"Mengapa tidak melengkapinya (mobil) sebagai versi mini rumah yang siap untuk bayi saat bepergian? Kendaraan yang dipersiapkan dengan baik berarti lebih sedikit waktu yang dihabiskan untuk mengumpulkan barang setiap kali kamu bepergian," ujar Sarah Garone, seorang ahli gizi dikutip dari laman Healthline.
5 Tips Mudik dengan Bayi Atau Balita agar Tidak Rewel

Mudik bersama bayi atau balita tentu membutuhkan persiapan ekstra dibandingkan bepergian sendiri. Perjalanan jauh bisa membuat si kecil merasa bosan, lelah, atau tidak nyaman sehingga lebih mudah rewel. Karena itu, orangtua perlu memikirkan banyak hal sejak jauh hari agar perjalanan tetap tenang dan menyenangkan.
Mulai dari jadwal keberangkatan, perlengkapan yang dibawa, hingga kondisi kendaraan harus diperhatikan dengan matang. Berikut tips mudik dengan bayi atau balita agar tidak rewel.
1. Siapkan tas berisi perlengkapan

Menyiapkan barang untuk bepergian dengan bayi memang terasa seperti mau liburan panjang. Supaya tidak repot setiap kali keluar rumah, sebaiknya siapkan satu tas khusus yang selalu siap dibawa. Isi dengan perlengkapan penting seperti popok, tisu basah, alas ganti popok, baju ganti, selimut atau kain bedong, dot, mainan, serta susu atau makanan minuman bayi, dan kebutuhan lainnya.
Jika kamu sering bepergian dengan mobil, tas ini bisa disimpan di dalam mobil agar selalu siap pakai. Kamu juga bisa meletakkannya di dekat pintu rumah supaya mudah diambil saat akan pergi. Dengan begitu, kamu tidak perlu panik atau bolak-balik mengambil barang yang tertinggal.
2. Lakukan hal-hal penting sebelum pergi

Mengganti popok memang sederhana, tapi akan terasa merepotkan jika dilakukan saat terburu-buru atau di tempat umum. Sebaiknya ganti popok bayi tepat sebelum keluar rumah agar lebih praktis dan nyaman. Di rumah, semua perlengkapan sudah tersedia sehingga kamu tidak perlu repot mencari tempat ganti popok di luar.
Hal yang sama juga berlaku untuk menyusui. Jika memungkinkan, susui bayi sebelum berangkat agar ia merasa kenyang dan lebih tenang selama perjalanan. Memang tidak selalu bisa diprediksi, tetapi setidaknya kamu sudah mengurangi kemungkinan si kecil menangis karena lapar di tengah jalan.
"Hilangkan kebutuhan untuk membawa perlengkapan bayi dengan memberinya makan tepat sebelum meninggalkan rumah, jika memungkinkan. Ini akan membuat kamu dan bayi lebih bahagia saat berada di luar rumah," saran Sarah.
Selain itu, pastikan bayi tidur cukup. Pasalnya, bayi yang kurang tidur biasanya jadi lebih mudah rewel. Jika anak punya jadwal tidur yang teratur, kamu bisa pergi saat ia sedang dalam waktu bangun dan aktif. Jika bisa, pastikan sudah kembali ke rumah sebelum ia terlalu lelah.
3. Cari tahu bagaimana kondisi tujuanmu

Sebelum berangkat, pikirkan apakah lokasi tujuan mudah diakses dengan kereta bayi. Beberapa tempat mungkin memiliki banyak tangga, lorong sempit, atau jalan yang tidak rata sehingga menyulitkan mendorong stroller. Jika ragu, kamu bisa mencari informasi lebih dulu agar tidak kerepotan saat tiba di sana.
"Ada begitu banyak hal yang tidak terduga saat bepergian dengan bayi. Akankah dia tiba-tiba rewel? Akankah dia buang air besar dan perlu ganti baju? Saat mengunjungi suatu tempat terutama jika tidak dikenal, hubungi mereka terlebih dahulu untuk melihat apakah ada tempat yang dapat kamu gunakan untuk menyusui dengan tenang, atau untuk memastikan detail lain untuk kebutuhan bayimu," ujar Sarah.
Jika membawa kereta bayi terasa kurang praktis, kamu bisa menggunakan gendongan bayi. Namun ingat, menggendong bayi dalam waktu lama bisa membuat tubuh cepat lelah. Pilihan ini lebih cocok untuk perjalanan singkat atau saat kamu tidak perlu membawa banyak barang.
4. Pastikan kamu bisa menjangkau barang kebutuhan bayi dengan mudah

Pastikan semua kebutuhan bayi mudah dijangkau saat bepergian. Barang-barang kecil seperti dot, gelas minum, atau mainan sering kali hilang atau jatuh justru ketika sedang dibutuhkan. Untuk menghindari hal itu, kamu bisa mengikat barang penting ke kereta dorong atau tas popok menggunakan tali elastis atau klip khusus agar tidak mudah terlepas.
Kamu bisa mengikat hampir semua barang penting milik anak di sekitarmu. Gelas minum dan mainan bisa diikat di kursi mobil, kursi makan, atau kereta dorong supaya tidak mudah jatuh dan tetap dalam jangkauan. Cara sederhana ini bisa sangat membantu agar kamu tidak panik saat si kecil tiba-tiba membutuhkannya.
5. Tetap realistis dengan rencana yang dibuat

Bepergian dengan bayi membuat segala sesuatu terasa lebih lama dari biasanya. Perjalanan singkat yang dulu hanya 10 menit bisa berubah menjadi 30 menit atau lebih. Hal ini wajar, jadi jangan terlalu menekan diri sendiri. Cobalah realistis dengan rencana yang dibuat dan jangan memaksakan terlalu banyak kegiatan dalam satu waktu.
Berangkatlah lebih awal agar tidak terburu-buru. Fokus pada satu keperluan saja dalam satu perjalanan supaya tidak bolak-balik dan membuat bayi kelelahan. Dengan membiasakan diri dan menambah pengalaman, kamu akan semakin terbiasa mengatur waktu dan perjalanan pun terasa lebih mudah.
"Cobalah untuk tidak membawa si kecil ke lebih dari satu tempat sekaligus. Kamu maupun bayi tidak membutuhkan stres karena harus keluar masuk mobil (atau transportasi umum) berkali-kali, atau terlalu lama tidak tidur atau menyusui. Dengan mempersingkat waktu pergi, kamu juga dapat meminimalkan perlengkapan bayi," terang Sarah.
Itulah tips mudik dengan bayi atau balita agar tidak rewel. Kesabaran dan kesiapan orangtua menjadi faktor utama agar si kecil tidak mudah rewel selama perjalanan. Memberi waktu istirahat yang cukup, memastikan anak kenyang dan nyaman, serta menciptakan suasana menyenangkan akan sangat membantu menjaga mood mereka tetap baik.


















