"Sebagian besar orang dewasa antara usia 18 dan 64 tahun harus tidur setidaknya tujuh jam sehari. Orang yang berusia lebih dari 65 tahun mungkin tidak membutuhkan tidur sebanyak itu, tetapi alokasi harian yang direkomendasikan tetap minimal tujuh jam," terang Daniel Noyed seorang pelatih dan kesehatan tidur bersertifikat dikutip dari Sleep Foundation.
"Orang yang tidak mendapatkan tujuh jam tidur setiap hari berisiko lebih tinggi terlibat dalam kecelakaan mengemudi karena mengantuk," tambahnya yang juga telah di-review Dr. Anis Rehman, dokter bidang Kedokteran Internal serta Endokrinologi, Diabetes, dan Metabolisme.
5 Cara Mudik Jarak Jauh agar Tetap Aman dan Nyaman

Mudik jarak jauh selalu menjadi momen yang dinanti, apalagi saat libur panjang atau hari raya. Perjalanan pulang ke kampung halaman bukan hanya soal berpindah tempat, tetapi juga tentang bertemu keluarga, melepas rindu, dan menciptakan kenangan baru. Namun, perjalanan yang panjang tentu membutuhkan persiapan matang agar tetap aman dan nyaman sampai tujuan.
Tanpa persiapan yang baik, perjalanan jauh bisa terasa melelahkan dan berisiko. Berikut cara mudik jarak jauh agar tetap aman dan nyaman.
1. Pemeriksaan kendaraan yang kamu gunakan

Sebelum mudik jarak jauh, pastikan kendaraan dalam kondisi prima dengan melakukan servis setidaknya dua minggu sebelum berangkat. Jangan lupa siapkan ban serep lengkap dengan dongkrak dan kunci roda yang masih berfungsi baik jika kamu mudik menggunakan mobil pribadi.
Selain itu, periksa sistem rem termasuk kampas dan minyak rem, serta pastikan tidak ada lampu indikator yang menyala. Semua lampu kendaraan harus menyala normal, dan sebaiknya bawa lampu cadangan. Pemeriksaan menyeluruh ini penting agar perjalanan lebih aman dan minim kendala di jalan.
2. Kesiapan pengemudi sebelum berangkat

Pengemudi harus dalam kondisi fisik yang fit sebelum menempuh perjalanan jauh. Usahakan tidur cukup minimal 7 jam dan hindari begadang beberapa hari sebelum berangkat. Jangan memaksakan diri menyetir jika sedang sakit atau mengonsumsi obat yang membuat mengantuk.
Jika memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter dan siapkan obat pribadi yang diperlukan. Saat perjalanan berlangsung, luangkan waktu untuk istirahat setiap 2–3 jam. Gunakan waktu tersebut untuk peregangan dan menghirup udara segar agar tubuh tetap bugar.
3. Pastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan

Sebelum meninggalkan rumah untuk mudik, pastikan semua pintu dan jendela sudah terkunci dengan benar. Periksa kembali setiap sudut rumah agar tidak ada yang terlewat, termasuk pagar dan pintu belakang. Langkah sederhana ini penting untuk mengurangi risiko pencurian saat rumah dalam keadaan kosong.
Jika memungkinkan, titipkan rumah kepada tetangga yang kamu percaya atau informasikan kepada petugas keamanan setempat agar ikut mengawasi. Matikan peralatan listrik yang tidak digunakan untuk mencegah korsleting, dan manfaatkan fitur tambahan seperti CCTV atau alarm bila tersedia agar keamanan rumah semakin terjaga selama kamu bepergian.
4. Patuhi rambu dan aturan lalu lintas

Mematuhi rambu dan aturan lalu lintas adalah kunci keselamatan selama mudik. Pahami setiap rambu yang ada di jalan dan ikuti petunjuk arah agar tidak tersesat. Hindari melanggar larangan seperti menyalip sembarangan, parkir di tempat terlarang, atau melawan arus yang sangat berbahaya.
Selalu patuhi batas kecepatan dan sesuaikan dengan kondisi jalan serta cuaca. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan pastikan semua penumpang menggunakan sabuk pengaman. Nyalakan lampu saat malam atau cuaca buruk, gunakan sein ketika berbelok, dan jangan bermain ponsel saat mengemudi. Jika harus menerima telepon, lebih baik menepi di tempat yang aman.
5. Selalu prioritaskan kesehatan dan keselamatan

Bawalah obat-obatan dan suplemen yang diperlukan. Jika kamu merasa lelah, jangan ragu untuk berhenti dan beristirahat. Selain itu, simpan nomor kontak darurat seperti polisi, layanan ambulans, dan bengkel terdekat untuk situasi yang tidak terduga.
Memiliki asuransi perjalanan juga dapat memberikan perlindungan tambahan selama perjalanan. Jika kesehatan terjaga selama perjalanan, mudik pun menjadi lebih nyaman dan lancar.
“Bepergian bisa sangat melelahkan jika kamu atau orang yang kamu cintai jatuh sakit. Jadi penting untuk mengambil tindakan pencegahan untuk meminimalkan risiko," saran Shazia A. Khan, MD, seorang dokter perawatan primer yang berspesialisasi dalam pengobatan internal dikutip dari laman Northwestern Medicine.
Itulah cara mudik jarak jauh agar tetap aman dan nyaman. Pada akhirnya, keselamatan adalah hal utama yang tidak boleh ditawar. Mengatur waktu istirahat, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi fisik tetap prima menjadi kunci agar perjalanan berjalan lancar.


















