setelah usia kehamilan 36 minggu atau penerbangan internasional setelah usia kehamilan 34 minggu," jelasnya dikutip dari laman Health Matters NewYork-Presbyterian.

"Bahkan, sebagian besar maskapai penerbangan membatasi perjalanan udara bagi ibu hamil jika mereka mendekati tanggal perkiraan persalinan," tambahnya.

2. Rencanakan untuk situasi yang tidak terduga

Ilustrasi ibu hamil packing (pexels.com/Timur Weber)

Saat bepergian dalam kondisi hamil tua, penting untuk bersiap menghadapi hal-hal yang tidak direncanakan. Sebelum berangkat, ada baiknya cari tahu lokasi layanan kesehatan kebidanan dan rumah sakit terdekat di daerah tujuan maupun sepanjang rute perjalanan. Dengan begitu, kamu tidak panik jika tiba-tiba membutuhkan bantuan medis.

“Saat bepergian di dalam negeri maupun internasional, kamu harus memastikan bahwa ada pilihan perawatan kebidanan di dekat tujuan sehingga kamu memiliki tempat untuk berobat jika mengalami gejala tak terduga terkait kehamilan saat bepergian,” kata dr. Simmons.

3. Kenakan sabuk pengaman dengan benar

ilustrasi sabuk pengaman (unsplash.com/Remy Lovesy)

Saat bepergian dalam kondisi hamil, pastikan sabuk pengaman dipasang dengan benar, yaitu di bawah perut dan tepat di atas pinggul, bukan melintang di atas perut. Posisi ini lebih aman dan membantu melindungi ibu serta bayi jika terjadi benturan mendadak.

"Untuk kenyamanan dan keamanan, hindari meletakkan sabuk pengaman di atas perut yang sedang hamil,” kata Dr. Simmons.

Jika kamu berada dalam penerbangan atau perjalanan mobil yang panjang, seringlah berdiri dan bergerak untuk membantu mencegah pembekuan darah. Selama kehamilan, kamu berisiko lebih tinggi terkena trombosis vena dalam (pembekuan darah di vena dalam tubuh, seperti di kaki).

Duduk terlalu lama, seperti selama perjalanan mobil atau pesawat, dapat memperburuk pembekuan darah. Jadi, lakukan apa pun yang bisa kamu untuk membantu meningkatkan aliran darah. Untuk penerbangan, berdiri dan berjalanlah di lorong pesawat setiap jam. Memilih tempat duduk di lorong memudahkan kamu untuk sering berdiri. Untuk perjalanan mobil yang panjang, cobalah untuk berhenti setiap jam untuk meregangkan kaki.

"Jika kamu tidak memungkinkan berdiri dan berjalan-jalan, mengangkat betis di tempat duduk bisa membantu sirkulasi saat kamu duduk selama perjalanan," jelas dr. Simmons.

"Mengenakan kaus kaki kompresi (kaus kaki ketat ini mencapai lutut) adalah cara lain untuk meningkatkan sirkulasi selama perjalanan panjang," tambahnya.

4. Siapkan pakaian yang nyaman, camilan, air minum, dan obat anti mual

Ilustrasi hamil (Pexels/RDNE Stock Project)

Baik kamu akan menempuh perjalanan darat selama dua jam atau penerbangan selama enam jam, kenakan pakaian dan sepatu yang nyaman. Siapkan juga camilan dan air minum agar kamu tetap terhidrasi dan memenuhi kebutuhan metabolisme selama kehamilan.

Dan jika kamu merasa mual atau mengalami ketidaknyamanan pencernaan saat bepergian, tanyakan kepada dokter tentang obat resep dan obat bebas di apotek yang dianggap aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Kenakan juga masker dan gunakan pembersih tangan.

“Saya menyarankan pasien saya untuk mengenakan masker saat bepergian atau saat berada di tengah keramaian, sebagai tindakan pencegahan tambahan untuk keselamatan diri mereka sendiri dan bayi mereka yang belum lahir,” saran dr. Simmons.

5. Setelah tiba di tujuan mudik, hindari aktivitas yang tidak aman

Ilustrasi ibu hamil (pexels.com/Photo by Garon Piceli)

Penting bagi kamu untuk menikmati aktivitas yang telah direncanakan, tetapi cobalah untuk menghindari aktivitas yang bisa secara signifikan meningkatkan risiko trauma saat hamil. Misalnya, aktivitas yang bisa membuat kamu berisiko jatuh atau mengalami gerakan secara tiba-tiba yang tersentak.

Lakukan olahraga rendah seperti jogging, berjalan kaki, atau berenang. Simmons juga menyarankan sebaiknya hindari daerah dengan risiko tinggi penyakit menular seperti malaria atau zika. Konsultasikan dengan spesialis kedokteran perjalanan untuk informasi terkini tentang tempat-tempat yang dilaporkan punya resiko tersebut.

Itulah cara mudik saat hamil tua agar tetap aman. Keselamatan ibu dan bayi harus menjadi prioritas utama. Jika tubuh terasa tidak nyaman atau muncul tanda-tanda yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk beristirahat atau mencari bantuan medis terdekat. Tidak ada perjalanan yang lebih penting daripada kesehatan.

Editorial Team