Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kesalahan yang Membuat Skin Cycling Tidak Efektif, Catat!

5 Kesalahan yang Membuat Skin Cycling Tidak Efektif, Catat!
Ilustrasi rutinitas skincare (pexels.com/Shobhit Bajpai)
Intinya Sih
  • Skin cycling adalah rutinitas skincare empat malam yang mengatur penggunaan bahan aktif dan hari pemulihan untuk menjaga kesehatan skin barrier.
  • Kesalahan umum meliputi eksfoliasi berlebihan, mencampur banyak bahan aktif, melewatkan malam pemulihan, tidak memakai sunscreen, serta memulai dengan kandungan terlalu kuat.
  • Disarankan mengikuti jadwal dengan disiplin, menjaga hidrasi kulit di malam pemulihan, dan menggunakan tabir surya agar hasil skin cycling lebih efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Konsep skin cycling yang sedang populer adalah bentuk skincare routine malam hari yang melibatkan penggunaan bahan aktif hanya pada hari-hari tertentu dan diikuti dengan hari-hari 'istirahat'. Biasanya, berjalan empat hari dan terdiri dari penggunaan bahan aktif selama dua malam dalam seminggu, diikuti oleh dua malam istirahat, lalu diulangi.

Ide dasarnya, skin cycling dinilai dapat membantu mencegah kerusakan skin barrier akibat penggunaan bahan aktif yang berlebihan. Nah, untuk kamu yang tertarik dengan metode ini dan baru ingin memulainya, pahami kesalahan yang membuat skin cycling tidak efektif!

1. Terlalu sering melakukan eksfoliasi

Ilustrasi rutinitas skincare
Ilustrasi rutinitas skincare (pexels.com/KoolShooters)

Malam pertama skin cycling adalah malam eksfoliasi, di mana kamu menggunakan eksfolian kimia seperti AHA atau BHA untuk mengangkat sel kulit mati dan memperbaiki tekstur kulit. Tetapi, nyatanya kulit tidak membutuhkan bahan aktif kuat setiap malam. Bahkan, pengelupasan eksfoliasi berlebihan adalah salah satu kesalahan skin cycling paling umum, terutama di kalangan anak muda yang dipengaruhi oleh tren media sosial.

Disiplin untuk mengikuti jadwal skin cycling sangat penting. Berikutnya, pilih exfoliator kimia, bukan fisik seperti scrub. Selain itu, perhatikan juga bahan-bahan yang ada dalam eksfolian kimia, seperti jangan terlalu kental karena dapat menyebabkan iritasi.

“Jangan pernah menggunakan produk pengelupasan kulit yang terlalu kental pada malam hari, karena produk seperti minyak mineral, petrolatum, dan vaseline bisa terlalu oklusif dan meningkatkan penetrasi asam, sehingga membuatnya lebih mengiritasi daripada seharusnya. Untuk alasan yang sama, cobalah untuk menghindari minyak yang sangat oklusif seperti minyak kelapa pada malam hari pengelupasan kulit," kata Dr. Whitney Bowe, dokter kulit yang berbasis di New York City, dikutip dari laman Women's Health.

2. Mencampur terlalu banyak bahan aktif

Ilustrasi rutinitas skincare
Ilustrasi rutinitas skincare (pexels.com/SHVETS production)

Skin cycling merupakan salah satu tren skincare routine yang sebenarnya memiliki logika di baliknya. Tren ini menjadi populer karena banyak orang menggunakan produk secara berlebihan, menumpuk asam, retinol, scrub, dan serum sekaligus, berpikir bahwa lebih banyak produk akan memberikan hasil yang lebih cepat.

Bila sudah demikian, yang terjadi bisa saja kemerahan, kekeringan, rasa terbakar, sensitivitas, dan kerusakan lapisan pelindung kulit. Begitu skin barrier terganggu, kulit meniadi reaktif dan mudah iritasi,

Jadi, tidak semua kandungan aktif cocok digunakan bersamaan. Jaga rutinitas skincare tetap sederhana agar kulit tidak mudah teriritasi.

3. Melewatkan malam pemulihan (recovery night)

Ilustrasi rutinitas skincare
Ilustrasi rutinitas skincare (pexels.com/Miriam Alonso)

Malam ketiga dan keempat pada metode skin cycling adalah malam pemulihan (recovery night), di mana kamu menghindari bahan aktif yang keras dan hanya fokus pada pelembap dan produk penghidrasi. Bersihkan wajah terlebih dahulu, biarkan kulit tetap lembap, lalu mengoleskan serum yang mengandung bahan-bahan seperti asam hialuronat, gliserin, atau niacinamide. Lanjutkan dengan pelembap, pilih formula yang benar-benar menutrisi dan akan mendukung lapisan skin barrier.

Apabila kulitmu sangat kering, oleskan minyak rosehip atau squalane pada pipi. Di fase ini, kulit memperbaiki dirinya saat beristirahat. Oleh karena itu, jangan abaikan malam ini untuk fokus pada hidrasi dan pemulihan kulit.

4. Skip penggunaan sunscreen

Ilustrasi rutinitas skincare
Ilustrasi rutinitas skincare (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Poin penting lain yang sering dilupakan adalah penggunaan tabir surya (sunscreen) untuk keesokan harinya. Jika kamu menggunakan asam eksfoliasi atau retinol dan tidak menggunakan tabir surya di siang hari, kamu meningkatkan risiko sensitivitas terhadap sinar matahari dan pigmentasi.

Jadi, bahkan skincare routine malam hari malam terbaik pun, seperti skin cycling ini tidak akan banyak membantu jika perlindungan matahari di siang hari tidak ada. Pembersih lembut, pelembap, dan tabir surya spektrum luas tetap menjadi dasar perawatan kulit yang baik. Tanpa SPF, manfaat skincare yang kamu gunakan tidak akan maksimal.

5. Memulai dengan kandungan yang terlalu kuat

Ilustrasi produk skincare
Ilustrasi produk skincare (pexels.com/Fernando Serrano)

Kesalahan yang membuat skin cycling tidak efektif selanjutnya adalah memulai dengan kandungan yang terlalu kuat. Mulailah dengan konsentrasi bahan aktif yang lebih rendah agar kulit dapat beradaptasi secara bertahap dan mengurangi risiko mengalami purging atau iritasi berlebihan. Pasalnya, menambahkan bahan baru apa pun ke dalam skincare routine dapat menyebabkan reaksi kulit yang tidak nyaman, termasuk retinol yang bisa sangat keras.

“Memulai penggunaan retinoid yang bekerja pada kelenjar sebaceous dapat menyebabkan peradangan atau iritasi awal, atau bahkan jerawat ringan,” kata Kseniya Kobets, MD, direktur dermatologi kosmetik di Montefiore Einstein Advanced Care di Scarsdale, New York, dikutip dari Allure.

Dr. Kobets menambahkan, kamu yang memiliki tipe kulit sensitif dan rentan eksim tidak akan mampu menolerir dua bahan aktif dalam satu minggu, pada awalnya. Ia menyarankan untuk memulai skin cycling hanya dengan satu bahan aktif selama beberapa minggu, kemudian menambahkan bahan aktif kedua setelah kulit menolerir yang pertama.

Nah, itulah kesalahan yang membuat skin cycling tidak efektif. Kamu bisa perhatikan beberapa hal seperti disipilin mengikuti jadwal, jangan skip recovery night, hingga memulainya dengan bahan aktif yang tidak terlalu kuat. Semoga bermanfaat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto

Related Articles

See More