ilustrasi membersihkan lantai (pexels.com/Vitaly Gariev)
Di era media sosial ini, banyak ibu melihat standar kehidupan yang tampak sempurna. Mereka merasa ada tekanan untuk selalu produktif, memiliki rumah rapi, memiliki anak aktif, dan memiliki segala sesuatu yang berjalan sempurna. Akibatnya, waktu istirahat dianggap sebagai bentuk kemalasan. Saat memiliki waktu luang, mereka justru mencari pekerjaan lain yang masih bisa dikerjakan.
Mereka merasa gak nyaman kalau hanya duduk santai. Pola pikir seperti ini membuat tubuh dan pikiran sulit untuk beristirahat. Padahal, istirahat adalah kebutuhan yang sangat penting bagi tubuh. Kalau terus memaksakan diri untuk selalu produktif, rasa kehilangan waktu untuk diri sendiri pasti makin kuat.
Menjadi ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang ringan. IRT butuh tenaga, waktu, dan perhatian yang besar setiap hari. Gak heran kalau banyak ibu merasa kehilangan kesempatan untuk menikmati waktu untuk dirinya sendiri. Hal yang membuat IRT kehilangan waktu untuk diri sendiri datang dari rutinitas yang gak ada habisnya, mengutamakan kebutuhan keluarga, hingga tuntutan untuk terus produktif.
Meluangkan waktu beberapa menit untuk melakukan hal yang disukai bukan sikap egois, kok. Justru bisa membantu menjaga kesehatan mental dan mengembalikan energi. Ibu yang merasa bahagia dan terisi kembali lebih siap menjalani berbagai tanggung jawab. Menjadi ibu juga berhak memiliki waktu untuk dirinya sendiri.